SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional

SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional
 

copy dan paste berita, dengarkan disini!


 

GRATIS langganan via e-mail

Kasus TBC di Kota Mojokerto Meningkat, TB Care Aisyiyah Dorong Pemkot Terbitkan Perwali

Mojokerto-(satujurnal.com)
Tingkat penularan penyakit tuberculosis atau TBC di Kota Mojokerto relatif cukup tinggi. 

Temuan kasus TBC positif di kota dengan tiga wilayah kecamatan ini menunjukkan tren naik setiap tahun dalam jumlah yang signifikan.

Data Dinas Kesehatan Kota Mojokerto menyebutkan, jumlah temuan kasus TBC tahun 2016 mencapai 216 kasus, sedangkan tahun 2017 mencapai 277 kasus. Pada tahun ini, data hingga triwulan tiga sudah mencapai 186 kasus.

Menyikapi hal ini, SSR TB Care Aisyiyah Kota Mojokerto yang konsen pada penanggulanan TBC meminta agar Pemkot Mojokerto segera menerbitkan regulasi untuk penanggulangan TBC, agar penyebarannya bisa dicegah dan pasien yang sudah positif bisa diobati.

“Kita sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait kerawanan penyebaran TBC di Kota Mojokerto, kita juga sudah sudah mendorong agar segera dibuatkan regulasi dalam bentuk peraturan walikota (perwali) terkait penanggulangan TBC,” ungkap Tatik Lutfiati, Kepala SSR TB Care Aisyiyah Kota Mojokerto.

Tatik juga mengatakan, SSR TB Care Aisyiyah yang disupport oleh Global Fund (GF) sudah melakukan berbagai langkah untuk mendukung penerbitan perwali ini, termasuk melakukan kajian akademik yang melibatkan Tim Peneliti dari UGM dan UI. 

“Hasil kajian ini sudah kita sampaikan ke Dinkes, Bagian Hukum, Bappeko dan DPRD,” tambahnya.

Sementara terkait penanggulangan TBC di Kota Mojokerto, Dinas Kesehatan Kota Mojokerto bakal membahas penyusunan rencana aksi daerah dengan melibatkan sejumlah OPD terkait, semua camat dan lurah serta organisasi masyarakat termasuk TB Care Aisyiyah.

Christiana Indah Wahyu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto mengatakan, pembahasan penyusunan rencana aksi daerah ini akan digelar hari Rabu (21/11) di gedung pertemuan Nusantara Pemkot Mojokerto dengan melibatkan Sekdakot Mojokerto dan Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur.(one/sm)

Keresan, Tradisi Unik Warga Mojokerto Rayakan Maulid Nabi Muhammad SAW


Mojokerto-(satujurnal.com)
Ajang berebut hasil bumi dan hasil industri rumah tangga yang digantung di dahan dan ranting dua pohon keres atau kersen menjadi pemandangan yang bisa ditemui setiap kali warga Desa Mangelo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Mereka menyebutnya ‘Keresan’ untuk menandai dimulainya tradisi rebutan aneka benda yang digantung diatas pohon setinggi tujuh meter yang disimbolkan sebagai pohon yang ada di bumi dan berbuah menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut. 

Seperti tradisi keresan yang digelar Senin (20/11/2018) pagi.

Tradisi ini diawali dengan pawai keliling kampung dan pengajian umum di masjid desa. Usai pengajian, ratusan warga pun bergeser mendekati dua pohon keres dan bersiap-siap berebut berkah dari pohon keres. 

Aneka hasil bumi, sendal, sepatu, tas, topi bahkan pakaian anak-anak dan dewasa yang digantung diantara dahan-dahan pohon keres menjadi incaran untuk direbut. Begitu ajang ‘tarik berkah’ dimulai, aksi saling dorong pun tak terhindarkan. Mereka tak lagi peduli keselamatan diri maupun orang lain. 

Sebagian bahkan tampak begitu nekad memanjat pohon untuk berebut mendapatkan berkah yang mereka incar. Tak memakan waktu lama, semua benda yang digantung di pohon keres ludes. Tak sedikit yang membawa lebih dari satu benda. Bahkan ada warga luar desa yang mampu merebut puluhan butir buah kelapa, berlembar pakaian dan sayuran. 

“Senang-senang saja bisa ikut berebut berkah pohon keres di hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Bukan sekedar hadiah yang kita inginkan, tapi kebersamaan. Soal aksi rebutan sampai saling sikut, justru serunya disitu,” aku Fuad, salah satu warga yang terlibat berebut berkah pohon keres tersebut. 

Meski rebutan itu tak mulus, beberapa tampak terjatuh dan luka lecet. Namun bukan aral untuk terus berebut. Rupanya, mereka tak sekedar mengincar benda yang diperebutkan. Mereka pun mengaku ingin mendapat banyak benda yang diperebutkan untuk kemudian dibagikan ke teman dan kerabat. “Ya agar sama-sama mendapat berkah dari maulidan (Maulid Nabi Muhammad SAW),” aku Sarni, warga setempat.

Taufik, salah satu panitia ‘keresan’ mengatakan, tradisi yang hanya bisa ditemui di desanya merupakan tradisi yang dilestarikan secara turun temurun. “Tradisi keresan ini untuk memeriahkan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW dan sudah berlangsung turun temurun,” katanya seraya menerangkan filosofi pohon kersen dalam tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW. (one)


Daihatsu Luxio Tersambar KA di Jombang


Jombang-(satujurnal.com)
Sebuah mobil minibus Daihatsu Luxio Nopol P 1470 EC berpenumpang 6 orang tersambar kereta api Logawa jurusan Surabaya – Purwokerto di perlintasan tak berpalang pintu di Desa Curahmalang, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Minggu (18/11/2018). 

Meski kondisi mobil rusak parah, tidak ada korban jiwa dalam insiden yang terjadi di siang hari tersebut. Sopir hanya mengalami luka ringan, sedang lima penumpang lainnya selamat tanpa cidera.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, kecelakaan yang terjadi pukul 11.50 WIB tepat di posisi di KM 67+5 petak jalan Curamalang-Sumobito. Saat itu mobil yang dikemudikan Hariyanto (34), warga asal Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, hendak menyeberang melewati perlintasan tak berpalang pintu.

Karena diduga pengemudi tak menengok kanan kiri saat menyeberang rel. Kereta Api Logawa dari arah barat ke timur yang melintas, kemudian menabraknya.

“Sopirnya tidak sempat menengok kanan kiri. Masinis juga sudah memberikan semboyan 35 (suara klakson lokomotif),” terang Manajer Humas Daops VII Madiun, Irfan Hendri Wintoko, dalam keterangan pers, Minggu (18/11/2018).

Laporan masinis, lanjut Irfan, Kereta Api bernomor 187 relasi Surabaya – Purwokerto (Logawa), semua sudah ditindaklanjuti dan perjalanan kereta api dilanjutkan kembali pada pukul 12.00.WIB,” pungkasnya.(one/jt)

Inilah Besaran UMK 38 Daerah di Jatim

Surabaya-(satujurnal.com)
Gubernur Jawa Timur Soekarwo.menetapkan besaran UMK di 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur yang dituangkan dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/665/KPTS/013/2018 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di Jawa Timur Tahun 2019, tertanggal 15 Nopember 2018.

Keputusan besaran UMK Jatim mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2019.

Kota Surabaya menduduki posisi tertinggi di Jatim dengan UMK paling besar, yaitu Rp 3.871.052,61.

Menyusui kemudian Kabupaten Gresik dengan besaran Rp 3.867.874,40, Kabupaten Sidoarjo dengan UMK  Rp 3.864.696,20, Pasuruan Rp 3.861.518,00 dan Mojokerto Rp3.851.983,38.

Sementara untuk UMK terendah Jatim sebesar Rp 1.763.267,65 ada di sembilan kabupaten, yakni Sampang, Situbondo, Pamekasan, Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan dan Trenggalek.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim Aries Agung Paewai mengatakan sebelumnya Gubernur Jatim juga sudah menetapkan upah minimum provinsi (UMP), dan pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah. Sementara pengusaha yang telah memberi upah lebih tinggi dari ketetapan UMP, dilarang mengurangi atau menurunkan upah.

“Pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah dari ketetapan," katanya, Jum'ar (16/11/2018).

Berikut besaran UMK yang ditetapkan Gubernur Soekarwo di 38 kota/kabupaten di Jawa Timur.:

1. Kota Surabaya Rp 3.871.052,61
2. Kabupaten Gresik Rp 3.867.874,40
3. Kabupaten Sidoarjo Rp 3.864.696,20
4. Kabupaten Pasuruan Rp 3.861.518,00
5. Kabupaten Mojokerto Rp 3.851.983,38
6. Kabupaten Malang Rp 2.781.564,24
7. Kota Malang Rp 2.668.420,18
8. Kota Batu Rp 2.575.616,61
9. Kabupaten Jombang Rp 2.445.945,88
10. Kabupaten Tuban Rp 2.333.641,85
11. Kota Pasuruan Rp 2.575.616,61
12. Kabupaten Probolinggo Rp 2.306.944,93
13. Kabupaten Jember Rp 2.170.917,80
14. Kota Mojokerto Rp 2.263.665,07
15. Kota Probolinggo Rp 2.137.864,48
16. Kabupaten Banyuwangi Rp 2.132.779,35
17. Kabupaten Lamongan Rp 2.233.641,85
18. Kota Kediri Rp 1.899.294,78
19. Kabupaten Bojonegoro Rp 1.858.613,77
20. Kabupaten Kediri Rp 1.850.986,07
21. Kabupaten Lumajang Rp 1.826.831,72
22. Kabupaten Tulungagung Rp 1.805.219,94
23. Kabupaten Bondowoso Rp 1.801.406,09
24. Kabupaten Bangkalan Rp 1.801.406,09
25. Kabupaten Nganjuk Rp 1.801.406,09
26. Kabupaten Blitar Rp 1.801.406,09
27. Kabupaten Sumenep Rp 1.801.406,09
28. Kota Madiun Rp 1.801.406,09
29. Kota Blitar Rp 1.801.406,09
30. Kabupaten Sampang Rp 1.763.267,65
31. Kabupaten Situbondo Rp 1.763.267,65
32. Kabupaten Pamekasan Rp 1.763.267,65
33. Kabupaten Madiun Rp 1.763.267,65
34. Kabupaten Ngawi Rp 1.763.267,65
35. Kabupaten Ponorogo Rp 1.763.267,65
36. Kabupaten Pacitan Rp 1.763.267,65
37. Kabupaten Trenggalek Rp 1.763.267,65
38. Kabupaten Magetan Rp 1.763.267,65.

DPUPR Turun Atasi Kasus Bak Kontrol Letkol Sumarjo

Mojokerto-(satujurnal.com)
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Mojokerto akhirnya turun tangan membereskan persoalan main hole atau bak kontrol bermasalah ditengah pengerjaan proyek revitalisasi jalan di empat titik.

"Sudah kita bereskan. grill besi yang dalam kita tinggikan setara aspal jalan sambil menunggu umur beton selesai 2 minggu kedepan, " terang Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mojokerto, Mashudi, Rabu  (14/11/2018).

Grill besi bak kontrol saluran pencegahan banjir jalan Taman Siswa,  WR Supratman dan jalan Letkol Sumardjo itu sebelumnya jadi obyek penanaman pohon, kayu, bak sampah dan garis polisi oleh warga sekitar akibat dianggap jadi biang kerok kecelakaan lalu lintas terutama pengguna roda dua.  

Mashudi mengungkap, pihaknya mempressure rekanan pelaksana revitalisasi jalan agar secepatnya menyelesaikan persoalan main hole sudetan saluran avur yang makin dalam akibat peninggian aspal jalan. 

Mantan Kasatpol PP itu menambahkan, nantinya grill bak kontrol tersebut akan diganti oleh plat beton yang kini telah dicetak.

"Pihak rekanan mengatakan sedang menunggu plat beton baru bisa terpasang. Lah untuk itu,  butuh menunggu umur beton kuat yakni 2 minggu. Sementara saat ini kita sudah meninggikan gril besi sampai menunggu beton kuat," katanya..

Dengan adanya peninggian grill besi tersebut praktis keberadaan tanaman, kayu dan sebagainya yang dipasang warga dan elemen aktivis lalu lintas sudah tidak terlihat ditempatnya.   

"Sudah disingkirkan. Jalannya sudah mulus lagi," pungkasnya. 

Revitalisasi jalan Letkol Sumardjo yang digelar sejak sebulan lalu sebelumnya berujung persoalan. Sejumlah warga menancapkan beragam tanaman dan bak sampah diempat titik main hole sudetan saluran avur, persis ditengah jalan. 

Tindakan warga dan aktivis lalu lintas ini diambil sejak keberadaan bak kontrol yang dalam tersebut kerap memicu kecelakaan lalu lintas. 

Keberadaan bak kontrol yang berada ditengah jalan tersebut menimbulkan bahaya terutama bagi pengendara roda dua.

Selanjutnya, sejumlah warga menempatkan berbagai tanaman termasuk bak sampah untuk menandai obyek rawan tersebut. (one)

Bak Kontrol Jalan Letkol Sumarjo Rawan Celakakan Pengendara, Ini yang Dilakukan Warga


Mojokerto-(satujurnal.com)
Proyek revitalisasi jalan Letkol Sumardjo Kota Mojokerto yang sudah berlangsung satu bulan terakhir berujung protes warga. Empat titik main hole atau bak kontrol sudetan saluran avur tepat ditengah jalan tidak saja mengganggu, namun juga berpontensi mencelakakan pengguna jalan. Lantaran tak ada tindakan dari instansi terkait, warga setempat pun terpaksa menancapkan beragam tanaman dan bak sampah diempat titik bak kontrol tersebut.

Tindakan warga dan aktivis lalu lintas ini diambil sejak keberadaan bak kontrol yang dalam tersebut kerap memicu kecelakaan lalu lintas.

"Sudah empat warga saya jadi korban (laka lantas, red). Gara-garanya bak itu terlalu dalam sejak jalan tersebut ditinggikan, " papar Wuliyono, seorang ketua RW di lingkungan Kelurahan Suratan, Kecamatan Magersari, Senin (12/11/2018).

Keberadaan bak kontrol yang berada ditengah jalan tersebut, ujar Wuliyono, menimbulkan bahaya terutama bagi pengendara roda dua.

"Karena lokasinya yang berada ditengah jalan bak kontrol itu membahayakan. Sebelumnya pun, bak tersebut banyak yang jebol karena tak kuat menahan beban kendaraan bertonase berat. Apalagi sekarang aspalnya telah ditinggikan,” ungkapnya.

Obyek rawan itu pun, kata Wuliyono, oleh warga ditandai dengan ditumpuki berbagai tanaman termasuk bekas bak sampah.  

"Dikasih warga dan aktivitas lalu lintas tanaman. Biar nggak makan korban lagi, " tandasnya.

Wuliyono menuturkan tak hanya membahayakan, bak kontrol tersebut membuat jalan raya tersebut krodit.

"Kalau ada acara di daerah sekitar mengingat ditempat itu ada gereja dan kantor BPPKA maka jalan tersebut sudah dapat dipastikan krodit. Ini yang terjadi, "keluhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mojokerto, Mashudi mengemukakan jika pihaknya telah menegur rekanan terkait kejadian ini.

"Kami sudah menegur rekanan agar menyelesaikan persoalan ini, dan kami berharap segera ditindak lanjuti. Itu perlu dievaluasi metode pengerjaannya, tidak bisa seperti itu, " kata Mashudi kesal.

Menurut Mashudi, rekanan berdalih menunggu plat beton baru.

"Pihak rekanan mengatakan kalau menunggu plat beton baru. Lah untuk itu,  butuh menunggu umur beton kuat yakni 2 minggu. Sementara saat ini rekanan berjanji membuatkan gril besi sampai menunggu beton kuat terus dipasang tutup. Kini masih dalam masa pengerjaan," tambahnya.

Sementara itu dilapangan, tanaman dan bak sampah masih menjadi alternatif untuk menandai black spot tersebut. Sejak ditinggikan, timbul cekungan sedalam sekitar 10 cm diarea bak kontrol sehingga membahayakan pengendara jalan. Praktis pemandangan ini menimbulkan kesan kumuh. Dan sayangnya lagi,  media kesulitan menemukan informasi papan proyek jalan ini. Sehingga pihak rekanan tidak dapat dikonfirmasi. (one)

Kritisi Tiga Raperda Inisiatif, Suyitno Sebut Dewan Abaikan Permendagri


Mojokerto-(satujurnal.com)
Tiga rancangan peraturan daerah (raperda) inisiatif DPRD Kota Mojokerto dikritisi Wakil Walikota Mojokerto, Suyitno.

Ketiga raperda besutan Dewan itu, yakni raperda tentang Perubahan atas Perda Kota Mojokerto Nomor 4/2013 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Perpustakaan, raperda tentang Penyelenggaraan Kearsiapan dan Raperda tentang Penanggulangan Kemiskinan Terpadu.

Dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Mojokerto dengan agenda pendapat Walikota Mojokerto atas tiga raperda inisiatif, Senin (12/11/2018) pagi, Suyitno menyodorkan beberapa catatan untuk dimasukkan dalam beberapa pasal di ketiga raperda.

Tak hanya itu, secara tandas Suyitno juga menyayangkan aturan main pembahasan raperda yang ‘dilewati’ legislatif.

“Rancangan peraturan daerah yang telah disiapkan oleh DPRD Kota Mojokerto seyogyanya harus disampaikan kepada Walikota Mojokerto untuk dilakukan pembahasan dengan SKPD terkait sebelum dilakukan pembahasan dalam sidang DPRD Kota Mojokerto,” kata Suyitno.

Mekanisme itu, lontar Suyitno, diatur dalam pasal 41 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 yang berbunyi ‘Rancangan Perda yang telah disiapkan oleh DPRD disampaikan pimpinan DPRD kepada kepala daerah untuk dilakukan pembahasan’.

Dari raperda tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Perpustakaan yang digarisbawahi eksekutif menyangkut konsideran, penyesuaian terminologi masyarakat daerah perbatasan untuk menyebut kepentingan perpustakaan keliling. Karena faktanya pembanguanan di Kota Mojokerto telah menyentuh seluruh pelosok wilayah. Kemudian batang tubuh dalam raperda ini juga perlu dipertegas, terutama meyangkut perpustakaan ideal.

Sedangkan terhadap raperda tentang Penyelenggaran Kearsiapan, eksekutif berharap agar produk hukum daerah tersebut mampu merespon tuntutan dan dinamika daerah sehingga dapat memberi kejelasan mengenai pengaturan kearsipan.

Menyangkut raperda tentang penanggulangan kemiskinan terpadu, Suyitno menyebut perlunya sistem layanan rujukan terpadu (SLRT) Palapa dan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) sebagai bagian upaya percepatan penganggulangan kemiskinan.

Soal pengabaian mekanisme penyerahan raperda inisiatif yang dilontarkan Suyitno, terjawab dalam agenda rapat paripurna berikutnya.

“Aturan dan mekanisme pembahasan raperda sudah kita jalankan sesuai Permendagri Nomor 80 Tahun 2015. Raperda sudah kita serahkan ke Bagian Hukum Pemkot Mojokerto. Kalau disebut kita (Dewan) yang tidak mengindahkan aturan, justru harus dipertanyakan ya kinerja eksekutif,” cetus Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto, Junaidi Malik.

Jawaban itu, kata Junaidi Malik, ada dalam rapat paripurna dengan agenda tanggapan atas pendapat Walikota Mojokerto atas tiga raperda inisiatif tersebut, yang digelar Senin (12/11/2018) siang tadi. (one)

Sekdakot Sambut Ribuan Peserta Napak Tilas Perjuangan KH Nawawi

Mojokerto-(satujurnal.com)
Ribuan peserta napak Tilas  Syuhadah Kemerdekaan KH Nawawi diterima Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Harlistyati  di depan Kantor Pemkot Mojokerto, Minggu (11/11/2016) pagi, sekitar pukul 06:00 WIB. 

Ribuan santri, pelajar, pemuda, mahasiswa peserta napak tilas ini telah menempuh rute sepanjang 40 kilometer.  Mereka diberangkatkan Sabtu (10/11/2018) dari lokasi gugurnya KH Nawawi, di Dusun Sumantoro, Desa Plumpungan, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo menuju Kota Mojokerto.

Mewakili Wakil Wali kota Mojokerto Suyitno, Harlistyati menyampaikan apresiasi dan rasa syukur menyambut peserta Napak Tilas Perjuangan18 Syuhada KH Nawawi yang ketujuh. "Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada  untuk terus berjuang melanjutkan cita-cita almaghfurlah KH. Nawawi," katanya.

KH. Nawawi, lanjut Harlis, merupakan sosok pahlawan kemerdekaan dari Kota Mojokerto yang bertempur menghadapi penjajah dalam agresi II hingga akhirnya  gugur pada tanggal 22 agustus 1946 di Desa Sumantoro, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo dalam upaya mempertahankan kemerdekaan.

"Gugurnya KH. Nawawi membuktikan bahwa kemerdekaan Bangsa Indonesia bukanlah hadiah dari penjajah melainkan hasil perjuangan seluruh rakyat Indonesia,” kata Harlis mengutip sambutan Wawali.

Masih membacakan sambutan Wawali, Harlis mengatakan, sejak tahun 1939 para ulama sudah menyepakati  bahwa negara kita adalah negara kesatuan, bukan negara agama, bukan pula negara kesukuan, tetapi Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Perjuangan KH. Nawawi adalah untuk mempertahankan kemerdekaan dan mewujudkan terbentuknya NKRI,” sambungnya.

Dalam kesempatan ini juga disampaikan, sebagai generasi penerus bangsa wajib meneruskan cita-cita perjuangan para syuhada kemerdekaan,  dengan tekad NKRI harga mati. “Jangan ada saudara-saudara kita yang berkeinginan merubah bentuk negara Indonesia. NKRI sudah final, Pancasila dan UUD 1945 sudah menjadi kesepakatan untuk menjadi dasar negara kita,” tandasnya.

Para peserta juga diharapkan untuk terus menyebarkan dan memupuk kepemimpinan dan semangat heroisme KH. Nawawi di kalangan penerus bangsa. 

“Perjuangan kita tidak lagi perlawanan secara fisik, tapi jauh lebih kompleks sehingga kita perlu meneguhkan keIndonesiaan untuk memajukan negeri ini. Mari kita selalu membawa semangat perjuangan KH. Nawawi agar tetap hidup dalam setiap dalam dada kita seperti semboyan yang selalu beliau gaungkan;  Pahlawan perang tak akan pernah mati;  mari kita bangkit dan bangun ruhul jihad berjuang demi agama, bangsa dan negara," paparnya.

Mengakhiri amanat Wawali, Harlistyati berharap kegiatan ini terus dilaksanakan dan dikembangkan untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme, patriotisme dan menumbuhkan rasa cinta tanah air. "Karena cinta tanah air adalah sebagian dari pada iman (hubbul wathon minal iman) dalam rangka meneruskan cita-cita para syuhada kusuma bangsa,” pungkasnya.

Senada dengan disampaikan Sekdakot, Gus Ton panggilan akrab KH Muqsithon Ismail cucu al maghfurlah KH Nawawi mewakili keluarga, ia juga berharap kegiatan ini bisa menginsiprasi generasi muda. “ Generasi muda hendaknya bisa meneladani, mencontoh bagamana beratnya perjuangan mempertahankan kemerdekaan,” katanya.

Turut hadir dalam acara penyambutan peserta napak tilas ini, jajaran Forkopimda Kota Mojokerto, Kepala OPD di lingkungan pemerintah Kota Mojokerto, jajaran LVRI, organisasi keagamaan, dan beberapa organisasi kepemudaan lainnya.

Sementara itu, rute yang ditempuh peserta napak tilas mulai dari lokasi gugurnya KH Nawawi, di Dusun Sumantoro Desa Plumbungan Sukodono menuju rumah kediaman sang kyai, di Ponpes Tarbiyah Tahfidzul Qur’an An Nawawi, di Jl Gajah Mada Kota Mojokerto tepat di depan kantor Pemkot Mojokerto. 

KH Nawawi adalah Komandan Laskar Sabillah yang turun langsung memimpin laskarnya melawan penjajah Belanda di wilayah Sidoarjo.

Pada 22 Agustus 1946 KH Nawawi gugur di Dusun Sumantoro Desa Plumbungan Kecamatan Sukodono Kabbupaten Sidoarjo. Napak tilas ini mengulang rute kala warga membawa jenazah KH Nawawi dari Dusun Sumantoro Plumbungan ke Mojokerto. 

Jenazah KH Nawawi terpaksa dibawa melalui jalan berliku hingga akhirnya tiba di rumah KH Nawawi di Mojokerto. Sebab tentara Belanda tidak menginginkan jenazah KH Nawawi dibawa pulang menuju Mojokerto.

Butuh perjuangan, karena tentara Belanda berusaha menghadang jenazah KH Nawawi agar tidak dibawa ke Mojokerto. 

Jejak dibawahnya jenazah KH Nawawi dari Sukodono ke Mojokerto, hal inilah yang diikuti dalam napak tilas KH Nawawi tersebut.

KH Nawawi dilahirkan di Desa Lespadangan Gedek Mojokerto, dari pasutri Munadi dan Khalimah, tahun 1886. Ia lulusan Hollandsch Inlandsche School Partikelir (HIS-P) atau setingkat SD.(one)



10 November, Momentum Perkuat Semangat Kepahlawanan


Mojokerto-(satujurnal.com)
Peringatan Hari Pahlawan bukan hanya sebagai prosesi namun harus dapat menggali dan memunculkan semangat baru dalam implementasi nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini penting karena nilai kepahlawanan bukan bersifat statis namun dinamis, bisa menguat bahkan dapat melemah. Untuk itu, kiranya seluruh rangkaian kegiatan peringatan hari pahlawan harus menjadi energi dan semangat baru mewarisi nilai kejuangan dan patriotisme dalam membangun bangsa Indonesia.

Demikian amanat Menteri Sosial Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita dalam peringatan Hari Pahlawan yang dibacakan Komandan Kodim (Dandim) 0815 Mojokerto, Letkol Kav Hermawan Weharima, SH selaku inspektur upacara Hari Pahlawan ke-73 Tahun 2018, di Halaman Kantor Wali kota Mojokerto, Sabtu (10/11/2018),

Upacara diikuti jajaran Forkopimda Kota Mojokerto, Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto dan para pelajar.

Disampaikan Mensos, peringatan 10 November adalah untuk mengenang peristiwa pertempuran di Surabaya 73 tahun silam yang merupakan perang fisik pertama setelah Bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya.

“Di bulan November ingatan kolektif bangsa akan tertuju pada keberanian, semangat pantang menyerah serta pengorbanan tanpa pamrih para pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Para syuhada bangsa tersebut telah mewariskan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdiri kokoh sampai saat ini dan untuk selamanya,” kata Hermawan mengutip amanat Mensos RI.

Lebih lanjut disampaikannya, prosesi peringatan hari pahlawan khususnya upacara pengibaran bendera merah putih serta mengheningkan cipta secara serentak selama 60 detik dilaksanakan di seluruh pelosok tanah air, bahkan di perwakilan negara Republik Indonesia di luar negeri. “Seluruh rangkaian kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kepahlawanan, mempertebal rasa cinta tanah air dan meneguhkan semangat pengabdian bagi bangsa dan negara di hati sanubari Bangsa Indonesia,” jelasnya.

Semangat pahlawan di dadaku yang menjadi tema hari pahlawan 2018  mengandung makna sesuai fitrahnya dalam diri setiap insan tertanam nilai-nilai kepahlawanan, oleh karenanya siapapun dapat menjadi pahlawan, mengabdikan hal yang bermanfaat untuk kemashlahatan diri, lingkungan sekitar, bagi bangsa dan negara.  Dalam amanat juga disampaikan. “Peringatan Hari Pahlawan, menjadi momentum bagi Bangsa Indonesia untuk melakukan introspeksi diri. Sampai seberapa jauh setiap komponen bangsa dapat mewarisi nilai-nilai kepahlawanan, melanjutkan perjuangan, mengisi kemerdekaan demi mencapai negara kesatuan republik indonesia yang sejahtera, adil dan makmur,” paparnya.

Negeri ini, lanjutnya, membutuhkan pemuda yang kokoh dengan jati dirinya, mempunyai karakter lokal yang luhur, percaya diri dan peka terhadap permasalahan sosial, dan pemuda yang mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk bersaing dan bersanding dengan negara lain di era revolusi industri 4.0.  “Selamat hari pahlawan, jaga selalu persatuan dan kesatuan dalam jalinan toleransi dan kesetiakawanan sosial. Semoga semangat pahlawan senantiasa mewarnai setiap langkah kita”, pungkasnya membacakan sambutan mensos RI.

Usai upacara, jajaran Forkopimda dan Sekdakot Harlistyati beserta OPD di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto melakukan ziarah di Taman Makam Pahlawan Kota Mojokerto. (one)
-- 


Cegah Perilaku Koruptif, Kejari Kabupaten Mojokerto Undang Pelajar Ikuti Lomba Karya Tulis Antikorupsi



Mojokerto-(satujurnal.com)
Semangat anti korupsi dan keberanian untuk mencegah perilaku koruptif di kalangan pemuda perlu terus digencarkan. Nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab dan keberanian untuk menolak segala bentuk kecurangan dan korupsi, dalam skala paling sederhana sekalipun harus ditanamkan di kalangan pemuda.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto, Rudi Hartono mengutarakan hal itu terkait digelarnya lomba karya tulis Hari Anti Korupsi Internasional 2018 tingkat SMA/SMK/MA se Kabupaten Mojokerto yang digelar pihaknya, saat ‘ngopi bareng’ dengan awak media di alua Kejari Kabupaten Mojokerto, Jum’at (09/11/2018).

Ada alasan kuat hanya melibatkan pelajar SMA/SMK/MA untuk lomba karya tulis antikorupsi bertema ‘Peran Generasi Muda Memberantas Perilaku Koruptif’ yang kali pertama digelar Korp Adyaksa Kabupaten Mojokerto tersebut.

“Sengaja pesertanya untuk kalangan pelajar SMA/SMK/MA, karena mereka sebagai generasi penerus punya peran besar dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Ini bisa dimulai dengan pencegahan perilaku koruptif. Partisipasi aktif di kalangan pelajar, diantaranya melalui keikutsertaan lomba karya tulis anti korupsi, akan menjadi nilai tambah bagi pemahaman di kalangan pemuda dan masyarakat dalam pencegahan perilaku koruptif,” papar Rudi Hartono.

Diharapkan, sambung dia, melalui lomba karya tulis menyambut Hari Anti Korupsi Internasional, 9 Desember mendatang itu, akan kian tumbuh kesadaran akan dampak korupsi.

“Terpenting, karya tulis harus orisinil, bukan plagiasi, tidak pernah dipublikasikan atau diikutkan dalam kompetisi sejenis,” tandas Rudi Hartono. 

Sementara itu Kasi Intel Kejari Kabupaten Mojokerto, Wisnu Nugraha menambahkan, peserta lomba yakni pelajar SMA/SMK/MA se Kabupaten Mojokerto. Peserta merupakan perwakilan sekolah. “Setiap sekolah diwakili maksimal dua peserta, masing-masing didampingi guru pendamping,” katanya.

Rangkaian kegiatan dimulai pada 6 Nopember. "Pada 6 Nopember -22 Nopember akan ada masa pengumpulan karya tulis. Selanjutnya pada 1 Desember ada pengumuman 10 besar, 7 Desember ada technical meeting, disusul 10 Desember presentasi dan pengumuman juara 10 besar karya tulis terbaik,"urainya.

Pemenangnya akan mendapat piala bergilir serta sertifikat dan bea siswa pendidikan. “Pengujinya adalah dari unsur ahli public speaking, Ketua Pengadilan Negeri (PN),  akademisi serta Dewan Pendidikan," ujarnya. (one)

Menuju Industri Hijau, Multi Bintang Ganti Gas Alam dengan Biomassa EBT

CEO PT Tasma Bioenergy Indonesia Saku Rantanen, Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, dan President Commissioner PT Multi Bintang Indonesia Tbk Cosmas Batubara, sedang menandatangani peresmian biomassa pertama di industri consumer goods, di brewery Multi Bintang Sampangagung, Mojokerto (8/11/2018). Doc (mbi)
Mojokerto-(satujurnal.com)
PT Multi Bintang Indonesia Tbk (Multi Bintang), salah satu produsen minuman terkemuka di Indonesia meresmikan fasilitas biomassa di lokasi operasionalnya di Sampangagung, Mojokerto. Fasilitas biomassa ini akan menghasilkan energi baru terbarukan (EBT) yang menggantikan penggunaan bahan bakar gas alam. Dengan beralih ke EBT maka emisi CO2 dari operasional brewery Sampangagung berkurang hingga 90% atau setara dengan 5.000 ton CO2.
                                                      
“Sebagai salah satu perusahaan minuman terkemuka di Indonesia, kami sangat bangga dengan pencapaian ini. Peresmian fasilitas biomassa di brewery Sampangagung merupakan bukti bahwa selain bertanggung jawab menghasilkan produk-produk minuman berkualitas, Multi Bintang juga bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya,” kata Cosmas Batubara, President Commissioner PT Multi Bintang Indonesia Tbk, saat peresmian fasilitas Biomassa, di brewery Multi Bintang Sampangagung (08/11/2018).

Langkah Multi Bintang , kata Cosmas Batubara, sebagai bentuk komitmen sebagai perusahaan yang bertanggungjawab dan ramah lingkungan, sejalan dengan ambisi pemerintah yang ingin menyelaraskan komitmen menjaga lingkungan hidup dengan pertumbuhan ekonomi dan industri.

Hal ini, lanjut dia, tentunya sejalan dengan amanat UU Perindustrian 3/2014 mengenai transformasi menyeluruh industri nasional menjadi industri hijau. UU tersebut mengamanatkan pelaku usaha untuk efisien dalam penggunaan bahan baku, energi dan air. Dengan proses produksi yang efisien pastinya akan meningkatkan keunggulan daya saing produk di pasaran.

Limbah dari pengoperasian fasilitas biomassa ini nantinya juga akan dapat digunakan kembali sebagai bahan baku pupuk organik untuk mendukung pertanian masyarakat sekitar, yang dengan sendirinya, akan menciptakan fondasi awal dari sebuah pembentukan ekosistem circular economy untuk masyarakat sekitar, kata Cosmas.

“Fasilitas biomassa ini merupakan pertanggungjawaban kami terhadap lingkungan dan sosial. Lebih dari itu, kami menargetkan di tahun 2020 untuk dapat mencapai zero emission waste di semua mata rantai produksi dan operasional Multi Bintang. Terima kasih kepada mitra kami, PT Tasma Bio Energi yang membantu Multi Bintang dalam mewujudkan Brew a Better Indonesia,” tutup Cosmas.

Bekerja sama dengan PT Tasma Bio Energi, perusahaan penyedia fasilitas biomassa, Multi Bintang menggantikan energi panas, yang selama ini berasal dari gas alam (energi fosil), dengan EBT untuk memanaskan boiler yang digunakan dalam proses brewing dan operasional brewery lainnya. EBT ini berasal dari hasil pembakaran 80% limbah industri pertanian (limbah sekam padi) dan juga 20% limbah industri pengolahan kayu (limbah cacahan kayu).

“Peresmian fasilitas biomassa ini, merupakan sebuah pencapaian yang semakin mendekatkan kami dengan salah satu target keberlanjutan (sustainability) perusahaan yaitu penggunaan 100% energi panas hasil dari EBT di tahun 2023 untuk semua proses operasional kami”, ujar Chew Boon Hee, Supply Chain Director PT Multi Bintang Indonesia Tbk.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Direktorat Jenderal Industri Agro Kementrian Perindustrian Abdul Rochim berharap perusahaan lain bisa mencontoh inovasi yang dilakukan Multi Bintang.
“Saya mengharapkan agar industri lain dapat mencontoh inovasi yang telah diterapkan oleh PT Multi Bintang Indonesia Tbk sehingga dapat tercipta industri hijau yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan,” kata Abdul Rochim.

Sementara itu, Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi menyatakan pihaknya memberi apreasiasi terhadap Multi Bintang. Menurutnya, dengan proses produksi yang efisien pastinya akan meningkatkan keunggulan daya saing produk di pasaran.

“Saya apresiasi PT Multi Bintang Indonesia Tbk yang sudah membuat inovasi pertama untuk energi terbarukan, yang paling penting adalah multi effect dari circular economy-nya,” ujarnya. (one)


Produk Andalan Holcim Mortar Rambah Kota Mojokerto

Mojokerto-(satujurnal.com)
PT Holcim Indonesia Tbk (Holcim Indonesia)  salah satu perusahaan semen terbesar di Indonesia,  yang menjalankan usaha yang terintegral terdiri dari semen, beton siap pakai, dan produksi agregat memperkenalkan produk Mortal, Holcim Pasangan, Holcim Plesleran dan Holcim Acian, mengundang puluhan kontraktor dan developer dari berbagai kota di Jawa Timur di Ayola Sunrise, Mojokerto. Selasa (6/11/2018), dalam sesi “NGOPI BARENG Holcim Ngobrol Pintar Bareng Holcim'.

Holcim mengajak para pelanggan dan segmen kontraktor dan developer untuk leblh mamahaml pentlngnya kualitas bangunan serta layanan yang prima dan terpercaya untuk memenuhl kebutuhan pembangunan jangka panjarg. 

Sesi ini juga mengetengahkan topik tentang Sistem Kontruksi Gempa dan Bangunan Tahan Gempa, dengan pembicara Dr. Ing Josia lrwan Rustandi, ST.,M.T., IP-U., pakar Gempa dari Universitas Indonesia, Jakarta. 

'lnovasi dan solusi yang terus kaml kembangkan. bertujuan untuk menghasilkan produk produk terbaik yang dapat memberikan nllal tambah serta menjawab tantangan dl dunla konstruksi. Holcim Mortar merupakan wujud komitmen kaml untuk memenuhl kebutuhan konsumen yang beragam khususnya dalam eflslensl waktu pekerjaan dan basil akhlr yang sempurna. Selain itu. kami juga berupaya untuk memberlkan kemudahan kepada konsumen dalam mendapatkan produk Holcim dengan memastlkan ketersediaan barang serta layanan antar langsung di seluruh area Jawa Timur," ungkap Johanna Daunan. Head of Customer Marketing PT Holcim Indonesia Tbk. 

Dalam sesi dengan para kontraktor hari ini. Johanna juga menggarisbawahi peran kontraktor dalam menentukan material yang tepat untuk menghasilkan bangunan berkualitas dan tahan lama. 

“Mojokerto merupakan salah satu kota di Jatim yang terus tumbuh serta memiliki potensi. mendukung perkembangan Mojokerto yang sedang aktif melakukan pembangunan infrastruktur asik baik proyek pemerintah maupun perumahan. Mojokerto menjadi salah satu kota di Jatim yang sedang banyak berbenah. Membangun atau merenovasi rumah. kini semakin mudah dengan banyaknya pilihan produk. Tetapi kita perlu Ingat. bahwa yang terutama adalah kemudahan dalam proses apllkasl, kualitas. serta mutu agar bangunan agar dapat bertahan lama  Karana itu, mulailah menggunakan produk berdasarkan aplikasi untuk hasil maksimal," sambung Johanna Daunan.

Dipaparkan,  PT Holcim Indonesia Tbk (Holcim Indonesia) adalah sebuah perusahaan publik Indonesia dimana mayoritas sahamnya (80,65%) dimiliki dan dikelola oleh LafargeHolcim Group, yang berbasis di Swiss, produsen semen terbesar di dunia dengan total lebih dari 81,000 karyawan dan beroperasi di lebih dari 80 negara di seluruh benua. 

Sebagai salah satu perusahaan semen terbesar di Indonesia, PT Holcim Indonesia Tbk menjalankan usaha yang tarintegraal terdiri dari semen, beton siap pakai, dan produksi agregat. Perusahaan mengoperasikan empat pabrik semen masing-masing di Narogong, Jawa Barat, Cilacap, Jawa Tengah, Tuban di Jawa Timur dan Lhoknga, Aceh dengan total kapasitas gabungan per tahun 15 juta ton semen dan mempekerjakan lebih dari 2,500 orang. PT Holcim Indonesia Tbk saat ini mengoperasikan jaringan penyedia bahan bangunan terbesar di dalam negeri, yang mencakup distributor khusus, toko bangunan, ahli bangunan binaan Holcim dan solusi-solusi bernilai tambah lainnya. (one/hci)


4 Ekor Rusa Timor Hasil Konservasi PT Pertamina EP Dilepasliarkan

Mojokerto-(satujurnal.com)
4 ekor Rusa Timor (Cervus Timorensis) dilepasliarkan PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu di UPT Taman Hutan Raya Raden Soerjo, Wanawisata Watu Lumpang, Mojokerto, Senin (5/9/2018).

Pelepasliaran Rusa Timor yang bertepatan dengan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang jatuh pada tanggal 5 November ini merupakan yang pertama dilaksanakan di Indonesia. 

Hadir dalam kesempatan tersebut, Asset 4 Legal & Relations Manager M.Ibnu Wardhana mewakili Asset 4 General Manager Agus Amperianto dan stakeholders terkait Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur Dewi J.Putriani, Kepala Balai Besar KSDA Jatim Nandang Prihadi, Kadis LH Mojokerto Zainul Arifin mewakili Bupati Mojokerto, Administratur Perum Perhutani KPH Parengan Badaruddin Amin, serta bekerjasama dengan UPT Taman Hutan Raya Raden Soerjo dan Yayasan Action Indonesia.

Kegiatan pelepasliaran Rusa Timor ini merupakan exit strategy CSR keanekaragaman hayati PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu yang diprakarsai sejak tahun 2013 untuk program penangkaran bekerjasama dengan Perum Perhutani KPH Parengan.

"Mulanya dari hanya 11 ekor rusa kini sudah mencapai 45 ekor di BKPH Malo. Setelah kami berhasil mengembangkan jumlah rusa maka di tahun ini kami lepasliarkan sebanyak 10% dari populasi yang ada sesuai peraturan menteri kehutanan, “ujar M. Ibnu Wardhana.

Pada pelaksanaannya kegiatan pelepasliaran ini dilaksanakan sebanyak 2 tahap dengan jumlah rusa yang dilepasliarkan sebanyak 10 ekor dari BKPH Malo, UPT Pengelolaan Wilayah Hutan Nganjuk, dan lembaga konservasi Taman Satwa Sengkaling Unmuh Malang. Sebelumnya telah dilaksanakan pemeriksaan medis, penilaian spesies termasuk rehabilitasi dan habituasi, serta pelepasliaran rusa dengan panduan IUCN. 

“Setelah kegiatan ini akan diadakan pemantauan dan monitoring pasca pelepasliaran serta kita kaji dan sosialiasikan terus kepada masyarakat agar tidak terjadi perburuan, “imbuh M. Ibnu Wardhana.

Dipaparkan, Rusa Timor termasuk dalam salah satu jenis satwa yang dilindungi menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN). Rusa timor tersebar alami hampir di seluruh Indonesia, dan secara kuantitas perkembangan Rusa Timor di Jawa Timur relatif baik.

Sebagai salah satu unit penangkaran rusa timor di wilayah BKSDA Jawa Timur, KPH Parengan mendukung kegiatan pelepasliaran satwa hasil penangkaran sekaligus sebagai pemenuhan kewajiban pengembalian satwa hasil penangkaran ke habitat alaminya.

Dewi J. Putriani menyampaikan, tujuan pelepasliaran Rusa Timor adalah sebagai salah satu strategi dalam upaya meningkatkan populasi binatang ini di habitat alaminya. 

“Kita perlu menjaga keanekaragaman hayati di Indonesia dan program ini dapat dijadikan contoh sinergitas peran dan keterlibatan multi pihak mulai dari pemerintah, BUMN, civitas akademika dan masyarakat dalam mendukung upaya pengawetan spesies tumbuhan dan satwa,” tegasnya.

Sementara itu, Nandang Pribadi mengatakan alam tidak membutuhkan kita, tapi kita lah yang menbutuhkan alam. Untuk itu kesamaan persepsi dan kerjasama dari para oihak dalam pelestarian populasi satwa ini dari kepinahan sangat memegang peranan penting dalam menentukan kesuksesan uoaya konservasi Rusa Timor di Indonesia,

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi aktif, khususnya Pertamina EP yang dalam kegiatan pelepasliaran Rusa Timor ini ikut berkecimpung menjaga keanekaragaman hayati di Indonesia,“kata Nandang Prihadi. 

Kegiatan prosesi pelepasliaran Rusa Timor ini ditutup dengan penandatangan komitmen bersama konservasi Rusa Jawa oleh stakeholders yang terlibat. (one)

Awas, Kumistebal di Mojokerto Jadi Sarang Penyakit TBC

Mojokerto-(satujurnal.com)
Penderita tuberculosis atau TBC di Kota Mojokerto relatif cukup tinggi.

Lebih parahnya lagi, masih banyak masyarakat yang enggan melakukan pemeriksaan. Padahal penyakit TBC sangat mudah menular karena penularannya melalui udara.

Tatik Lutfiati, Kepala SSR TB Aisyiyah Kota Mojokerto mengatakan, satu pasien TB berpotensi menularkan beberapa orang lainnya, kalau tidak ditangani serius dikhawatirkan akan semakin menyebar.

"TB di Jawa timur menduduki peringkat kedua di Indonesia  setelah Jawa Barat. TB anak juga mencapai angka proporsi  tertinggi di Jawa timur,  yaitu 20 %  dari semua kasus TB, artinya masih banyak penderita TB dewasa disekitar TB anak yang harus ditemukan dan ditangani serta diobati sampai sembuh," ungkapnya.

Tatik berharap, masalah ini harus segera ditanggulangi bersama sama seluruh elemen masyarakat dengan cara aktif, pasif dan masif dg gerakan TOSS TB ( temukan TBC,Obati Sampai Sembuh).

Tatik juga mengatakan, di antara yang menjadi penyebab penyebaran TB di Kota Mojokerto karena sebagian besar penderita TBC yang tinggal di lingkungan kumistebal (kumuh,miskin,terbelakang), mereka masih belum terbiasa berperilaku hidup bersih dan sehat. Namun meski suspect TB masih banyak yang enggan diperiksa.

"Banyak penderita TB ditemukan di lingkungan kumistebal, kalau mereka tidak terdeteksi justru bisa menularkan ke keluarga dan lingkungannya. jadi perlu dukungan dari masyarakat serta pemerintah. Tidak cukup hanya dinkes tapi juga instansi lainnya yang menaungi masalah kebersihan lingkungan dan pemukiman," tambahnya.

Masih Kata Tatik, di Kota Mojokerto sebenarnya sudah ada beberapa tim peduli TB yang dibina oleh Puskesmas namun masih belum banyak menjangkau secara maksimal dan bergerak secara Optimal karena keterbatasan SDM .Tim ini beranggotakan masyarakat, toga tomas, pasien dan mantan pasien TB, Kader TB dan kader motivator .

"Kami, SSR TB Care  Aisyiyah mulai membangun jejaring dengan tim kecil binaan  puskesmas ini, seperti Paguyuban Gema Pitu yang dibentuk Puskesmas Gedongan dan paguyuban masyarakat peduli TB yang dibentuk Puskesmas Mentikan dan Kedundung," ujar Tatik.

Sementara untuk penguatan organisasi, Community TB Care Aisyiyah Kota Mojokerto juga menggelar pelatihan Capacity Building of CSO Advocacy Skill and Fundrising selama tiga hari. Pelatihan ini bertujuan untuk penguatan tim dalam penjangkaun pasien TB juga melakukan advokasi dalam membantu pemerintah dalam penanggulangan TB di Kota Mojokerto.

Dalam pelatihan yang melibatkan praktisi media, Zacky Arisal, Ketua dan Anggota Komisi III, Suliyat dan Anang serta tim dari Bappeko Mojokerto diharapkan bisa menemukan formula yang efektif untuk pencegahan TB. Baik melalui program internal TB Care maupun melalui dukungan kebijakan pemerintah.

"Tujuan pelatihan ini, untuk meningkatkan pemahaman terkait advokasi dan strateginya. Agar tim peduli TB lebih memahami bagaimana cara melakukan pendampingan baik terhadap pasien TB maupun upaya membantu pemerintah dalam penanggulangan TB di Mojokerto," pungkasnya.

Sementara berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Mojokerto pada tahun 2017. Jumlah  target jangkauan  insiden TB sebanyak, 440 capaiannya 277 dan 72 diantaranya adalah TB Anak.(one/sm)

Sekdakot Mojokerto Tinjau Tes CPNS Kota Mojokerto di Kediri

Kediri-(satujurnal.com)
Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Harlistyati meninjau seleksi penerimaan CPNS Kota Mojokerto dengan sistem Computer Asisted Test (CAT)  di Basement Monument Simpang Lima Gumul (SLG), Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Minggu (04/11/2018)

Badan Kepegawaian Kota Mojokerto selaku panitia seleksi daerah menyelenggarakan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)   selama dua hari mulai Minggu hingga Senin (4-5/11) dengan jumlah  2750 peserta yang telah dinyatakan lolos seleksi administrasi pada tahapan sebelumnya dari 5239 pelamar.

Para peserta akan memperebutkan 248 formasi CPNS Pemerintah Kota Mojokerto tahun 2018 sebagaimana ketetapan Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Dihadapan peserta tes CPNS, Sekdakot Harlistyati  berpesan agar para peserta tetap menjaga kesehatan dan fokus selama menjalani tes.

“Dalam mengerjakan tes adik-adik harus konsentrasi, perlu kecepatan dan ketepatan karena waktunya terbatas dengan jumlah materi soal yang banyak dan sulit,” katanya.

Harlistyati yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Seleksi Daerah menjamin bahwa seleksi CPNS di Kota Mojokerto dilaksanakan tanpa rekayasa. “Saya minta netral, tidak ada rekayasa, tidak ada titip-titipan, jadi kalau ada yang menjanjikan sesuatu dengan uang ataupun sesuatu yang lain saya minta adik-adik jangan percaya.” tutur Harlis.

Didampingi Endri Agus, Kepala BKD Kota Mojokerto, Harlistyati meminta agar para peserta tetap percaya diri dalam mengerjakan soal-soal SKD.  "Selalu berdoa kepada Tuhan dan tetap bersemangat kalaupun nanti belum lolos seleksi kali ini," pungkas Harlis. 

Pelaksanaan SKD dibagi menjadi 4 sesi dengan waktu tes selama satu setengah jam per sesi. Sesi pertama dimulai  pukul 08.00-09.30, dilanjutkan sesi kedua pukul 10.00-11.30. Sedangkan sesi ketiga dilaksanakan pada pukul 13.00-14.30 dan sesi terakhir pukul 15.00-16.30, dengan jumlah peserta seleksi tiap sesi sebanyak 350 peserta. 
Jadwal pelaksanaan SKD bagi peserta  lainnya dilaksanakan sesi berikutnya hari selasa (5/11).

Dalam tes SKD para peserta  mengerjakan 100 soal yang terbagi dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Peserta dinyatakan lolos SKD apabila melewati nilai ambang batas (passing grade) sebagaimana Peraturan Menteri PANRB No 37 tahun 2018 yaitu 143 untuk TKP, 80 untuk TIU,dan 75 untuk TWK. (one)

Back To Top