SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional

Politik & Pemerintahan

Ads

INDEKS TERBARU

AKD DPRD Kota Mojokerto 2019 – 2024 Terbentuk, Ini Formasinya


Mojokerto-(satujurnal.com)
Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Kota Mojokerto 2019 -2024 terbentuk selang sehari pasca pelantikan pimpinan definitif.

Penetapan AKD, yakni Komisi, Badan Anggaran, Badan Musyawarah, Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) serta Badan Kehormatan (BK) termaktub dalam sejumlah Keputusan DPRD Kota Mojokerto yang diteken Ketua Dewan, Sunarto, Jum’at (20/9/2019).

Dari formasi di tiga Komisi, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) paling menonjol dengan menempatkan tiga anggotanya. Yakni satu orang di jabatan Ketua Komisi II (bidang perekonomian dan pembangunan), dan dua orang di jabatan sekretaris di Komisi I (bidang hukum dan pemerintahan) dan Komisi III (bidang pendidikan dan kesra).

Fraksi Partai Golkar (F-PG) memegang posisi jabatan ketua Komisi III, wakil ketua Komisi I. Sedangkan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) memegang posisi jabatan ketua Komisi I dan wakil ketua Komisi II.

Dua fraksi utuh yang memiliki tiga kursi, yakni Fraksi Partai Amanah Nasional (F-PAN) dan Fraksi Partai Demokrat (F-PD) mendapat posisi sekretaris dan wakil ketua. F-PAN diposisi Sekretaris Komisi II, dan F-Demokrat dikursi wakil ketua Komisi III.

Sedangkan lima awak Fraksi Gabungan, Gerakan Keadilan Pembangunan (F-GKP) yang digawangi anggota Dewan asal Partai Gerindra, PKS dan PPP hanya menjabat anggota yang tersebar di tiga komisi.

Sementara dalam formasi Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) yang beroanggotakan 7 anggota Dewan dari 6 fraksi yang ada di tubuh DPRD Kota Mojokerto serta Sekretaris DPRD (Ex-Officio), jabatan ketua dipegang Deny Novianto (F-PD). Ia didampingi M. Gunawan (F-GKP) sebagai wakil ketua.

Sedangkan jabatan ketua Badan Kehormatan dipegang Moeljadi (F-PAN) dan Moch Harun (F-GKP) sebagai wakil ketua dengan satu anggota, Agung Hendrio (F-PD).

Selain itu, di dua AKD, Badan Anggaran (Banggar) dan Badan Musyawarah (Banmus), jabatan ketua dan wakil ketua dipegang tiga pimpinan Dewan (Ex-Officio).

Banggar dan Banmus, masing-masing dengan 12 anggota dari 6 fraksi dan sekretaris, yakni Sekretaris Dewan (Ex-Officio, bukan anggota), diketuai Sunarto (Ketua DPRD) dan dua Wakil Ketua DPRD, Sonny Basoeki Rahardjo dan Junaidi Malik.

Soal pembentukan AKD, Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto Junaidi Malik mengatakan, pembentukan AKD diawali dengan komunikasi di perwakilan partai hingga ditemukan kesepakatan bersama.

“Komunikasi antar fraksi terkait pembentukan dan formasi Komisi sudah kita lakukan secara inten. Masing-masing fraksi kemudian mengusulkan anggotanya di keanggotaan Komisi. Nama-nama yang diusulkan itu kemudian ditetapkan dalam Keputusan DPRD. Nama-nama yang masuk itu dibawa ke rapat AKD masing-masing, kemudian rapat komisi nanti menyepakati pimpinan komisinya melalui musyawarah,” ujarnya.

Sementara soal agenda Dewan pasca pembentukan AKD, Ketua DPRD Kota Mojokerto Sunarto menyebut pembahasan R-APBD 2020.

“Agenda yang paling dekat setelah AKD terbentuk adalah pembahasan R-APBD 2020,” ujar politisi senior PDI Perjuangan tersebut.

Informasi yang dihimpun satujurnal.com, eksekutif mentargetkan ketuk palu APBD 2020 di pekan kedua bulan Nopember 2019.  (one)


Berikut formasi AKD DPRD Kota Mojokerto 2019 -2024

Komisi I (Bidang Hukum dan Pemerintahan)

Ketua              : Sulistyowati (F-PKB)
Wakil Ketua   : Riza Ibnu Yulianto (F-PG)
Sekretaris:     : Febriana Meldyawati (F-PDIP)
Anggota         : Suliyat (F-PDIP), Udji Pramono (F-PD), Suyono (F-PAN), Sugiyanto (F-GKP)


Komisi II (Bidang Perekonomian dan Pembangunan)

Ketua              : Moch. Rizky Fauzi Pancasilawan (F-PDIP)
Wakil Ketua   : Wahju Nur Hidajat (F-PKB)
Sekretaris      : Miftah Aris Zuhuri (F-PAN)
Anggota         : Jaya Agus Purwanto (F-PG), Indro Tjahjono (F-PD), Mochamad Harun (F-GKP), Agung Soecipto (F-GKP)


Komisi III (Bidang Pendidikan dan Kesra)

Ketua              : Agus Wahjudi Utomo (F-PG)
Wakil Ketua   : Deny Novianto (F-PD)
Sekretaris      : Ery Purwanti (F-PDIP)
Anggota         : Choiroiyaroh (F-PKB)        , Agung Hendro (F-PD), Moeljadi (F-PAN), M Gunawan (F-GKP), Budiarto (F-GKP)


Bapemperda

Ketua              : Deny Novianto (F-PD)
Wakil Ketua   : M. Gunawan (F-GKP)
Anggota         : Ery Purwanti (F-PDIP), Moch. Rizky Fauzi Pancasilawan (F-PDIP), Riza Ibnu Yulianto (F-PG), Wahju Nur Hidajat (F-PKB), Miftah Aris Zuhuri (F-PAN), Sugiyanto (F-GKP), Mokhamad Effendy, Sekretaris DPRD / Sekretaris Bukan Anggota


Badan Kehormatan (BK)

Ketua              : Moeljadi (F-PAN)
Wakil Ketua   : Moch Harun (F-GKP)
Anggota         : Agung Hendrio (F-PD).


Badan Anggaran (Banggar)

Ketua              : Sunarto (Ketua DPRD)
Wakil Ketua   : Sonny Basoeki Rahardjo (Wakil Ketua DPRD)
Wakil Ketua   : Junaidi Malik (Wakil Ketua DPRD)

Anggota         : Moch. Rizky Fauzi Pancasilawan (F-PDIP), Ery Purwanti (F-PDIP), Agus Wahjudi Utomo (F-PG), Jaya Agus Purwanto (F-PG), Choiroiyaroh (F-PKB), Sulistiyowati (F-PKB), Udji Pramono (F-PD), Moeljadi (F-PAN), Budiarto (F-GKP),

Sekretaris (bukan anggota)  : Mokhammad Effendy (Sekretaris DPRD)


Badan Musyawarah (Banmus)

Ketua              : Sunarto (Ketua DPRD)
Wakil Ketua   : Sonny Basoeki Rahardjo (Wakil Ketua DPRD)
Wakil Ketua   : Junaidi Malik (Wakil Ketua DPRD)

Anggota         : Suliyat (F-PDIP), Febriana Meldyawati (F-PDIP), Agus Wahyudi Utomo (F-PG), Jaya Agus Purwanto (F-PG), Choiroiyaroh (F-PKB), Sulistiyowati (F-PKB), Indro Tjahjono (F-PD), Suyono (F-PAN), Agung Soecipto (F-GKP),

Sekretaris (bukan anggota)  : Mokhammad Effendy (Sekretaris DPRD)

*) Sumber : Sekretariat DPRD Kota Mojokerto

           






Mutasi 34 Pejabat Eselon III dan IV, Walikota : Isi Jabatan Kosong


Mojokerto-(satujurnal.com)
Gerbong mutasi di lingkup Pemkot Mojokerto kembali bergerak. Mutasi kali kedua di era Walikota Ika Puspitasari yang digelar di balai kota Graha Praja Wijaya, Rabu (18/9/2019) sore,  menyasar 34 pejabat pejabat eselon III dan IV.

Mutasi kali ini, menurut Ika Puspitasri untuk pengisian sejumlah jabatan kosong sekaligus mutasi beberapa jabatan.

Diantara yang dimutasi, di level eselon III, Kabag Administrasi Pembangunan, Nara Nupiksaning Utama diberi jabatan baru sebagai Kabag Pengadaan Barang dan Jasa. Bagian Pengadaan Barang dan Jasa merupakan UPT baru di lingkup Sekretariat Daerah.

Sedangkan Santi Ratnaningtyas yang sebelumnya Kabid Bina Marga DPU kini memegang jabatan Sekretaris DPU. Sementara Ary Setyawan yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Penganggaran dan Pengawasan Sekretaris DPRD, menduduki jabatan baru sebagai Sekretaris Bappeko.  

Di level eselon IV, kursi Lurah Sentanan yang kosong lantaran pejabatnya pensiun, kini kursi itu diduduki Jajoek Poerwitanti Handajani yang sebelumnya menjabat Kasie Pemberdayaan Masyarakat DPPA dan KB.

 “Mutasi dimaksudkan untuk memperlancar pelaksanaan tugas-tugas di pemerintahan sekaligus tugas-tugas dalam pelayanan publik. Selain itu juga ada pergantian nomenklatur Perwali Mojokerto Nomor 48 tahun 2018 tentang Pembentukan UPT pada Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, dan Satpol PP. Serta, terkait dengan Perwali Nomor 51 Tahun 2018 tentang perubahan atas Perwali Nomor 60 Tahun 2016 tentang kedudukan susunan organisasi, tugas dan fungsi serta tata kerja sekretariat daerah dan staf ahli.” Ujarnya.
Lebih lanjut, Ning Ita, sapaan karib Ika Puspitasari menyampaikan, mutasi di Lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto sebagai pembenahan dan pemantapan organisasi untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan efektivitas operasional dalam pelaksanaan tugas dan fungsi perangkat daerah di Lingkungan Pemerintah Daerah Kota Mojokerto.

“Agar para pejabat yang dimutasi bisa mengemban amanat dengan sebaik-baiknya, mampu mensyukuri jabatan yang diemban saat ini dan menjalankan dengan penuh keikhlasan serta dedikasi dan loyalitas yang tinggi dalam mencapai tujuan pembangunan sesuai harapan bersama,” pesan Ning Ita. (one)

Paripurna DPRD Kota Mojokerto Tetapkan Tiga Pimpinan Definitif


Mojokerto-(satujurnal.com)
Sunarto ditetapkan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mojokerto definitif periode 2019 – 2024. Anggota Dewan dari PDI Perjuangan ini didampingi dua wakil ketua, yakni Sonny Basuki Raharjo dari Partai Golkar dan Junaidi Malik dari PKB.

Penetapan tiga pimpinan definitif legislator daerah itu ditandai dengan pengucapan sumpah janji dan pelantikan pimpinan DPRD Kota Mojokerto masa jabatan 2019-2024 dipandu Ketua Pengadilan Negeri Mojokerto dalam rapat paripurna yang digelar di gedung Dewan setempat, Rabu (18/9/2019).

Ketiganya ditetapkan sebagai pimpinan Dewan definitif berdasarkan SK Gubernur Jawa Timur Nomor : 171.417/1243/011.2/2019 tentang Peresmian Pengangkatan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Mojokerto Masa Jabatan Tahun 2019-2024, tertanggal 16 September 2019.

“Dengan telah dilaksanakannya pengucapan sumpah  janji ini, maka kami bertiga sudah definitif sebagai pimpinan DPRD Kota Mojokerto masa jabatan tahun 2019-2024. Untuk itu, momen ini marilah kita jadikan sebagai titik awal bagi kita semua untuk menyelenggarakan pemerintahan daerah yang baik, bersih, berintegritas, berdedikasi, dan berkomitmen guna terselenggaranya pemerintahan daerah yang sebaik-baiknya, selurus-lurusnya dan seadil-adilnya demi kesejahteraan masyarakat Kota Mojokerto,” kata Sunarto memberi sambutan usai dilantik.

Sementara itu Walikota Mojokerto Ika Puspitasari dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Walikota Achmad Rizal Zakariah mengucapkan selamat kepada para pimpinan DPRD masa jabatan 2019-2024.

“Selaku pribadi dan atas nama Pemkot Mojokerto saya ucapkan selamat kepada pimpinan DPRD yang baru saja diambil sumpah dan janjinya. Mudah-mudahan dapat mengemban amanah dengan baik, iklas baik di hadapan masyarakat maupun Allah,” katanya.

Pada sisi lain dari sambutannya, Ika Puspitasari berharap agar roda pemerintahan dan pembangunan di Kota Mojokerto dapat berjalan selaras dan serasi antara Pemkot dan DPRD.

“Pimpinan DPRD agar bergegas menyusun strategi dan melaksanakan berbagai program dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Kota Mojokerto. Harus dapat merangkul dan menggugah partisipasi seluruh warga masyarakat, sehingga aspirasi masyarakat dapat diwujudkan melalui pembangunan daerah,” lanjut Ika Puspitasari.  

Segala bentuk saran, gagasan maupun kritik dari pimpinan DPRD kepada Pemkot tentunya akan menjadi masukan yang berharga demi keberhasilan perwujudan visi Kota Mojokerto.

“Kedepan akan semakin banyak tantangan dalam melaksanakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan juga beragama yang perlu kita cari solusinya bersama- sama. Tantangan ini tentunya tidak hanya berasal dari lingkup Kota Mojokerto saja, tapi juga lingkup eksternal yang sangat beragam. Saya yakin dengan berbekal semangat kerja keras, kerja cerdas dan kerja iklas serta didukung kemampuan dan pengalaman seluruh angggota DPRD, insya Allah memenuhi jharapan seluruh masyarakat Kota Mojokerto,” kata Walikota diujung sambutan. (one)

Walikota Bakal Evaluasi Perizinan Seluruh THM, X2X Jadi Atensi Khusus

Mojokerto-(satujurnal.com)
Walikota Mojokerto Ika Puspitasari memastikan akan mengevaluasi izin tempat hiburan malam (THM) secara menyeluruh. Hasil evaluasi itu nantinya akan menjadi dasar bagi pihaknya untuk memperpanjang izin atau sebaliknya.

Kepastian itu dicetuskan Ika Puspitasari, Selasa (17/9/2019),  menanggapi pertanyaan awak media soal sikap Pemkot Mojokerto terhadap THM yang berpotensi melanggar aturan, seperti halnya X2X Family Karaoke yang disebutnya jadi atensi khusus.

“Semua tempat hiburan malam akan kita evaluasi izinnya. Tak terkecuali karaoke X2X (X2X Family Karaoke),” katanya.

Menurut Ning Ita, sapaan populer Walikota perempuan pertama di Kota Mojokerto tersebut, X2X Family Karaoke tengah jadi perhatian pihaknya lantaran beberapa waktu yang lalu di THM di jalan Pahlawan itu terjadi penangkapan gembong narkoba oleh BNN setempat.

Meski X2X Family Karaoke jadi atensi, namun menurut kata Walikota sejauh ini pihaknya belum menelurkan rekomendasi untuk penutupan.

“Kalau rekomendasi penutupan belum. Sekarang masih kita evaluasi. Saya juga sudah perintahkan DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) untuk mengecek perizinannya.Kedepannya, kalau terjadi lagi pelanggaran-pelanggaran, kita juga berhak untuk tidak lagi memperpanjang izinnya,” tandasnya.

Ditegaskan, langkah evaluasi dengan juga melibatkan aparat penegak hukum ia pilih agar keputusan yang akan diambil terhadap THM itu tepat.

“Penegakan regulasi perlu dkawal bersama. Jadi butuh sinergi, Pemkot tidak akan bisa maksimal, kekuatan Forkompimda disini. Dan lagi, saya tidak ingin gegabah. Jangan sampai salah. Nanti bisa jadi bumerang juga,” sergah Ning Ita.

Sikap kehati-hatian juga terkait keputusan menerbitkan izin THM.

“Saya hati-hati. Bagaimana dampak perizinan (THM). Kalau positif dan berpotensi menyumbang PAD besar, kenapa tidak (diterbitkan perizinan THM),” tukasnya.

Namun demikian Ning Ita yang menjabat Walikota Mojokerto awal Desember 2018 itu pun menegaskan, sejak ia memegang kendali Pemkot Mojokerto tak sekali pun ia meneken izin perpanjangan THM maupun meneken izin THM baru.

“Perlu digarisbawahi, di era saya belum pernah satu pun ijin tempat hiburan malam yang saya  berikan,” tandasnya.

Ditegaskan Ning Ita, langkah-langkah yang dilakukan terkait THM tak lepas dari komitmennya untuk mensukseskan P4N (Program Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Narkoba).

“P4N kita gencarkan dengan terus membangun sinergi dengan BNN serta pembentukan duta anti narkoba di kalangan pelajar. Sosialisasi bahaya narkoba juga kita gelar di berbagai kesempatan, termasuk saat PSN,” imbuhnya.

Diingatkan, Kota Mojokerto termasuk wilayah merah peredaran narkoba di Jawa Timur. “Sekarang (Kota Mojokerto) kondisinya sudah dinyatakan BNN gawat darurat narkoba. Generasi penerus bangsa ini sudah terancam sisi moralnya kalau mereka menjadi pengguna dan dampaknya masif," tutup Ning Ita. (one)

Songsong ‘Mojokerto Spektakuler’, Ning Ita Ajak Pembatik Garap Sisik Gringsing

Mojokerto-(satujurnal.com)
Batik bermotif Sisik Gringsing dijadikan patron oleh sedikitnya 70 warga Kota Mojokerto pembatik dan peminat seni batik di ajang membatik bareng di Balai Kota Graha Praja Wijaya, Pemkot Mojokerto, Selasa (17/9/2019).

Batik motif Sisik Gringsing sengaja diekplorasi puluhan pembatik itu untuk menyongsong event seni dan budaya berlabel ‘Mojokerto Spektakuler’ bertajuk ‘Sepasar Nang Kutho Mojokerto’ yang digelar Pemkot Mojokerto bulan Nopember mendatang.

Walikota Mojokerto Ika Puspitasari yang menginisiasi gawe akbar ‘Mojokerto Spektakuler’ mengutarakan alasan dipilihnya motif batik tertua yang tersurat dalam kitab Negarakertagama dan Serat Pararaton itu.

“Batik motif Sisik Gringsing menjadi bagian dari kegiatan Mojokerto Spektakuler. Dan para perajin batik dan warga peminat seni batik yang berkumpul disini sengaja mengeksplor Sisik Gringsing yang sudah dipatenkan itu dengan kreasi masing-masing. Hasilnya akan muncul dalam parade batik di event dengan tema besar Spirit of Mojopahit,” kata Ika Puspitasari.

Lebih jauh dikatakannya, kegiatan membatik bareng yang berlangsung sampai beberapa waktu kedepan juga sebagai fasilitasi promosi bagi usaha mandiri masyarakat dengan meningkatkan keterampilan membatik bagi industri kecil menengah (IKM) Kota Mojokerto di tahun 2019. Diharapkan, kedepannya para pembatik pemula maupun profesional dapat terus berkembang seiring berkembangnya zaman.

"Dengan adanya kegiatan seperti ini, dibarapkan dapat memotivasi para perajin batik untuk lebih bersemangat lagi dalam menekuni dunia membatik. Sehingga, kedepannya diharapkan mampu meningkatkan potensi ekonomi warga Kota Mojokerto, khususnya di bidang batik," jelasnya.

Melalui kegiatan yang digagas Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat itu, diharapkan dapat melahirkan pembatik yang bisa melestarikan kekhasan Mojopahit. Yakni, melalui motif Sisik Gringsing.

Walikota perempuan pertama di Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita tersebut juga menjanjikan akan memberikan panggung untuk karya batik Kota Mojokerto di setiap event-event garapan Pemkot Mojokerto agar para pembatik yang ada di Kota Mojokerto. “Dengan semakin diminatinya batik Mojokerto maka perajin batik pun punya kepastian dalam menggantungkan hidup secara ekonomi,” terangnya.

Di Mojokerto Spektakuler, sambung Ning Ita, juga digelar pameran atau pasar UKM yang diberi label ‘Mojokerto Kuno’.

“Mojokerto Kuno konsepnya adalah kembali pada era abad 13 dengan menyuguhkan produk-produk UKM dari Mojokerto, salah satunya batik,” imbuhnya.

Dalam rangkaian event seni dan budaya bernuansa Mojopahit itu, kata Ning Ita lebih lanjut, kita juga akan menyelenggarakan sebuah event batik festival yang akan diperagakan 350 -500 orang diatas catwalk sepanjang 600 meter.

“Juga ada parade 1000 lembar batik karya warga Kota Mojokerto yang kita rangkai dan dibawa bersama-sama untuk menunjukkan bawah potensi batik di kota mojokerto sudah berkembang sangat luar biasa. Parade ini kita catatkan dalam MURI (Museum Rekor Indonesia),” cetusnya. (one)

Hukum & Kriminal

Peristiwa

Wisata

Pendidikan

Serba-serbi

Olahraga

Pemkab Mojokerto

Pemkab Jombang

Pemkot Mojokerto

Copyright © SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional