SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional

SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional
 

copy dan paste berita, dengarkan disini!


 

GRATIS langganan via e-mail

Temui Pedagang Pasar Jombang, Ini yang Dilakukan Cabup PDI Perjuangan

Jombang-(satujurnal.com)
M Syafiin, Bakal calon Bupati Jombang yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Hanura memiliki cara yang berbeda untuk menarik perharian masyarakat. Bagaimana tidak, pria yang akbrab disapa Gus Syaf ini blusukan ke pasar, bahkan juga membeli dagangan para penjual dipasar dalam jumlah yang tidak sedikit, seperti yang ia lakukan Senin (15/01/2018).

Sasaran pertama yakni Pasar Peterongan. Dipasar itu Gus Syaf langsung menuju lapak pedagang sayuran dan ikan. Diapun nampak membeli ikan asin,cabai,telur dan sejumlah komuditas lainya. Tentu saja hal ini mmebuat para pedagang gembira dan bersyukur.

Siti Maslikah (42), pedagang cabai di Pasar Peterongan, Jombang, tak henti berucap syukur. Betapa tidak, cabai yang ia jajakan di pasar tersebut ludes diborong M Syafiin atau Gus Syaf.

"Alhamdulillah dagangan saya diborong. Malah uang kembaliannya juga dibonuskan untuk saya. Tadi dibeli Rp 50 ribu, padahal tidak sampai satu kilogram," ujar Siti yang sudah berjualan di pasar Peterongan selama 10 tahun lebih.

Nasib beruntung itu bukan hanya dialami Siti. Namun juga sejumlah pedagang lainnya. Mulai pedagang daging ayam, pedagang sayur, pedagang kerupuk, pedagang pisang, hingga pedagang kue. Bahkan dalam kesempatan itu, Gus Syaf bersama rombongan juga mampir di warung nasi pecel 'Mbak Muna'.

Tentu saja, sang pemilik langsung kaget begitu rombongan singgah di warung tersebut. Apalagi, ketika mantan Kabiro Umum Sekretaris Militer Presiden ini memesan sepiring nasi pecel. Usai menyantap hidangan, Gus Syaf juga menggratiskan seluruh pengunjung warung nasi pecel tersebut. Mbak Muna, pemilik warung, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Dagangannya habis lebih cepat dari biasanya.

Usai dari pasar Peterongan, bakal calon Bupati Jombang yang juga didukung PKPI dan PBB itu bergeser ke pasar Mojoagung untuk menyapa warga. Lagi-lagi, di pasar tersebut, rombongan disambut hangat oleh pedagang dan pengunjung pasar. Tidak jarang, mereka berebut salaman dan foto selfi dengan Gus Syaf yang merupakan kerabat Mursyid Tarekat Shiddiqiyah Ploso Jombang tersebut.

Pedagang juga ketiban rezeki. Karena pria berkumis ini memborong dagangan yang dijajakan. Belanjaan tersebut kemudian dibagikan secara gratis kepada para pengunjung.

 "Saya minta doa restu untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Jombang periode 2018-2023," ujar Gus Syaf ketika bersalaman dengan pedagang.

Pasar Mojoagung bukan titik akhir Gus Syaf bersama rombongan melakukan blusukan. Acara menyapa warga itu diakhiri di pasar loak Mojoagung. Dalam kesempatan tersebut, Gus Syaf tak segan memperkenalkan diri kepada para pedagang.

Usai blusukan, Gus Syaf mengatakan, dirinya sengaja memilih pasar untuk menyapa warga. Alasannya, lokasi tersebut merupakan pusat aktifitas warga asli Jombang. Selain itu juga untuk mengetahui kondisi pasar secara langsung. Karena peran pasar sangat penting bagi perekonomian warga sekitar.

"Alhamdulillah sambutan warga sangat bagus. Kita juga bisa berbagi dengan mereka. Soal kondisi pasar itu sendiri, masih banyak yang perlu dibenahi. Perlu direvitalisasi. Kalau nanti saya dipercaya memimpin Jombang, secepatnya saya benahi," tuturnya.


M Syafiin berpasangan dengan Choirul Anam dalam Pilkada Jombang yang digelar 27 Juni 2018. Pasangan yang menggunakan akronim Syahrul (Syafiin-Chorul) ini memiliki modal 11 kursi. Rinciannya, PDIP (9 kursi) dan Partai Hanura (2 kursi). Selain itu juga didukung parpol non parlemen, yakni PKPI dan PBB. (tar)

Ratusan Siswa SMKN 1 Jatirejo Demo, Tuntut Kasek Lengser

Mojokerto-(satujurnal.com)
Kepala SMKN 1 Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Irni Istiqomah dituntut lengser oleh ratusan siswanya. Tuntutan yang digelar dalam aksi demo di jalan raya Desa Sumengko, Jatirejo Selasa (16/1/2018) pagi itu, tak pelak menarik perhatian pengguna jalan. Akses jalan pun sempat tertutup lantaran aksi mereka .

Namun aksi yang melibatkan tidak kurang dari 500 siswa itu tak berlangsung lama, petugas polsek setempat bertindak tegas membubarkan aksi mereka.

Mereka pun bergeser masuk ke halaman sekolah. Sejumlah siswa yang tengah mengikuti pelajaran memilih bergabung.

Aksi yang didominasi siswa kelas XII itu bentuk protes mereka lantaran kebijakan kepala sekolah yang mereka nilai berujung pungutan liar.

Seraya membentangkan sejumlah spanduk bertuliskan : stop pungli, orang tua kami bukan ATM, uang sekolah buat holiday hingga yang bernada desakan, turunkan kepala sekolah.

"Kami minta bu Irni (Irni Istiqomah, kepala sekolah) diturunkan dari jabatannya," lontar BA, salah satu siswa kelas XII.

Upaya mereka tak membuahkan hasil. Kepala sekolah yang mereka tunggu tidak berada di tempat. Mereka mengancam akan terus melakukan mogok belajar hingga mendapat tanggapan dari pihak sekolah maupun Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. (one)


Masih Butuh Dana Besar, Panitia Ajak Masyarakat Rampungkan Rehab Masjid Agung Al Fattah

Mojokerto-(satujurnal.com)
Rehab berat Masjid Agung Al Fattah Kota Mojokerto masih membutuhkan dana sekitar Rp 26 miliar. Rencananya, dana tersebut digunakan untuk melanjutkan rehab sejumlah bagian bangunan masjid hingga tuntas tahun 2019 mendatang.

Sampai saat ini, dana yang terserap untuk rehab berat masjid yang dimulai tahun 2015 tersebut sebesar Rp 22,4 miliar. Dana puluhan miliar itu bersumber dari bantuan hibah Pemkot Mojokerto dalam dua tahun anggaran sebesar Rp 15 miliar, Pemprov Jawa Timur Rp 1 miliar, kas takmir masjid Rp 3,1 miliar dan sumbangan masyarakat Rp 3,3 miliar.

Sementara masih besarnya dana yang dibutuhkan, menyebabkan panitia harus bergerak aktif menggalang dana dari berbagai pihak, diantaranya dari BUMN, BUMD, perusahaan swasta maupun perorangan.

Upaya proaktif menyentuh pihak BUMN, BUMD dan swasta itu karena tahun ini Pemkot Mojokerto dipastikan tidak mengucurkan dana hibah untuk rehab Masjid Agung Al Fattah. Selain itu, sejauh ini belum ada sinyal dari Pemprov Jawa Timur terkait bantuan dana hibah rehab masjid yang sudah diajukan panitia.

“Donasi dari berbagai pihak, seperti BUMN, BUMD, perusahaan swasta dan perorangan sangat diharapkan untuk kelangsungan tahapan rehab masjid,” kata Ketua Takmir Masjid Agung Al Fattah Kota Mojokerto, KH Soleh Hasan, Selasa (16/1/2018).

Pemkot Mojokerto, imbuh Kyai Soleh, baru bisa memberikan dana hibah kembali tahun 2019.

“Aturannya, dana hibah tidak bisa diberikan secara terus menerus untuk sasaran penerima yang sama,” ujarnya.

Menurut Kyai Soleh, sejumlah perusahaan swasta di Kota Mojokerto telah memberikan donasi untuk rehab masjid.

Diharapkan, hal serupa akan dilakukan perusahaan-perusahaan lainnya.

Pun donasi dari perorangan sangat diharapkan agar rehab masjid bisa terealisasi sesuai target.

Sekretaris Panitia Rehab Masjid Agung Al Fattah Kota Mojokerto, Choirul Anwar mengatakan, sampai saat ini rehab masjid untuk bagian struktur sudah mencapai 75 persen. Sedangkan untuk bagian arsitektur 35 persen.

Struktur bangunan lain yang sudah rampung direhab yakni mihrof berdinding dan berlantai marmer impor Italia serta rehab bagian masjid di bagian utara.

“Sekarang rehab memasuki tahapan keempat. Di tahapan ini digarap rekontruksi empat pilar atau empat soko guru berdiameter 50 centimeter ke bentuk aslinya dengan mengembalikan bentuk asli ukir dan warna asli kayu.  Namun, fungsinya bukan lagi sebagai pilar penyangguh melainkan sebagai ornamen. Tinggi soko guru dinaikkan dari 10 meter menjadi 13,5 meter,” terangnya.

Choirul Anwar menyebut, pekerjaan di bangunan utama pilar penyangga memang yang paling rumit dan menyerap anggaran lumayan besar. Untuk kerangka baja saja menghabiskan dana tidak kurang dari Rp 800 juta rupiah. Sedangkan lantai marmer diantara empat soko guru berjarak 4,6 meter dipesan khusus dengan kualitas super dengan anggaran sekitar Rp 1,9 miliar. Selain pilar, yang tampak tengah digarap yakni kubah utama yang dihiasi kaligrafi bernuasa Timur Tengah.

Meski terjadi rehab berat, ujar Choirul Anwar, namun struktur bangunan masjid yang memiliki nilai historis, seperti soko guru itu tetap dipertahankan.

Sedangkan sesuai perencanaan, jika keseluruhan rehab rampung, masjid terbesar di Kota Mojokerto ini akan mampu menampung sekitar 3000 jamaah, atau dua kali lipat dari kapasitas sebelumnya, 1500 jamaah.

Choirul Anwar yang juga menjabat Kabag Humas Pemkot Mojokerto ini optimis rehab berat masjid yang didirikan tahun 1877 oleh Bupati Mojokerto, RAA Kromojoyo Adinegoro tersebut rampung sesuai jadwal. Apalagi kepanitiaan rehab masjid yang dikawal 46 anggota dari berbagai unsur dan elemen masyarakat, antara lain Wakil Gubernur Jawa Timur, Walikota Mojokerto dan unsur Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), para kyai dan tokoh masyarakat terus proaktif melakukan penggalangan dana.
Dan yang pasti, meski masjid dalam kondisi rehab, namun sama sekali tidak mempengaruhi aktivitas jamaah.

"Karena rehab dilakukan secara bertahap, bukan total, semisal dengan merobohkan seluruh bangunan masjid," tukas Choiru Anwar.

Sementara itu, dalam catatan panitia rehab masjid, Masjid Agung Al Fattah mengalami beberapa kali direhab..

Rehab pertama, 1 Mei 1932 atau lebih dari setengah abad sejak difungsikan 12 April 1878. Rehab pertama masjid yang digarap Comite Lit atau panitia pemugaran yang terdiri dari Bupati Kromojoyo Adinegoro memakan waktu sekitar dua tahun. Peresmian rehab dilakukan M.Ng Reksoamiprojo, Bupati  Mojokerto ke -IV - V pada 7 Oktober 1934.

Pada 11 Oktober 1966, masjid ini diperluas lagi oleh R Sudibyo, Wali Kota Mojokerto dan diresmikan pada 17 Agustus 1968. Setahun kemudian, tepatnya 15 Juni 1969 Bupati RA Basuni juga melakukan perluasan.

Setelah hampir 100 tahun berdiri, ternyata masjid ini tidak memiliki nama. KH Achyat Chalimy pengasuh Ponpes Sabilul Muttaqin memberi nama masjid ini dengan nama Masjid Jamik Al Fattah.

Di era Walikota Mojokerto, Moh Samiudin, 4 April 1986 Masjid Jamik Al Fattah dipugar lagi. Nama Masjid Jamik Al Fattah pun kemudian diganti menjadi Masjid Agung Al Fattah. (one)

Jombang-(satujurnal.com)
Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab – Sumrambah menggelar deklarasi di Alon-alon Jombang, Minggu (13/1/2018).

Ribuan orang tampak memenuhi arena  deklarasi duet petahana dan pengusaha yang diusung PPP, Partai Demokrat, Partai Gerindra dan Partai non parlemen, Permisi tersebut.

Deklarasi calon kontestan Pemilihan Bupati Jombang 2018 ini sebagai wujud silaturahmi dengan warga tersebut diawali aksi long march dari Ringin Contong  menuju alun-alun Jombang bersama ratusan pendukung.

Di Alun-alun, ribuan pendukung yang didominasi pria bersarung, kopiah dan perempuan berjilbab siap menyambut pasangan kandidat orang nomor wahid di Jombang ini.

Sejumlah pengurus dan kader partai pengusung dan pendukung turut hadir meramiakan deklarasi.

Sekretaris DPC PPP Jombang, Ja’far Shodiq mengatakan, deklarasi ini merupakan bentuk silaturrahmi pasangan Mundjidah – Sumrambah bersama para pengusung kepada masyarakat. Ini sekaligus untuk meminta doa restu dalam memenangkan Pilkada Jombang 2018.

“Dukungan sangat berarti bagi kami demi mewujudkan harapan dan cita-cita masyarakat Jombang bebas pungli,” kata Ja’far Shodiq.

“Data yang masuk, perkiraan ada 40 ribu orang yang datang pada deklarasi kali ini. Acara ini juga dihadiri para kiai dan tokoh masyarakat Jombang,” papar Ja’far Shodiq. (tar)

OP Beras Bulog Sepi Peminat



Jombang-(satujurnal.com
Bulog menggelar operasi pasar beras medium di sejumlah pasar  tradisional di Jombang, Jum’at (12/1/2018), menyusul kelangkaan beras di pasaran dalam sepekan ini. 

Namun, meski Bulog melepas beras medium Rp 9.200 perkilogram, namun tak begitu diminati pembeli. Ini lantaran kwalitas beras medium dinilai kurang baik. Sebaliknya para pembeli cenderung memilih beras predium, kendati harganya jauh lebih mahal. 

Aris, salah satu pedagang beras eceran mengatakan, beras premium diminati karena kualitasnya lebih bagus daripada beras medium. Ia kulakan eras premium jenis Bramu di tingkat grosir seharga Rp 11.500 perkilogram. Ia menjualnya kembali Rp 12.000 perkilogram. 

“Memang untungnya sedikit (Bramu), tapi omzet lumayan banyak. Kalau stok jenis medium, terancam merugi. Karena beras medium kurang peminat,” ujar Aris. 

Sementara itu, Alim, salah satu pedagang grosir beras menjual beras medium yang dipasok dari Bulog setiap harinya menghabiskan 6 ton beras medium. “Harga eceran dipasaran dipatok Rp 9.350 perkilogram. Sedangkan beras OP Rp 9.200 (rg) 

Pilwali Mojokerto, Suara Nadliyin Jadi Rebutan Pasangan Calon


Mojokerto-(satujurnal.com

Suara kaum Nahdliyin akan diperebutkan kontestan Pilwali Mojokerto.2018. 

Setidaknya, tiga pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota dipastikan akan mendulang dukungan NU. Karena secara basis massa, warga Kota Mojokerto mayoritas warga NU. 

Ita, sapaan Ita Puspitasari, bakal calon walikota yang diusung Partai  Golkar dan Partai Gerindra menyatakan suara kaum nahdliyin akan  menjadi sumber kontribusi terbesar untuk melenggangkan langkahnya  menuju kursi walikota. 

“Keluarga besar saya nahdliyin. Mulai dari orangtua dan mbah adalah aktivis serta tokoh agama. Dan saya lihat, terbesar adalah warga nahdiyin. Makanya jadi target utama,” kata kandidat calon walikota yang berpasangan dengan Akhmad Rizal Zakariah tersebut. 

Adik kandung Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasha yang mengaku sudah  memegang kendali Fatayat NU Kabupaten Mojokerto satu dekade terakhir ini pun mengaku sangat optimis akan mampu mampu merebut suara warga nahdliyin. 

“Tapi semua kalangan pasti akan kita rangkul. Karena,  kota Mojokerto bukan hanya punya NU, tapi punya seluruh warga,’’ sergahnya. 

Tiga partai pengusung paslon Andy Soebjakto Molanggato-Ade Ria Suryani, yakni PKB, PPP dan Partai Demokrat juga dipastikan akan membidik suara warga nahdliyin. 

Kehadirian Ketua PC NU Kota Mojokerto, KH Soleh Hasan dan 9 kiai, diantaranya saat deklarasi paslon di kantor PKB Kota Mojokerto jalan Brawijaya, sesaat sebelum mendaftar ke KPU Kota Mojokerto, Rabu (10/1/2018) menjadi ‘legitimasi’ dukungan para kyai NU. 

Diantara kiai yang menghadiri deklarasi, yakni KH Faqih Usman, pengasuh pondok pesantren Nurul Huda, KH Ismail Adnan, KH Wahib Wahab, KH Syafi Ludfin, Gus Qodri, dan Gus Sofwan. 

Pun paslon jago PDI Perjuangan, Akmal Boedianto dan Rambo Garudo bakal memenuhi lumbung suara dukungan dari warga nahdliyin. Ribuan jamaah pengajian Al Ummahat yang dimotori KH Mas’ud Yunus, Walikota Mojokerto yang notebene kader partai banteng moncong putih diharapkan akan melimpahkan suaranya pada pasangan berlatarbelakang mantan birokrat dan dokter tersebut. 

Menanggapi ini, Ketua PCNU Kota Mojokerto KH Soleh Hasan saat dikonfirmasi menegaskan, secara kelembagaan, NU tidak diperbolehkan berpihak terhadap salah satu kandidat. Nilai-nilai semangat kembali ke khittah menjadi alasan mendasar bagi NU untuk tidak berpolitik praktis. Menurutnya, NU merupakan organisasi untuk seluruh umat. 

’Tapi, kalau perorangan, terserah mau ke mana,’’ terangnya. 


Soal kehadiran dirinya saat deklarasi paslon Andy – Ade Ria, ia mengaku karena diundang secara khusus. 

’’Siapapun yang mengundang,  saya pasti datang. Partai apapun,’’ katanya. 

Pun demikian dengan pengakuan Ita atas keaktifannya sebagai kader NU. 

Kata KH Soleh Hasan, sejauh ini, ia melihat jika Ita merupakan anak dari seseorang yang aktif di ke-NU-an. 

’’Ita hanya dekat dengan NU. Karena orang tuanya yang NU,’’ tegas dia. 


Diakui, klaim dukungan NU dari paslon, partai pengusung maupun dari tim sukses paslon acap muncul di momen pilkada seperti saat ini. 

’’Saya tegaskan, NU secara kelembagaan harus netral. Kalau soal klaim saya pikir itu sudah biasa,’’ tukasnya. (one) 

Harga Beras Premium di Jombang Melonjak, Ini Penyebabnya

Mojokerto-(satujurnal.com)
Akibat langkanya beras jenis premium dari penggilingan padi, harga beras premium ditingkat pedagang di pasar tradisional jombang, dalam tiga pekan ini melonjak.

Beras premium seperti jenis Ciserang dan Bramu yang sebelumnya dibawah  Rp 10.000 per kilogram, kini naik lebih dari sepuluh persen. Beras jenis Ciserang  saat ini dibandrol Rp 10.900. Sedangkan beras jenis Bramu harganya menjadi 11.500 rupiah.

Sementara di tingkat pengecer, harga beras premium lebih mahal lagi. Lantaran itu pula sejumlah konsumen mengaku lebih memilih membeli di pasar tradisional.

"Saya membeli beras premium disini (pasar tradisional), karena harganya lebih rendah dibanding di toko atau warung di luar pasar," kata Aris, salah satu konsumen, Kamis (11/1/2018).

Sugianto, salah satu pedagang beras kelas grosir mengatakan, kelangkaan beras premium di pasar tradisional Jombang akibat tidak adanya stok beras di tempat penggilingan beras.

Namun kelangkaan ini diperkirakan dalam tiga pekan ini akan kembali normal. Karena saat ini sudah memasuki musim panen raya. (rg)

Pilwali Mojokerto 2018, Empat Paslon Belum Sodorkan LHKPN



Mojokerto-(satujurnal.com)
Empat pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota Mojokerto yang mendaftar di KPU Kota Mojokerto,  belum menyerahkan dokumen syarat calon, seperti Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan keterangan tidak memiliki hutang pajak serta keterangan tidak pailit dari Pengadilan Negeri.

"Selain syarat pencalonan, bakal calon walikota dan wakil walikota juga harus membawa LHKPN dan pajak, tapi saat ini belum bisa dipenuhi," kata Ketua KPU Kota Mojokerto, Syaiful Amin Sholihin, usai melakukan verifikasi dokumen persyaratan pencalonan kedua paslon, Rabu (10/1/2018) siang.

Keempat pasangan calon (paslon) kepala daerah Kota Mojokerto yakni Warsito - Mulyadi (PAN - PKS), Akmal Novanto - Rambo Garudo (PDI Perjuangan), Andy Subyakto - Ade RIA (PKB - PPP - Partai Demokrat) dan  Ika Puspitasari - Ahmad Rizal Zakaria (Partai Golkar - Partai Gerindra).

Kendati demikian masih ada kesempatan untuk melengkapi sampai tanggal 20 Januari 2018.

Selain soal dua dokumen itu, ada beberapa syarat pendaftaran dari para bakal calon yang masih perlu perbaikan.

Namun Amin tidak membeber soal perbaikan yang ia maksud.

"Semua persyaratan pencalonan dan dokumen syarat calon harus tuntas selambatnya 20 Januari (2018). Ini sudah ketentuan," tukasnya

Sementara itu, saat pendaftaran dan verifikasi, keempat paslon tampak didampingi masing- pengurus partai pengusung.

Mereka membawa sejumlah berkas untuk diserahkan komisioner KPU Kota Mojokerto, antara lain syarat pencalonan, dokumen atau surat dukungan dari parpol/koalisi, dan surat pernyataan kesepakatan antara parpol dan bakal calonnya.(one)


Daftar Pilwali Mojokerto, Rambo Sempatkan Berselfie

Mojokerto-(satujurnal.com)
Rambo Garudo, calon wakil walikota Mojokerto yang diusung PDI Perjuangan menyempatkan berselfie ditengah proses pendaftaran bakal calon pasangan walikota dan wakil walikota Mojokerto yang berlangsung di kantor KPU setempat, Rabu (10/1/2018).

Sebelum memperkenalkan diri,  secara spontan ia mengajak pasangannya, Akmal Budianto berfoto selfie dengan latar puluhan kader partai dan awak media yang berada di lobI KPU. Rambo berpose dengan mengangkat lengan kanan dengan telunjuk dan jari tengah membentuk huruf V, simbol victory (kemenangan). 

Puluhan kader banteng moncong putih itu pun lepas tawa kala melihat ulah jagonya yang berprofesi sebagai dokter yang berusia relatif muda tersebut.

Akmal Budianto mengikuti saja tingkah pola pasangannya itu. Mantan pejabat Pemprov Jatim ini hanya melempar senyum seraya mengikuti gerakan yang diminta Rambo.

Sementara, saat memperkenalkan diri, pasangan berlatarbelakang birokrat dan tenaga medis yang diantar puluhan kader partai warna merah dengan diiringi kesenian Reog tersebut menyatakan akan running Pilwali secara fair. "Kami sangat menekankan netralitas," tandas Akmal Budianto. 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mojokerto, Febriana Meldyawati mengatakan, meski di tingkat DPC digelar penjaringan dan diikuti satu bakal calon walikota dan enam bakal calon wakil walikota, namun munculnya paslon Akmal - Rambo yang notabene tidak  mengikuti proses penjaringan tersebut diluar kewenangan pihaknya. Karena  keputusan akhir ada di induk partainya.

"Kami hanya menjalankan tugas partai," kata Melda, sapaan Febriana Meldyawati. (one)




WALI Pendaftar Pertama Pilwali Mojokerto


Mojokerto-(satujurnal.com)
Pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota Mojokerto, Warsito dan Mulyadi menjadi pendaftaran pertama dalam bursa Pilwali Mojokerto 2018.

Paslon dengan akronim WALI yang diusung PAN dan PKS ini menggelar shalat Duha berjamaah puluhan massa partisan di depan perkantoran Pemkot Mojokerto, jalan Gajahmada, sekitar pukul 9:00 WIB sebelum menuju KPU Kota Mojokerto di jalan Benteng Pancasila.

Warsito saat ini menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai Hanura Jawa Timur, sedangkan Mulyadi merupakan fungsionaris DPD PAN Kota Mojokerto. Di ajang Pilwali Mojokerto 2013 silam, Mulyadi yang menjabat Ketua DPRD Kota Mojokerto 2009 -2013 memasuki bursa sebagai calon wakil walikota berpasangan dengan Ayub Budiono, politisi Partai Demokrat.

Warsito menyatakan, kendati diusung partai lain, namun ia memastikan tidak akan hengkang dari Partai Hanura.

"Tidak ada pembicaraan dari dua partai pengusung. Apalagi saya harus loncat partai. Dan yang pasti sampai kapanpun saya tetap di Partai Hanura," tandas dia.

Paslon yang memasang target 40 persen suara ini menyatakan akan mengusung persoalan reformasi birokrasi dan penanganan banjir yang masih menjadi momok bagi warga Kota Mojokerto.

"Reformasi birokrasi menjadi keharusan untuk Kota Mojokerto lebih baik," kata Warsito sedikit diplomatis. (one)



Pilwali Mojokerto 2018, Ini Jadwal Empat Pasangan Calon Daftar ke KPU Kota Mojokerto

Mojokerto-(satujurnal.com)
Empat pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota Mojokerto memastikan mendaftar ke KPU setempat di hari ketiga atau hari terakhir masa pendaftaran, Rabu (10/1/2018).

Paslon Warsito dan Mulyadi yang diusung PAN dan PKS akan melakukan
pendaftaran Rabu pagi, sekitar pukul 09:00 WIB.

Sedangkan paslon yang diusung PDI Perjuangan, Akmal Budianto dan Rambo Garudo memilih waktu menjelang tengah hari untuk menjemput tiket running Pilwali tersebut.

"Akan daftar Rabu besok, " kata Agus Hariyono, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mojokerto, Selasa (9/1/2018).

Paslon Ika Puspitasari dan Achmad Rizal Zakaria yang diusung Partai Golkar dan Partai Gerindra akan menuju meja bursa Pilwali petang hari sekitar pukul 18:00 WIB.

"Besok (Rabu) paslon kami akan daftar ke KPUD," kata Ketua DPD Partai Golkar Kota Mojokerto, Sonny Basuki Raharjo, Kamis (9/1/2018).

Sementara itu PKB-Demokrat dan PPP yang mengusung Andy Soebjakto dan Ade Ria akan mendaftarkan kandidatnya, Rabu, pukul 15:00 WIB.

"Besok (Rabu) kami daftar ke KPU (Kota Mojokerto)," kata Sekretaris DPC PKB Kota Mojokerto, Masduki Stabil, Kamis (9/1/2018).

Tidak ada alasan yang mengemuka soal dipilihnya hari terakhir masa pendaftaran oleh ketiga paslon tersebut, kecuali hanya penyesuaian waktu karena kesibukan masing-masing bakal calon (balon). (one)

Pilwali Kota Mojokerto 2018, Golkar Rekom Neng Ita - Mamad

Ita Puspitasari (doc.istimewa)
Mojokerto-(satujurnal.com)
Partai Golkar mengusung Ika Puspitasari dan Ahmad Rizal Zakariah sebagai pasangan calon walikota dan calon wakil walikota Mojokerto dalam Pilwali Mojokerto 27 Juni 2018 mendatang.

Rekomendasi partai berlambang pohon beringin menyandingkan Neng Ita, sapaan akrab Ika Puspitasari dengan Ahmad Rizal Zakariah yang karib dipanggil Mamad termaktub dalam Keputusan DPP Partai Golkar, Nomor : R 624/GOLKAR/XII/2017 Tentang Persetujuan Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Mojokerto yang diteken Ketua Umum dan Sekretaris Jendral Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan Idrus Marham, tertanggal 28 Desember 2017.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Mojokerto, Sonny Basuki Raharjo mengatakan, akan menyerahkan rekomendasi kepada dua sosok yang digadang-gadang punya kans untuk meraih kursi pemimpin kota berjuluk Kota Onde-onde ini hari Minggu (7/1/2018) besok.

"Rekomendasi akan saya serahkan di depan pengurus (partai), Minggu besok," kata Sonny Basuki Raharjo, Sabtu (6/1/2018).

Neng Ita saat ini menjabat sebagai ketua Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kota Mojokerto. Meski partai besutan Surya Paloh ini tidak memiliki keterwakilan di lembaga legislatif setempat, Partai Golkar memilih mengusung adik kandung Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasha tersebut untuk memperebutkan kursi W1.

Namun lantaran Partai Golkar hanya memiliki tiga kursi di legislatif setempat, partai berwarna kuning ini harus berkoalisi untuk bisa mengantar calonnya. Partai itu pun menggandeng Partai Amanat Nasional (PAN) yang memiliki empat kursi di Dewan untuk berkoalisi. Mamad yang kini menduduki jabatan strategis sebagai wakil ketua PAN Kota Mojokerto dipilih untuk disandingkan dengan Neng Ita di bursa Pilwali Kota Mojokerto 2018.

Sementara itu, meski bursa calon kepala daerah Kota Mojokerto dibuka KPUD setempat 8 – 10 Januari 2018, namun sejauh ini hanya pasangan Neng Ita – Mamad yang baru muncul. 

PDI Perjuangan yang bisa mengantar calon sendiri karena mengantongi tiket utuh dengan lima kursi yang dimiliki, belum juga memunculkan  calonnya. Sumber satujurnal.com menyebut, partai banteng moncong putih itu akan menurunkan rekom di menit terakhir pendaftaran. Pun partai lain yang harus beraliansi untuk mencukupi ketentuan, belum juga tampak ambil bagian dalam kontestasi politik Pilwali ini.

Dan hampir dipastikan pula, dalam pesta demokrasi pemilihan pimpinan tertinggi di kota kecil dengan tiga kecamatan ini, petahana tak lagi berlaga. (one)


Ditemukan Terkapar di Area Persawahan, Pegawai BPN Kota Mojokerto Ini Akhirnya Meregang Nyawa

Mojokerto-(satujurnal.com)
Ngadani, PNS Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Mojokerto meregang nyawa, sesaat setelah dievakuasi di RSUD RA. Basoeni,Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Kamis (4/1/2018).

Pria berusia 45 tahun warga Dusun Kalimati, Desa Mojodadi, Kemlagi, Kabupaten Mojokerto tersebut sebelumnya ditemukan tergeletak dengan wajah bersimbah darah di area persawahan desa Banjarsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Kamis (4/1/2018) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Kanit Laka Satlantas Polresta Mojokerto, Ipda Karen mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang tak sengaja melintas di daerah tersebut.

Warga mengira, pria yang mengenakan jaket dan celana warna gelap tersebut merupakan korban kecelakaan lalu lintas.

Pasalnya, tak jauh dari korban tergeletak ada kendaraan Honda Win plat merah nopol L 2255 GP yang diduga milik Ngadani.

"Warga yang tahu langsung melapor ke Polsek setempat, setelah itu di bawa ke RSUD Basoeni untuk diberikan penanganan medis," kata Ipda Karen.

Nahas, tak lama berada di rumah sakit pria ini meninggal dunia.

Keluarga korban meminta agar dilakukan autopsi.

Proses autopsi yang dilakukan di kamar jenazah RSUD RA Basoeni, Gedeg, Mojokerto itu kelar sekitar pukul 19.30 WIB. Belasan dokter muda dan dokter spesialis forensik RS Bhayangkara Surabaya dilibatkan dalam autopsi ini.

dr Bambang Widhiatmoko yang memimpin autopsi mengatakan, luka paling parah di bagian wajah Ngadani. Menurutnya, luka tersebut akibat benturan dengan benda keras.

Rupanya luka itu, lanjut Bambang, tak membuat korban langsung tewas. Pasalnya, darah yang mengucur dari luka tersebut terhirup oleh korban hingga masuk ke saluran pernafasan. Bahkan darah tersebut masuk ke paru-paru korban.

"Penyebab lain seperti kerusakan pada otak karena korban luka parah di area kepala mungkin terjadi. Namun, tersumbatnya saluran nafas oleh darah mempercepat kematian korban," kata Bambang kepada wartawan di lokasi, Kamis (4/1/2018) malam.

Selain di wajah, kata Bambang, luka-luka memar juga ditemukan di lutut dan mata kaki Ngadani.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Kasat Reskrim Polresta Mojokerto AKP Suhariyono menjelaskan, kesimpulan akhir penyebab kematian Ngadani akan diambil setelah hasil resmi autopsi keluar.

"Yang jelas sementara ada luka-luka di bagian muka korban, disebabkan oleh apa? Tadi disampaikan dokter akibat benturan benda keras," terangnya.

Sampai saat ini, kata Suhariyono, proses penyelidikan terus dilakukan. Selain menunggu hasil autopsi resmi dari RS Bhayangkara Surabaya, pihaknya juga memintai keterangan para saksi.

"Nati hasil olah TKP, keterangan saksi kami padukan dengan hasil autopsi dokter forensik," cetusnya. (one)

Kasus Penyerobotan SDN Kranggan 1, Nama Ahli Waris ‘Dicatut’ untuk Surat Kematian

Mojokerto-(satujurnal.com)
Kasus dugaan penyerobotan lahan seluas 1.590 meterpersegi di lahan SDN Kranggan 1 Kota Mojokerto, jalan Pekayon 1 Kranggan, berawal dari laporan Suastini, salah seorang ahli waris almarhum Sareh Sudjono, ke Polres Mojokerto Kota, 13 Oktober 2016 silam.

Sumber satujurnal.com menyebutkan, Suastini yang berstatus PNS Pemkot  Mojokerto melaporkan kasus tersebut setelah memastikan haknya direbut oleh pihak lain.

Di bulan Agustus 2014, Suastini yang berdinas di Inspektorat Kota Mojokerto mendapatkan tugas pemeriksaan ke Bagian Administrasi Pemerintahan Pemkot Mojokerto bersama dua orang sejawatnya.

Saat kegiatan pemeriksaan, kedua sejawatnya secara tidak sengaja melihat dan mendengar percakapan WW, salah satu staf Bagian Administrasi Pemerintahan, dengan sepasang suami istri, membahas kompensasi untuk SDN Kranggan 1 yang berasal dari DPA (dokumen pelaksanaan anggaran) tahun 2014 di Bagian Administrasi Pemerintahan. Sedangkan salah satu persyaratan yang harus dilengkapi untuk kompensasi, yakni surat kematian atas nama Suastini yang notabene dirinya sendiri.

Setelah melakukan konfirmasi, Suastini mendapat kepastian jika yang tengah dibahas WW dan sepasang suami istri itu adalah data dirinya. Ia pun mengetahui ada satu surat yang diduga dipalsukan, yakni surat pelepasan hak atas tanah atas nama dirinya tertanggal 4 Januari 1990, berupa sebidang tanah di Lingkungan Pekayon, Kranggan, sesuai Petok D seluas 1.590 meterpersegi yang kini jadi aset Pemkot Mojokerto. Tanah itu merupakan tanah waris dari ayahnya, yakni almarhum Sareh Sujono.

Suastini pun melaporkan temuan itu ke petinggi Pemkot Mojokerto. Namun, rentang dua tahun ia tak kunjung memperoleh kembali haknya, ia kemudian membawa kasus itu ke Polres Mojokerto Kota.

Dalam proses penyelidikan, penyidik Polres Mojokerto Kota memeriksa 29 orang saksi, diantaranya beberapa orang pejabat Pemkot Mojokerto, pejabat BPN Kota Mojokerto dan saksi lainnya dari pihak swasta.

Penyidik juga melakukan uji laboratorik kriminalistik ke Labfor Polri Cabang Surabaya untuk surat dokumen yang diduga dipalsukan.

Setelah gelar perkara, pada 10 Maret 2017 dilakukan peningkatan status tiga orang saksi menjadi tersangka, yakni R, pengusaha lokal, AS, mantan camat Prajurit Kulon dan WW, PNS Pemkot Mojokerto.

Gelar perkara juga dilakukan di Ditreskrimmum Polda Jawa Timur, 5 April 2017.

"Kami tetapkan 3 tersangka terkait pemalsuan dokumen jual beli tanah tahun 1990. Ketiga tersangka berinisial R, AS dan WW," kata Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Puji Hendro Wibowo, SH, SIK kepada wartawan di kantornya, Jalan Bhayangkara, Selasa (2/1/2018).

"Mereka kami kenakan Pasal 263 dan 266 KUHP tentang pemalsuan dokumen, dengan ancaman pidana 6 tahun penjara," tandasnya.

Meski sudah menetapkan tiga orang tersangka, namun ketiganya tidak ditahan.


"Tidak kami tahan karena yang bersangkutan kooperatif," ujarnya. (one)

Ahli Waris Buka Segel, Plt Sekdakot Sanggupi Mediasi

Mojokerto-(satujurnal.com)
Kasus dugaan penyerobotan tanah Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Kranggan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto memasuki babak baru. Pasca pembukaan segel yang dilakukan ahli waris almarhum Sareh Sujono di pintu gerbang sekolah, Rabu (3/1/2018), Pemkot Mojokerto menjanjikan akan mempertemukan pihak ahli waris sebagai pelapor dan Rd, terlapor, Sabtu , 6 Januari 2018 mendatang. Sementara Polres Mojokerto Kota akan segera melimpahkan berkas perkara ke kejaksaan setempat.

Usai pembukaan segel yang disaksikan Kadis Pendidikan Kota Mojokerto, Novy Raharjo, Kadis Kimpraswil, Samsul Hadi, Kabag Hukum Pemkot Mojokerto, Puji Harjono serta sejumlah aparat dari kepolisian dan TNI, Majid, suami Suastini, salah satu ahli waris menunjukkan ke awak media dua lembar surat, satu lembar surat Plt Sekda Kota Mojokerto dan satu lembar surat pernyataan dari Kepolisian Resort Mojokerto Kota.

 “Pembukaan segel ini karena berbagai pertimbangan setelah pertemuan antara Pemkot dan pihak kami di aula Mapolresta kemarin (Selasa,2/1/2018), tapi bukan berarti kasus ini selesai disini,” sergah Majid.

Ia pun enggan berkomentar lebih jauh terkait surat Sekda itu. “Ya kita lihat bagaimana nanti,” tukasnya, menanggapi surat Plt Sekda tersebut.

Terdapat dua poin dalam surat yang diteken Plt Sekda Kota Mojokerto, Gentur Prihantono Sandjoyo Putro, 3 Januari 2018 tersebut. Pertama, Plt Sekda Kota Mojokerto akan menggelar mediasi antara ahli waris Saren Sujono dan Rd di Pemkot Mojokerto, Sabtu 6 Januari 2018 mendatang, untuk penyelesaian permasalahan penukaran tanah dan gedung SDN Kranggan 1 Kota Mojokerto di jalan Pekayon 1, Kranggan. Kedua, Proses Ruislag atau penukaran tanah yang dilaksanakan atas dasar perjanjian / persetujuan bersama antara Walikota Mojokerto dan Rd, 8 Pebruari 1990, proses peralihan haknya akan diselesaikan secara tuntas oleh Pemkot Mojokerto.

Sedangkan dalam surat Pernyataan yang diteken Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Puji Hendro Wibowo, SH, SIK, Kasat Reskrim Polres Mojokerto Suharyono, SH, dan Penyidik Pembantu Satrekrim Polres Mojokerto Kota, Agung Darmawan, SH, 3 Januari 2018, dinyatakan, Polres Mojokerto Kota akan menangani proses penyidikan perkara yang dilaporkan Suastini, salah satu ahli waris Sareh Sujono tentang memasukkan keterangan palsu kedalam akta autentik atau pemalsuan surat dan penyerobotan tanah yang diduga dilakukan oleh AS dan kawan-kawan, secara profesional, proporsional, prosedural dan akuntabel sesuai aturan yang berlaku.

Dinyatakan pula, dalam penanganan perkara tersebut, tidak ada keberpihakan kepada pelapor maupun terlapor. Dan juga dinyatakan, Polres Mojokerto Kota akan segera melimpahkan berkas perkara kasus tersebut ke Jaksa Penuntut Umum untuk kepentingan peradilan selanjutnya.

Penyegelan SDN Kranggan 1 Kota Mojokerto yang dilakukan salah satu ahli waris Sareh Sujono, mulai Senin (1/1/2018) dini hari di dua pintu pagar sekolah yang berada di depan dan belakang, dengan menggunakan rantai dan gembok serta spanduk berwarna merah bertuliskan :

'Pemberitahuan!!!, Untuk sementara proses belajar mengajar di dalam sekolahan SDN Kranggan 1 dinonaktifkan sementara, berhubung lahan yang ditempati belum ada penyelesaian dengan keluarga ahli waris dari Sareh Sujono Almarhum'.

Akibatnya, ratusan siswa sekolah tersebut terpaksa diliburkan lagi di hari pertama pasca liburan, Selasa (2/1/2018). Dinas Pendidikan setempat kemudian memindahkan kegiatan belajar mengajar sementara di gedung STIT Raden Wijaya, berjarak sekitar dua ratus meter dari sekolah favorit tersebut, Rabu (3/1/2018).

Diduga, penyegelan ini merupakan bentuk protes keluarga ahli waris atas sengketa lahan yang tak segera diselesaikan Pemkot Mojokerto.

Pihak ahli waris akhirnya bersedia membuka segel setelah ada kesanggupan Pemkot Mojokerto menyelesaikan kasus yang kini tengah ditangani Polres Mojokerto Kota tersebut. (one)



Back To Top