Headlines :
Home » » Pemkot Ancam Copot Gelar Gus Yuk

Pemkot Ancam Copot Gelar Gus Yuk

Written By Satu Jurnal on Selasa, 24 Juni 2014 | 18.13

Mojokerto-(satujurnal.com)
Aroma tak sedap soal komersialisasii gelar Gus Yuk Kota Mojokerto akhirnya didalami Bagian Administrasi Pembangunan Sekkota Mojokerto.

Selain melakukan investigasi, jika terbukti dikomersialkan, leading sector ajang Gus Yuk ini mengancam bakal mencopot gelar yang diperebutkan dalam grand final Gus Yuk di GOR dan Seni Mojopahit malam ini.

"Empat belas pasangan finalis gus dan yuk yang akan berlaga nanti malam kita kumpulkan. Kita lakukan investigasi sebagai tindak lanjut informasi yang berkembang," ujar Wiwid Febrianto, Kabag Administrasi Pembangunan Sekkota Mojokerto, Selasa (24/06/2014).

Ia tak menyebut hasil investigasi pihaknya. Pun kemungkinan dibatalkannya grand final.

"Hasil investigasi akan kita jadikan bahan analisa dan evaluasi untuk pelaksanaan event serupa tahun depan. Tapi kalau tahapan pemilihan tahun ini tidak bisa dibatalkan karena terikat kontrak dengan penyelenggara.

"Untuk tahun depan kita lakukan evaluasi. Bila diperlukan kita akan ganti pihak ketiga selaku penyelenggara, dan jika ada bukti ada pelanggaran kita bisa cabut gelar mereka" tambah Wiwid.

Fokus investigasi yang sedang dilakukan yakni pada ada tidaknya jual beli gelar pada ajang tersebut. Karena pemilihan Gus Yuk digelar setiap tahun dengan penyelenggara yang sama, lanjut Wiwid, maka investigasi tidak hanya pada pemilihan gus dan yuk tahun ini saja, namun juga tahun-tahun sebelumnya.



"Karena penyelenggara ini sudah melakukan berkali-kali. Kita juga akan investigasi gelar tahun-tahun sebelumnya. Ada atau tidak permainan jual beli gelar itu," urai Wiwid.

Soal tudingan kolusi jika finalis yang masuk grand final hanya berasal dari agency modeling tertentu, Wiwit mengaku kesulitan untuk membuktikan saat ini. Karena di ajang pemilihan ini,para peserta tidak membawa nama agency modeling melainkan mewakili sekolah dan umum atau wilayah.


"Tapi kalau sudah muncul juaranya, kita bisa telusuri pemenangnya itu dari grup modeling mana. Dan kita akan bisa membuktikan apakah tudingan kolusi itu benar apa tidak," tambah pejabat yang sebelumnya menjadi Kabid Cipta Karya Dinas PU Kota Mojokerto ini.

Secara kualitas, Wiwid memiliki penilaian khusus terhadap para finalis tahun ini. Menurutnya hanya sekitar separoh saja dari para finalis yang memiliki kualitas intelegensi yang bagus.

Wajar jika selama ini wakil gus dan yuk Kota Mojokerto tidak bisa berbicara pada level kejuaraan pemilihan Raka raki tingkat Jatim."Saya sendiri ikut menguji pada sesi interview bahasa Inggris. Dan hanya sekitar limapuluh persen yang layak," tandas Wiwid.


Sementara terkait rencana Dewan setempat yang bakal memanggil panitia dan penyelenggara, Wiwid mengaku siap. "Jika memang diperlukan, kita siap menjelaskan dihadapan para anggota dewan," tegasnya. 

Diberitakan sebelumnya, ajang penjaringan duta wisata Kota Mojokerto bertajuk Gus Yuk yang dihelat setiap tahun diselimuti aroma tak sedap. Di babak grand final sudah ada nama-nama penyabet gelar. 'Nama pesanan' itu sudah mengeluarkan biaya ekstra hingga jutaan rupiah untuk bisa dinobatkan sebagai penyabet gelar Gus Yuk dan beberapa gelar lainnya. 


'Nama pesanan' itu diungkap salah seorang mantan Yuk Kota Mojokerto era 1990-an. Ia menyebutkan, untuk bisa naik panggung saat grand final, seluruh peserta harus membayar sejumlah uang. ''Kalau tahun lalu, minimal Rp 15 juta,'' tandasnya.

Uang senilai Rp 15 juta itu, ujar perempuan berbadan seksi tersebut, bukan secara otomatis memegang piala jawara. Melainkan hanya masuk grand final saja. ''Peserta yang sudah bayar, bisa dipastikan dia pulang dengan membawa piala,'' katanya. 

Mengkomersilkan piala Gus Yuk, ujar sumber ini, memang cukup potensial. Pasalnya, piala yang ditawarkan oleh kepanitiaan cukup banyak. Mulai dari piala Duta Persahabatan, Duta Intelegencia, Best Talenta, hingga Best Costume. 


''Kalau tarif untuk membeli juara utamanya (Gus dan Yuk), sudah pasti jauh lebih mahal,'' ujarnya.(one) 














Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved