SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional

SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional
 

copy dan paste berita, dengarkan disini!


 

GRATIS langganan via e-mail

Digadang Dongkrak UKM Lokal, Aplikasi Mojomarket Malah Jajakan Produk Luar Pulau


APLIKASI Mojomarket sebagai media penjualan online yang dirancang khusus untuk UKM dan IKM Kota Mojokerto diluncurkan Walikota Mojokerto Ika Puspitasari bareng pembukaan Pameran Mojofest 2019 di Taman Benpas, jalan Benteng Pancasila Kota Mojokerto, Rabu (16/1/2019).

Namun aplikasi yang tampil di layar smartphone besutan Disperindag setempat yang membagi empat menu produk yakni, batik, makanan, kerajinan dan otomotif itu tidak saja masih kering tawaran, ternyata juga mempromosikan produksi perajin daerah lain.

Seperti dalam menu batik, muncul tawaran dua produk, ‘Kain Batik motif kawung’ yang dipasang bandrol Rp 200 ribu dengan deskripsi produk ‘Kain Batik motif kawung Khas Mojokerto, dan ‘Batik Pria Khas Mojokerto’ yang dibandrol Rp 500 ribu, dengan deskripsi produk ‘Motif Surya Majapahit Khas Mojokerto. Kedua produk ini ditawarkan ‘toko Barokah’. Dalam deskripsi penjual, muncul ‘Toko Barokah, Vaniza Raitama, Telp (+62) 430 4523 087, beralamat di Sumanda, Punggung, Tanggamus Regency, Lampung, Indonesia.

Anehnya, lapak jualan online yang digadang-gadang Walikota yang karib disapa Ning Ita itu akan mendongkrak dan mensejahterakan UKM dan IKM Kota Mojokerto justru menonjolkan produk luar pulau itu sebagai ‘Best Seller Batik’.

Sayangnya, selain dua item produk itu, tidak ada konfigurasi produk batik khas kota Mojokerto yang bisa ditemukan di aplikasi berlogo Pemkot Mojokerto dan Surya Mojopahit, lambang kebesaran Kerajaan Mojopahit ini.

Pun demikian dengan produk makanan. Ketika pengguna menyentuhkan jari ke menu kedua ini, akan muncul 10 produk makanan.

5 produk, yakni Roti Bluder Jawa, Rambak Kulit Ikan Patin, Aneka Kue Kering, Samber Pecel Brawijaya dan Kue Kering Anugerah Cookies, dalam deskripsi penjual tampil nama produsen, nomor telpon dan alamat yang berbeda namun semuanya di wilayah Kota Mojokerto.

Yang janggal dan cenderung ‘ngaco’, 5 produk makanan lainnya yang ditampilkan di urutan teratas, dengan branding ‘ Perum Prastuti Fujiati, Ika Nursila Dewi, telpon 0352 1684 885, Brangkal, Sooko, Mojokerto, East Java 61361. Kelima produk itu yakni, satu produk Girengan renyah dengan gambar ‘taman yang didominasi tumbuhan hijau’, dan empat produk Resoles, Gorengan Lezat, Onde dan Lumpia Kering dengan gambar yang sama, yakni tiga buah penganan lumpia yang disajikan di satu nampan.

Yang cukup rapi, pada menu ‘toko favorit’ di tampilan bawah, bersebelahan dengan menu ‘beranda’, tampil katalog penjual produk batik dan makanan plus dua lapak celuler.

Hanya saja, di menu keranjang belanja, tidak ada informasi secuil pun yang bisa ditemui di aplikasi gratis ini.

Dan lagi, tidak ada cara transaksi atau tata pengiriman barang yang ditampilkan di online shop dengan interface yang didominasi warna kuning keemasan yang diharapkan Ning Ita bisa diviralkan masyarakat itu. (one)

Dokrak Omzet UKM, Walikota Luncurkan Aplikasi Mojomarket


Mojokerto-(satujurnal.com)
Walikota Mojokerto Ika Puspitasari meluncurkan aplikasi online bertajuk ‘Mojomarket’ bersamaan dengan pembukaan Pameran Mojofest 2019 di Taman Benpas, jalan Benteng Pancasila, Rabu (16/1/2019).

Berbagai varian produk UKM dan IKM Kota Mojokerto, mulai dari produk garment, kerajinan hingga kuliner ditawarkan melalui aplikasi yang diinisiasi Disperindag setempat itu.

Ruby Hartoyo, Kepala Disperindag, mengatakan, Mojomarket memberikan peluang bagi pelaku industri Kota Mojokerto berperan memajukan perekonomian di Kota Mojokerto.

“Dengan harapan agar lebih mempermudah para pelaku usaha di Kota Mojokerto untuk mempromosikan dan menjual usahanya secara lebih luas dan skala Internasional,” tuturnya.

Walikota Ika Puspitasari yang karib disapa Ning Ita menyampaikan rasa syukur dan bangganya kepada industri kecil menengah dan pelaku usaha di Kota Mojokerto atas peluncuran aplikasi Mojomarket.

Dia berharap, aplikasi Mojomarket akan mampu mendongkrak pendapatan dan kesejahteraan pelaku UKM dan IKM.  

“Mari bersama-sama men-download aplikasi Mojomarket di playstore, kita viralkan bersama bahwa produk UKM dan IKM kota kita layak untuk dibanggakan, layak untuk dibeli, layak untuk digunakan,” ajak dia.

Dikatakan, pembukaan Mojofest 2019 dan peluncuran aplikasi Mojomarket ini sebagai salah satu upaya meningkatkan daya saing, kreativitas, produktivitas para pelaku usaha di Kota Mojokerto. Sehingga diharapkan dapat memacu semangat dan motivasi dalam meningkatkan dan mengembangkan usahanya secara sistematis, berkelanjutan dan terintegrasi.

Pembukaan pameran Mojofest dihadiri Wali Kota Ning Ita bersama suami, Wakil Wali Kota Achmad Rizal Zakaria bersama Ibu Ketua TP PKK Nur Chasanah Achmad Rizal, Sekretaris Daerah Harlistyati, Forkopimda, Kepala OPD, Camat, Lurah serta pelaku usaha. Mojofest 2019 di Taman Benteng Pancasila diikuti 100 pelaku industri kecil menengah dan usaha mikro kecil menengah se-Kota Mojokerto. Masyarakat bisa berbelanja produk-produk Kota Mojokerto di Mojofest yang berlangsung mulai Rabu (16/1) hingga Minggu 20 Januari 2019. (one)

Kota Mojokerto Bebas Sampah 2020, Ning Ita : Bukan Utopia

Mojokerto-(satujurnal.com)
Pemerintah Kota Mojokerto tengah mengampanyekan program "Kota Mojokerto Bebas Sampah 2020".

Gerakan penanganan sampah lebih serius pun dicetuskan Walikota Ika Puspitasari. 

Bahkan, Walikota perempuan pertama di kota mungil padat penduduk ini meyakini, Kota Mojokerto menjadi bebas dari sampah, zero waste 2020 bukan utopia.

"Saya kira ini bukan hanya angan-angan dan khayalan tetapi kita semua harus yakin karena sudah ada daerah yang berhasil menjadi zero waste. Kedepan untuk membebaskan kota kita dari sampah dengan sistem zero waste harus kita realisasikan bersama-sama, dengan peran aktif seluruh masyarakat. Kita harus yakin di 2020 nanti kota kita akan bebas dari sampah,” kata Walikota Ika Puspitasari saat memberi sambutan rombongan kirab piala Adipura di rumah dinasnya, Selasa (15/1/2019).

Pejabat publik yang populer disapa Ning Ita tersebut lebih jauh mengatakan, penganugerahan Adipura yang ketiga kalinya  harus dijadikan   pemacu untuk mencapai target zero waste  kurun dua tahun kedepan.

 “Saya berharap Adipura ini bisa ada tindak lanjut yang lebih baik. Kita punya tenaga atau kader PSN yang jumlahnya lebih dari 1000 orang, Ketua RT, lurah dan 240 orang lebih pasukan kuning. Ini bisa menjadi penggerak motivasi kepada masyarakat dalam mengelola sampah yang bersumber dari rumah tangga.” ujar Ning Ita.

Agar ke depan tidak lagi ada timbunan sampah di TPA setelah ada pemilahan, katanya lagi, harus ada inovasi dari Kota Mojokerto tentang persampahan. 

Selain itu. Ia juga merencanakan merevitalisasi tugu Adipura yang ada di perempatan Jalan Bhayangkara.

“Revitalisasi ini sebagai bentuk rasa syukur dan rasa bangga kita karena itu menunjukkan sebagai pengakuan bahwa kota kita adalah kota bersih,” cetus dia.

Tak hanya itu, ia juga berencana membangun tugu Adipura minimal setinggi 20 meter di pertemuan Sungai Brantas dan Kali Klothok sebagai penanda bahwa Mojokerto adalah kota peraih Adipura dan kota yang sehat. (one)

Kota Mojokerto Kembali Raih Penghargaan Adipura


Jakarta-(satujurnal.com)
Kota Mojokerto kembali menerima penghargaan anugerah Adipura kategori kota sedang untuk periode 2017-2018. Anugerah yang diraih ketiga kalinya ini diserahkan oleh Wakil Presiden RepubIik Indonesia Jusuf Kalla kepada Walikota Mojokerto Ika Puspitasari, di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabhakti, Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, Senin (14/1/2019)

Ning Ita, sapaan populer Ika Puspitasari menyampaikan penghargaan atas peran serta seluruh lapisan masyarakat, juga seluruh pasukan kuning dibawah Dinas Lingkungan Hidup, hingga penghargaan prestisius di bidang kebersihan dan lingkungan hidup kembali bisa berada di kota Mojokerto. “Saya harap Kota Mojokerto akan terus hijau dan bersih,” ujar orang nomor satu di tubuh Pemkot Mojokerto tersebut.

Kedepan, untuk kembali meraih Adipura kembali, Ning Ita ingin bisa berinovasi lebih dalam menangani urusan persampahan di Kota Mojokerto. Adopsi teknologi pengelolaan sampah di Taman Sidoarjo pun sudah ia rencanakan pasca meninjau proses pengolaan sampah di TPA daerah tetangga itu.

“Saya ingin pengolahan sampah di Kota Mojokerto menuju zero waste,” tuturnya.

Disampaikan Ning Ita bahwa upaya ini membutuhkan kerjasama berbagai pihak untuk mewujudkannya.

“Khususnya kepada seluruh masyarakat untuk menjaga perilaku hidup bersih dan sehat. Menjaga kota kita menjadi kota yang lebih bersih dan lebih cantik, karena small is beautiful,” lanjutnya.

Ia berpesan agar masyarakat terlibat secara aktif, minimal di lingkungan rumahnya sendiri untuk selalu membuang sampah, memilah sampah sebelum diangkut oleh pasukan kuning. “Supaya tugas dari teman-teman yang ada di TPS, TPST dan juga TPA menjadi lebih ringan lagi,” tukasnya.

Pemkot Mojokerto merencakan menggelar kirab piala Adipura, dari kantor Walikota menuju rumah dinas Walikota, Selasa (15/1/2019) pagi besok. (one)


Terseret Kasus Dugaan Korupsi PDAM Maja Tirta, Bos Pemasok Tawas Ditahan


Mojokerto-(satujurnal.com)
Selain nama Trisno Nurpalupi, ternyata muncul satu nama baru yang juga sudah resmi menyandang status tersangka dalam kasus korupsi PDAM Maja Tirta Kota Mojokerto yang tengah ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto. Tersangka yang menyusul mantan pucuk pimpinan BUMD milik Pemkot Mojokerto yang kini ditahan di Lapas Kelas IIB Mojokerto tersesbut yakni Maju Sitorus, Direktur Utama PT Chirstmalis Arta Surabaya.

Penahanan terhadap Maju Sitorus hanya berselang tiga hari setelah melakukan tindakan hukum penahanan terhadap mantan direktur PDAM Maja Tirta periode 2013 – 2017 tersebut.

Pemasok bahan kimia jenis tawas itu mulai menjalani penyidikan bulan Juli 2018 silam. Sedangkan perintah penyidikan, penetapan status tersangka dan penahanan dikeluarkan Kajari Kota Mojokerto, Jum’at, 11 Januari 2019.

Kasie Intel Kejari Kota Mojokerto, Barkah Dwi Hatmoko mengatakan, penahanan terhadap Maju Sitorus terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dan penyalahgunaan pengelolaan dana penyertaan modal Pemkot Mojokerto tahun 2013, 2014 dan 2015 dan dana kas PDAM Maja Tirta Kota Mojokerto.

“Malam hari (11/1/2019) langsung kta tahaun selama 20 hari kedepan,” terang Barkah Dwi Hatmoko, Senin (14/1/2019).

Menurut Dwi Hatmoko, penyidik menggunakan alasan subyektif untuk melakukan penahanan terhadap pengusaha swasta tersebut. “Penahanan terhadap tersangka untuk mengantisipasi terjadinya pelaku melarikan diri, menghilangkan barang bukti, hingga kekhawatiran penyidik terhadap tersangka yang akan mengulangi perbuatannya,” tukas dia.

Dipaparkan, penetapan tersangka terhadap Maju Sitoris setelah penyidik menemukan sejumlah alat bukti kuat jika yang bersangkutan turut serta melakukan tindak pidana korupsi dana penyertaan modal Pemkot Mojokerto hingga mencapai Rp 1 miliar.

Dikatakan, sebelum tahun 2013 PDAM mendapat pasokan dari perusahaan tawas. Namun setelah perusahaan yang berdiri tahun 1992 itu dikendalikan Trisno Nurpalupi, urusan tawas dialihkan ke Maju Sitorus supplier bahan kimia PT Chirstmalis Arta.

Namun harga tawas yang dipasok ke PDAM Maja Tirta menurut Dwi Hatmoko, jauh diatas harga pasar.

’’Harganya lebih mahal 100 persen dibanding distributor yang sebelumnya jadi langganan PDAM,’’ tuturnya.

Mark up harga pengadaan tawas pun berjalan setidaknya kurun tiga tahun. Selama itu pula, indikasi korupsi terjadi di tubuh perusahaan pelat merah ini.

Apalagi, mekanisme pengadaan barang dan jasa tidak mengacu aturan yang berlaku, yakni Perpres 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Pengadaan barang dengan nilai diatas Rp 100 juta, dalam ketentuan Prepres itu harus digelar secara lelang terbuka. Namun, pengadaan tawas yang mencapai ratusan juta per tahun itu, dilakukan dengan sistem penunjukan langsung.

Dugaan kongkalikong penggelembungan harta tawas itulah yang akhirnya menyeret Maju Sitorus menjadi salah satu tersangka dalam kasus ini.

Dan kendati sudah ada dua tersangka, namun penyidik Kejari Kota Mojokerto masih terus mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain yang turut menikmati ‘uang tawas’ tersebut.

Seperti diberitakan, mantan Direktur PDAM Maja Tirta Kota Mojokerto periode 2013 -2017, Trisno Nurpalupi ditahan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto, setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi sebesar Rp 1 miliar, Selasa (081/2019).

Ia ditahan di Lapas Kelas II B Mojokerto setelah menjalani pemeriksaan penyidik selama 6 jam, mulai pukul 09:00 WIB.

Ia terjerat kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dan penyalahgunaan pengelolaan dana penyertaan modal Pemkot Mojokerto tahun 2013 hingga 2015 untuk PDAM Maja Tirta Kota Mojokerto. Serta penyimpangan dana kas PDAM Maja Tirta Kota Mojokerto.

Kasus dugaan tindak pidana korupsi di BUMD milik Pemkot Mojokerto tersebut dilakukan tersangka dengan berbagai modus.

"Diantaranya, penggunaan dana modal dan kas tidak sesuai peruntukan, penggunaan dana kas PDAM tidak mendapatkan persetujuan dewan pengawas dan pembelian bahan kimia PDAM tanpa melalui proses pengadaan," ujar Kasie Intel Kejari Kota Mojokerto, Barkah Dwi Hatmoko.

Sekedar diketahui, tahun 2013 Pemkot Mojokerto menggerojok PDAM Maja Tirta hingga Rp 5 miliar. Dana  untuk penyertaan modal tersebut terus diulang di tahun 2014 dengan besaran Rp 5 miliar, tahun 2015 juga sebesar Rp 5 miliar dan tahun 2016 sebesar Rp 5 miliar. (one)

Tinjau Tiga Pasar Tradional, Ning Ita Temui Pedagang


Mojokerto-(satujurnal.com)
Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari dan tim dari Kementerian Perdagangan RI meninjau tiga pasar tradisional. Ketiga pasar yag ditinjau Ning Ita, sapaan karib Ika Puspitasari, yakni Pasar Tanjung Anyar, Pasar Empunala dan Pasar Prajurit Kulon, Jum'at (11/1/2019).

Ia menelusuri sudut-sudut pasar untuk melihat kondisi pasar yang sedianya akan direvitalisasi itu.

Wakil Walikota Achmad Rizal Zakaria, Kepala Disperindag Ruby Hartoyo, Kepala BPPKA Agung Moeljono tampak mendampingi Ning Ita menelusuri sudut-sudut pasar.

Kedatangan walikota perempuan yang baru dilantik satu bulan silam itu cukup menyedot perhatian pedagang, pembeli maupun warga di sekitar pasar.

Walikota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini menemui sejumlah pedagang, berdialog serta menampung keluhan mereka, dari soal sepinya pengunjung, kerusakan bangunan kios hingga kebersihan pasar.

Seperti pada saat di Pasar Prajurit Kulon, Ning Ita dicurhati Suwaji, pedagang pracangan yang sudah 18 tahun menempati pasar tersebut.

“Gentengnya banyak yang bocor Bu, jalannya sudah rusak. Kalau kondisinya seperti ini pembeli tidak nyaman, pasar akan terus sepi,” keluh Suwaji.

Menurutnya, pasar-pasar tradisional di Kota Mojokerto perlu direvitalisasi  sebagai bagian dari peningkatan fasilitas infrastruktur daerah.

“Prinsip saya dalam membangun mesisan sing apik (sekalian yang baik). Karena ini fasilitas untuk masyarakat. Kalau kegunaannya untuk jangka panjang maka ini harus benar-benar kita bangun sebaik mungkin dengan kualitas yang terbaik,” cetus Ning Ita.

Sebelumnya, Ia juga meninjau lokasi Pasar Benteng Pancasila yang luluh lantak akibat kebakaran hebat bulan September 2017 silam. Ini terkait rencana revitalisasi bangunan sentra PKL tersebut.

Ia juga merencakan mendirikan tiga pasar tradisional baru di tiga lokasi.  Selain untuk menghidupkan pasar tradisional, pendirian pasar rakyat itu juga untuk mendukung Program Nasional Revitalisasi 1000 Pasar Tradisional dengan menerapkan program 1 Kelurahan 1 pasar tradisional

“Saya ingin menghidupkan pasar tradisional dengan menambah lokasi baru. Sehingga pedagang kecil di Kota Mojokerto dapat bersaing dengan pasar modern,” kata Walikota Mojokerto Ika Puspitasari saat meninjau tiga titik lokasi yang bakal dibangun pasar tradisional, Jum’at (04/1/2019).

Tiga titik lokasi tersebut yakni di Jalan Ketidur Kelurahan Surodinawan, area Jembatan Rejoto Kelurahan Blooto dan Jalan Kedungsari Kelurahan Gunung Gedangan.

“Pasar tradisional akan dibangun dengan konsep modern. Sehingga pertemuan antara pembeli dan pedagang akan lebih nyaman karena jauh dari kesan kumuh,” tukas Ning Ita.  (one)





LUKA TERJARING RAZIA ( adakah sebuah pembinaan ? )


Oleh : CHOIRUL ANWAR

Razia yang dilakukan Satpol PP Kota Mojokerto, Kamis 10 Januari 2019 terhadap pelajar yang meninggalkan jam pelajaran cukup menarik perhatian penulis. Sebanyak sepuluh pelajar SMP dan SMA sempat diamankan di Kantor Satpol PP setelah terjaring razia di warnet dan disekitar lokasi SMP 5 Kota Mojokerto.

Mereka diberikan pembinaan oleh Walikota bersama Kasatpol PP dan Kepala Dinas Pendidikan didampingi orang tua yang ikut dihadirkan di ruang pertemuan Satpol PP jalan Bhayangkara Kota Mojokerto tersebut.

Tak kurang dari sepuluh awak media baik ekektronik, cetak dan online pun ikut terlibat didalam peliputan. Bahkan para pemburu berita ini setia menunggu kehadiran Walikota hingga beberapa jam lamanya. Pasalnya kepadatan agenda Walikota memaksa Kasatpol PP bersama Kepala Dinas Pendidikan harus bersabar saat menunggu antrian menghadap Walikota untuk melaporkan hasil razia tersebut.

Hingga akhirnya sekitar pukul 14.30 WIB para petinggi Pemkot tersebut hadir dan langsung disambut kamera awak media sampai acara usai sekitar pukul 15.15 WIB. Pun juga tak ketinggalan team rilis Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Mojokerto yang selalu setia mengawal setiap agenda Walikota untuk melaksankan tugas pokok dan fungsi peliputan.

Ning Ita, sapaan akrab Walikota Mojokerto Ika Puspitasari menyapa ramah dengan senyumnya yang khas dan nampak penuh kasih sayang kepada anak - anak para pelajar dan orang tua.

Dengan sikap keibuan dan gaya komunikasi dan interaksi yang akrab. Terkesan santai dan penuh persaudaraan terutama kepada anak - anak. Bahkan saking akrabnya, bak seorang Ibu terhadap anaknya sendiri. Betapa tidak. Runtutan pertanyaan yang disampaikan mulai dari siapa namanya, sekolah mana, kelas berapa, kenapa meninggalkan jam pelajaran dan sebagainya.

Tak satupun pertanyaan yang dilontarkan tanpa ekspresi wajah senyum sembari tangan kanannya yang reflek mengusap kepala dan rambut anak - anak tersebut.

Pemandangan seperti ini mengingatkan penulis akan event tahunan yang acap kali dilakukan secara istiqomah oleh para kiyai, asatidz, tokoh - tokoh agama dikampung - kampung pada setiap 10 Muharam memberikan santunan kepada anak - anak yatim. Melaksanakan sunnah Rasul menyantuni anak - anak yatim dan reflek tangannyapun tergerak mengusap kepala dan rambut pada setiap anam yatim yang sedang disantuni. Terlihat wajah - wajah yatim yang ceria penuh bahagia, bahkan tak jarang terdengar gelak tawa diantara mereka setelah usai acara dan meninggalkan masjid atau musholla dimana mereka diundang untuk menerima santunan.

Karena memberi santunan seperti itu, jika dilakukan dengan hati yang murni tanpa tendensi dan semata - mata hanya mengharap ridlo Allah SWT, maka Allah akan menjamin rizki tentu disertai bertambahnya kebaikan pada kurun waktu satu tahun berikutnya.

Tetapi bedanya dengan anak - anakku para pelajar. Mereka telah lama menunggu, hingga waktu tiba menerima pengarahan dan pembinaan yang dilakukan oleh para petinggi Pemkot. Semua ini dilakukan dengan penuh keterpaksaan karena terjaring razia.

Selain itu tak kujumpai anak - anakku yang telah menunggu duduk berjejer diatas kursi lipat. Tak satupun diantara mereka yang menampakkan senyum manisnya seperti halnya anak yatim. Bahkan beberapa diantaranya nampak sedih bagai tangis yang hampir pecah diambang kelopak matanya.

Mereka semua menundukkan wajah dengan sikap yang tawaddhu' dan tak segan - segan mencium punggung telapak tangan pada saat berjabat tangan.

Tak satupun yang mengesankan wajah mbeling. Bahkan diantara mereka terkesan malu dan menundukkan kepala hingga menekuk wajahnya kearah dada.

Kala kudekati mereka, terdapat salah seorang siswa SMK, ia duduk persis ditengah - tengah diantara deretan teman - temannya. Sikapnya yang kelihatan cukup tenang dengan wajahnya yang ganteng, curhat kepada penulis sambil mengangkat wajahnya yang sejak tadi tertunduk ke arah dada.

"Lha nggih, ngeten niki yok nopo pak, padahal mboten salah kulo dirazia," "(Lha iya, ini bagaimana pak padahal tidak salah tapi saya dirazia )," ungkapnya kepada penulis.

Sebuah ungkapan yang menggambarkan betapa tidak bisa diterima baginya perlakuan ini, jika dikaitkan dengan realitas yang diklaim sebuah pelanggaran bagi para pelajar yang bolos sekolah atau lebih halus bisa dikatakan meninggalkan jam pelajaran.

"Sabar," sergahku sambil sedikit memberikan motivasi." Hitung - hitung ikut sedikit menambah arahan, pembinaan dan motivasi yang baru saja disampaikan Ning Ita", gumamku. "Karena siapa tahu, hal ini bisa menyembuhkan sedikit luka terjaring razia." lanjutku bergumam dalam hati.

Tampak ada sedikit perubahan pada wajah mereka. Hitam bola matanya berbinar menyiratkan semangat menatap masa depan. Penulis katakan kepada mereka. "Peristiwa ini harus kita respon dengan khusnudzon (positive thinking). Anggap ini adalah sebuah proses yang harus dilalui dan tak terhindarkan. Siapa tahu karena peristiwa ini, anda semua akan menjadi orang - orang besar di negeri ini", tandasku kepada mereka, yang dijawabnya dengan kata "Aamiin" secara sepontan dan bersama - sama.

Tetap semangat anak - anakku. Kau adalah anak yang baik. Aku tahu. Karena baru beberapa langkah aku meninggalkanmu dari ruangan itu. Seorang ustadzah yang menjemputmu, berkata, " kau adalah anak yang baik. Kau penurut dan tawaddhu'. Kau sedang istirahat. Kau sedang foto copy diluar pagar tak jauh dari sekolah."


Semoga hal ini menjadi i'tibar bagi kita semua. Membangun sinergitas dan kerjasama yang istiqomah antara Pemerintah, keluarga maupun masyarakat demi terwujudnya generasi penerus bangsa yang berakhlaqulkarimah. Aamiin...*)

*) Penulis adalah Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kota Mojokerto.

Satpol PP Musnahkan Ratusan Botol Minol Sitaan


Mojokerto-(satujurnal.com)
Ribuan botol minuman beralkohol (minol) berbagai golongan dan minuman keras oplosan dimusnahkan aparat Satpol PP Kabupaten Mojokerto, Kamis (10/1/2019).

Minol dan miras oplosan yang dimusnahkan merupakan barang bukti dan hasil temuan selama razia pemangku ketertiban umum tersebut kurun 2018.

Bupati Mojokerto, Pung Kasiadi, Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno, Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono, sejumlah pejabat Pemkab Mojokerto serta tokoh agama dan tokoh masyarakat menyaksikan pemusnahan yang dilakukan di kantor Satpol PP, Mojosari tersebut.

“Minol yang dimusnahkan sebanyak 752 botol, arak 25 botol dan 1.744 botol minol kosong hasil sitaan dan temuan dalam razia gabungan," Ujar Kepala Satpol PP Kabupaten Mojokerto, Suharsono.

Satu unit alat berat jenis buldozer digerakkan untuk menggilas ribuan botol minol tersebut
Selain barang bukti minol dan miras oplosan, juga dimusnahkan dengan cara dibakar 6.545 lembar banner, spanduk dan umbul-umbul yang disita lantaran menyalahi peraturan daerah.  
Dipaparkan Suharsono, upaya penegakan peraturan perundang-undangan yang dilakukan pihaknya kurun 2018 antara lain melalui penyuluhan, pengawasan dan pembinaan, sedikitnya dilakukan sebanyak 53 kegiatan. Sedangkan tindakan non yustisi sebanyak 40 kegiatan. “Penertiban pelanggaran perda sebanyak 64 kegiatan dan tindakan yustisial yakni sidang tipiring di PN Mojokerto sebanyak 19 kasus,” ujarnya.

Bupati Mojokerto, Pung Kasiadi mengatakan, pemusnahan minol dan miras yang dilakukan aparat Satpol PP bagian dari langkah penegakan peraturan perundang-undangan.

Menurutnya, diperlukan sinergitas dari semua pihak untuk penegakan peraturan perundang-undangan sekaligus upaya penghentian peredaran miras ilegal.

“Penghentian peredaran miras ilegal bukan hanya tugas pemerintah dan  aparat saja, tapi juga masyarakat juga harus punya komitmen yang kuat,” ingatnya. (one)


Kalimati Masuk Nomine Lomba LBS, Cak Rizal Optimis Menang


Mojokerto-(satujurnal.com)
Wakil Walikota Mojokerto, Achmad Rizal Zakariah optimis Lingkungan Kalimati, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto mampu tampil terbaik dalam lomba Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS) Lomba Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2019.

“Kalau mau ikut lomba sebenarnya bisa kita carikan lingkungan yang sudah siap. Tetapi TP PKK Kota Mojokerto mencarikan lingkungan yang betul-betul aktif di dalam hal kebersihan. Semoga bisa sukses dalam lomba ini,” ujar Cak Rizal, sapaan Achmad Rizal Zakariah saat menerima
tim Monitoring Evaluasi (Monev) Terpadu di Kalimati Gang 1 Kota Mojokerto Kamis (10/12/2019).

Cak Rizal mengatakan, lingkungan Kalimati berhasil keluar sebagai nominasi dalam lomba LBS tingkat Jawa Timur lantaran memiliki sejumlah poin unggulan. Terlebih, meski berdekatan dengan pasar tradisional terbesar, Pasar Tanjung Anyar, namun jauh dari kesan kumuh. Sebaliknya, kondisi lingkungan Kalimati memenuhi syarat sesuai dengan kriteria yang ditentukan serta sudah mempunyai inovasi sebagai pendukung mengikuti lomba LBS. 

“Ya optimis menang lah,” katanya.

Ketua TP PKK Kota Mojokerto Nur Chasanah Achmad Rizal mengatakan, terdapat sejumlah inovasi yang ada di lingkungan Kalimati, diantaranya biopari, kawasan CTPS (cuci tangan pakai sabun), kawasan tertib rokok, sudah ada bank sampah di semua RW, Posko Paman (posko pangan aman), sudah ODF (Open Defecation Free/stop buang air besar sembarangan), lingkungan Kasih Setia (Kampung Bersih, Sehat, Teduh, Indah dan Aman).

Lingkungan Kalimati juga telah mendapatkan prestasi yaitu kelurahan terbaik pelaksanaan PKMBP tahun 2010, juara III lomba kelurahan berseri tahun 2017, dukungan terhadap pemerintah Kota Mojokerto atas penghargaan Kota Layak Anak Kategori Pertama Tahun 2017, kawasan tertib rokok (RW 03 Lingkungan Jagalan) tahun 2017.

Dalam kesempatan ini Ketua TP PKK juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh OPD terkait yang memberikan pembinaan kepada warga di lingkungan Kalimati, juga tokoh masyarakat, PKK dan kader yang mempertahankan lingkungan Kalimati tetap menjadi lingkungan bersih dan sehat.

“Saya berharap dengan kerja sama yang baik dari semua pihak, lingkungan Kalimati menjadi juara dengan nomor terkecil di lomba tingkat Provinsi ini,” serunya.

Ketua tim Monev Terpadu, Kristin Anom Surahno menyampaikan bahwa LBS adalah satu lomba yang diadakan dalam rangka hari Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan. “Setiap tahun diadakan lomba dengan 4 kriteria, yaitu Posyandu, KB, LBS dan PHBS. Tahun ini Kota Mojokerto mengikuti lomba LBS,” kata Kristin. 

Kedatangan Tim Monev ke Kota Mojokerto hanya untuk memonitoring dan mengevaluasi profil yang sudah dikirimkan ke TP PKK Provinsi. “Kami terjun untuk mencocokkan apa yang ada pada profil dengan kondisi sebenarnya. Dan Kota Mojokerto sudah menjadi nominator dari 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur bersama Kabupaten Gresik dan Kabupaten Trenggalek,” tukas Kristin. (one)


Diduga Korupsi Rp 1 Miliar, Mantan Direktur PDAM Maja Tirta Ditahan

Mojokerto-(satujurnal.com)
Mantan Direktur PDAM Maja Tirta Kota Mojokerto periode 2013 -2017, Trisno Nurpalupi ditahan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto, setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi sebesar Rp 1 miliar, Selasa (081/2019).

Ia ditahan di Lapas Kelas II B Mojokerto setelah menjalani pemeriksaan penyidik selama 6 jam, mulai pukul 09:00 WIB.

Kasi Intelejen Kejari Kota Mojokerto, Dwi Hatmoko, mengatakan, sesuai surat penetapan Kejari Kota Mojokerto No 1 tahun 2019, tersangka ditahan selama 20 hari.

“Pada hari ini juga langsung kami lakukan penahanan terhadap tersangka Trisno Nurpalupi, berdasarkan surat Kejari Kota Mojokerto 01 Januari sampai 20 hari kedepan,“ kata Hatmoko.

Dijelaskan, tersangka terjerat kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dan penyalahgunaan pengelolaan dana penyertaan modal Pemkot Mojokerto tahun 2013 hingga 2015 untuk PDAM Maja Tirta Kota Mojokerto. Serta penyimpangan dana kas PDAM Maja Tirta Kota Mojokerto.

Kasus dugaan tindak pidana korupsi di BUMD milik Pemkot Mojokerto tersebut dilakukan tersangka dengan berbagai modus.

"Diantaranya, penggunaan dana modal dan kas tidak sesuai peruntukan, penggunaan dana kas PDAM tidak mendapatkan persetujuan dewan pengawas dan pembelian bahan kimia PDAM tanpa melalui proses pengadaan," ujarnya.

Dikatakan, pihaknya akan terus mengembangkan kasus tersebut. Dari hasil audit BPKP, diduga masih ada beberapa direksi PDAM Maja Tirta yang ikut terlibat korupsi yang merugikan negara hingga Rp 1 milyar.

 “Terkait apakah ada tersangka lain, ini masih dalam proses pendalaman teman-teman penyidik. Apapun hasil penyidikan, nantinya teman-teman akan mengetahui karena akan kami update kembali,” terang Hatmoko.

Sekedar diketahui, tahun 2013 Pemkot Mojokerto menggerojok PDAM Maja Tirta hingga Rp5 miliar. Dana  untuk penyertaan modal tersebut terus diulang di tahun 2014 dengan besaran Rp5 miliar, tahun 2015 juga sebesar Rp5 miliar dan tahun 2016 sebesar Rp5 miliar. (one)


Bedah Anggaran, Ning Ita : Bidang Infrastruktur Belum Penuhi Mandatory Spending


Surabaya-(satujurnal.com)
Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari melakukan bedah anggaran dalam APBD 2019. Satu persatu anggaran dicermati kepala daerah yang baru satu bulan memegang kendali Pemkot Mojokerto tersebut.

Walikota perempuan pertama yang populer disapa Ning Ita itu pun menilai, postur APBD 2019 untuk urusan pembangunan infrastruktur belum memenuhi mandatory spending.

“Tahun 2019 ini adalah masa transisi dari RPJMD sebelumnya. Saya  berharap kepada masing-masing OPD agar dapat menyesuaikan pelaksanaan APBD 2019 ini untuk mengarah pada RPJMD yang baru, yang sekarang masih dalam proses penyusunan,” kata Ning Ita saat membuka acara rapat koordinasi program pembangunan dan verifikasi DPA SKPD Pemerintah Kota Mojokerto tahun anggaran 2019. di Hotel Novotel Surabaya, Selasa (08/1/2019).

Sebagaimana ketentuan belanja atau pengeluaran yang sudah diatur oleh undang-undang atau mandatory spending, ujar dia, untuk urusan pembangunan infrastrutur yakni 25 persen dari kekuatan anggaran. Tapi dalam APBD 2019, urusan ini berada di kisaran 18,03 persen. Untuk memenuhi ketentuan itu, harus ditekankan beberapa hal.

“Masing-masing OPD harus melakukan efesiensi anggaran dengan melaporkan kepada saudara Sekretaris Daerah dan Kepala BPPKA. Guna melaksanakan program kegiatan yang sesuai dengan visi misi saya, pada triwulan ketiga dan keempat tahun 2019,” tandasnya.

Ning Ita menyebut, anggaran yang harus diefisiensi diantaranya biaya perjalanan dinas, sosialisasi, pelatihan, studi banding, dan kegiatan-kegiatan lain yang bersifat seremonial.

“Saya menargetkan untuk perubahan APBD tahun anggaran 2019  ini agar bisa dipercepat waktunya. Supaya program pembangunan yang menjadi atensi tersebut dapat segera dilaksanakan,” tegas Ning Ita.

Dihadapan Wakil Walikota Achmad Rizal Zakaria, Sekretaris Daerah Harlistyati, Asisten, serta kepala OPD di jajaran Pemerintah Kota Mojokerto dan narasumber, Muhamad Valiandra, Kasubdit Perencanaan Anggaran Daerah Wilayah II Kementerian Dalam Negeri, Ning Ita menyatakan untuk urusan wajib bidang pendidikan dan kesehatan sudah memenuhi mandatory spending.

“Urusan pendidikan minimal 20 dari total belanja dan urusan kesehatan minimal 10 persen dari total belanja,” imbuhnya.

Ia pun meminta ASN Pemkot Mojokerto untuk tidak menjadikan masa lalu yang kurang baik sebagai beban.

“Kita jangan merasa terbebani dengan masa lalu kita yang tidak baik. Tetapi ini adalah titik awal kita dengan semangat baru. Di awal 2019 ini untuk terus melangkah berbenah di internal kita untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” harap dia.

Ia pun membeber tahapan yang akan ia garap untuk membawa Kota Mojokerto lebih maju. Tahapan yang pertama adalah penyusunan RPJMD Tahun 2019-2023 yang merupakan penjabaran dari visi dan misi selama lima tahun kedepan. Guna terwujudnya Kota Mojokerto yang berdaya saing, mandiri, demokratis, adil makmur-sejahtera dan bermartabat.

“Untuk itu saya menyampaikan khususnya kepada saudara Sekretaris Daerah untuk mendukung dan berperan aktif dalam mewujudkan visi dan misi saya. Diharapkan seluruh OPD bisa mengaplikasikan serta melaksanakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing,” tegasnya.

Dia mengingatkan, agar setiap OPD segera menayangkan semua kegiatan tahun 2019 pada Aplikasi SIRUP paling lambat minggu pertama bulan Pebruari 2019.

“Saya harap seluruh OPD memperhatikan beberapa hal yang menjadi atensi saya, segera laksanakan program yang sudah direncanakan agar pembangunan di Kota Mojokerto dapat segera dinikmati oleh seluruh masyarakat,” tekannya. (one)



Temui Jemaat Gereja, Ning Ita Sampaikan Visi Misi


Mojokerto-(satujurnal.com)
Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari kian rajin menyampaikan visi misinya ke berbagai kalangan. Kepala daerah yang dilantik Gubernur Jawa Timur Soekarwo 10 Desember 2018 ini bahkan menghabiskan akhir pekannya untuk menemui warga dan elemen masyarakat untuk menandaskan komitmennya membangun Kota Mojokerto.

Seperti saat memenuhi undangan jemaat Gereja Allah Baik, di Jalan HOS Cokroaminoto, Kota Mojokerto, Minggu (6/1/2019). Ning Ita, sapaan karib walikota Mojokerto perempuan pertama ini pun menyampaikan keinginannya mewujudkan visi misi program kerja yang telah dijanjikan kepada masyarakat Kota Mojokerto bersama pasangannya, Wakil Walikota Achmad Rizal Zakaria.

“Selama lima tahun ke depan, saya bersama Wakil Walikota Achmad Rizal Zakaria akan berusaha semaksimal mungkin mencurahkan energi dan pikiran untuk membangun Kota Mojokerto. Mewujudkan visi misi program kerja yang kami dijanjikan kepada masyarakat Kota Mojokerto,” ujar Ning Ita.

Pemimpin sebelumnya, kata Ning Ita, telah meletakkan dasar- dasar pembangunan, maka kewajiban saya beserta bapak wakil walikota dengan dukungan seluruh lapisan masyarakat akan melanjutkan pembangunan untuk mewujudkan Kota Mojokerto yang berdaya saing, Kota Mojokerto yang mandiri, demokratis, adil, makmur, sejahtera dan bermartabat.

“Fokus kami pada program 5 tahun kedepan adalah mewujudkan amanat  undang-undang  atau mandatory spending  25 persen  minimal dari APBD untuk pembangunan infrastruktur,” tandasnya.

Dipaparkan, infrastruktur yang pertama akan difokuskan untuk pemerataan seluruh infrastruktur di seluruh wilayah Kota Mojokerto. 

“Yang kedua akan difokuskan untuk memfasilitasi ekonomi yang berbasis kerakyatan atau UKM dan IKM. Serta yang ketiga infrastuktur akan difokuskan untuk pembangunan bank sampah,” jelas Ning Ita.

Menurutnya, ketiga pembangun infrastruktur tersebut dipilih karena merujuk pada visi misi dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

‘Spirit of Majapahit’ dijadikan Ning Ita semangat dalam mengemban amanah warga Kota Mojokerto.

“Kita semua wajib mengingat kembali kita pernah menjadi bagian kerajaan yang sangat besar pada abad 12 yaitu kerajaan Majapahit, karena itu dikota yang kecil ini saya ingin membawa semangat yang besar yaitu semangat membangkitkan kembali masa keemasan Majapahit mewujudkan Kota Mojokerto yang kecil ini menjadi Kota Mojokerto yang indah, ‘small is beautifull’,” cetusnya..

Apa yang menjadi cita-cita saya, ujar Ning Ita lebih lanjut, tentu akan bisa terwujud, akan bisa terealisasi sesuai dengan yang saya inginkan dengan bantuan dan kerjasama dari seluruh pihak termasuk partisipasi masyarakat Kota Mojokerto.

“Karena itu pada kesempatan malam hari ini saya ingin menyampaikan mohon dukungan, mohon partisipasi bapak ibu semuanya mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan dari seluruh program kerja kami, bapak ibu bisa terlibat secara aktif,”tukas ia.

Dengan partipasi aktif dari seluruh masyarakat, katanya lagi, apa yang ingin diwujudkan untuk pemerintahan ini menjadi pemerintahan yang bersih dan transparan akan terwujud. (one)

Benahi Kota Mojokerto, Ning Ita Sorong Raperda Zonasi


Mojokerto-(satujurnal.com)
Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Detil Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kota Mojokerto 2018 – 2038 yang disorong Pemkot Mojokerto akhirnya disetujui Dewan setempat untuk dibahas. Nantinya jika produk hukum daerah ini berlaku, Pemkot memiliki dokumen acuan dalam pelaksanaan pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang di wilayah Kota Mojokerto kurun duapuluh tahun kedepan.

Persetujuan pembahasan raperda termaktub dalam pengambilan keputusan Dewan dalam rapat paripurna ,dipimpin Ketua DPRD Kota Mojokerto Febriana Meldyawati dihadiri Walikota Mojokerto Ika Puspitasari, Senin (7/1/2019).

Dalam rapat paripurna dengan agenda penyampaian laporan gabungan Komisi, pengambilan keputusan Dewan terhadap raperda, penandatanganan keputusan bersama DPRD dan Berita Acara persetujuan bersama tersebut Walikota menyampaikan pendapatnya.

"Kami berharap kebijakan yang kita susun dalam bentuk raperda dapat kita laksanakan dengan baik dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kota Mojokerto untuk mewujudkan visi misi Kota Mojokerto serta memberikan manfaat kepada masyarakat secara menyeluruh," ujar Walikota yang populer disapa Ning Ita tersebut saat penyampaian pendapat akhir atas raperda.

Sesuai Permendagri, lanjut Ning Ita, hasil pembahasan raperda harus disampaikan ke Gubernur. “Penyampaian raperda kepada Gubernur bertujuan agar raperda tersebut sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi dan tidak  bertentangan dengan kepentingan umum. Setelah dilaksanakan evaluasi oleh Gubernur maka raperda akan disesuaikan dengan hasil evaluasi,” cetus dia.

Kemudian, tegas Ning Ita, hasilnya akan disampaikan kepada DPRD Kota Mojokerto untuk memperoleh persetujuan pimpinan DPRD. “Karena persetujuan pimpinan DPRD merupakan kelengkapan nomor register kerja dari Gubernur Jawa Timur,” imbuhnya.

Turut hadir dalam rapat paripurna, Wakil Walikota Achmad Rizal Zakaria, Sekretaris Daerah Harlistyati, Kepala Kejaksaan Negeri Halila Rama Purnama, Wakapolresta Mojokerto serta segenap kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto. (one)


Back To Top