SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional

Politik & Pemerintahan

Ads

INDEKS TERBARU

KPU Kota Mojokerto Pastikan Seluruh Caleg Terpilih Sudah Serahkan LHKPN


Mojokerto-(satujurnal.com)
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mojokerto memastikan, sebanyak 25 calon anggota legislatif terpilih dalam Pileg 2019 sudah menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kepastian penyerahan salah satu syarat yang harus dipenuhi caleg terpilih untuk melenggang ke panggung pelantikan anggota Dewan itu disampaikan Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kota Mojokerto, Tri Widya Kartikasari dalam rangkaian rapat pleno terbuka penetapan perolehan kursi parpol dan caleg terpilih di De Resort Hotel Mojokerto, Senin (22/7/2019).

“Semua caleg terpilih sudah serahkan LHKPN. Sudah kita verifikasi, kita check list satu persatu untuk memastikan kebenarannya. Dan  sudah lengkap semua,” tandas Tri Widya.

Menurutnya, LHKPN itu dibuat oleh calon terpilih, diserahkan ke KPK, lalu tanda terimanya diserahkan ke KPU untuk konfirmasi.

“LHKPN sudah jauh hari dibuat oleh para caleg yang berpotensi terpilih. Apalagi, LHKPN jadi syarat mutlak yang harus dipenuhi para caleg terpilih agar bisa dimasukkan dalam daftar usulan pelantikan,” imbuhnya.

Ditambahkan, di dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) sudah jelas aturan yang mengikat terhadap caleg terpilih untuk menyerahkan LHKPN.

“Jadi kalau caleg terpilih tidak melaporkan LHKPN-nya, maka tidak akan dicantumkan di dalam usulan pelantikan,” tukasnya.

Ia pastikan pula, kurun dua hari kedepan semua persyaratan caleg terpilih untuk pelantikan akan diserahkan ke Gubernur Jatim melalui Walikota Mojokerto. “Semua persyaratan (caleg terpilih) sudah bisa dipenuhi. Jadi secepatnya, sesuai himbauan Gubernur Jatim juga, akan kami serahkan,” ujarnya.

Hanya saja, soal jadwal pelantikan, Tri Widya menegaskan jika hal itu sudah diranah Gubernur. “Untuk penjadwalan pelantikan, itu kewenangan Gubernur,” tutupnya.

Sebelumnya, Sekretaris DPRD Kota Mojokerto Moch Effendy mengatakan, masa bhakti anggota DPRD Kota Mojokerto 2014 -2019 berakhir 27 Agustus 2019. Hampir dipastikan pula, pelantikan caleg terpilih nantinya juga pada tanggal yang sama. (one)

Lepas 133 CJH, Ini Pesan Walikota Mojokerto


Mojokerto-(satujurnal.com)
Sebanyak 133 orang calon jamaah haji (CJH) Kota Mojokerto dilepas Walikota Mojokerto Ika Puspitasari di Balai Kota Graha Praja Wijaya, Pemkot Mojokerto, Senin (22/7/2019) siang.

Selain Walikota, pemberangkatan CJH yang didominasi kelompok usia tua tersebut juga dihadiri Wakil Walikota Ahmad Rizal Zakaria, Sekdakot, Harlistyati, unsur Forkompimda dan disaksikan keluarga jamaah.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mojokerto,  Moh. Zaini menyampaikan, CJH Kota Mojokerto tahun ini 63 orang perempuan dan 70 orang laki-laki.

Untuk kategori usia, CJH tertua berusia 79 tahun, yakni Khotib binti Tadjib, warga Prajuritkulon Gang 6, Kecamatan Prajurit Kulon. Sedangkan yang termuda M Azygaf Irfa’ur Rozak Al Rosyid, lajang berusia 18 tahun warga Lingkungan Pekayon, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Kranggan.

“Tahun ini seharusnya ada 134 calon jamah haji dari Kota Mojokerto, namun satu orang harus tertunda keberangkatannya karena sakit,” imbuhnya.

CJH terlebih dahulu akan menuju ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya sebelum terbang menuju Tanah Suci bersama dengan CJH dari Kabupaten Jombang, Sidoarjo dan Bondowoso yang tergabung dalam Kloter 52.

“Satu kloter 445 orang calon jamaah haji plus 5 orang petugas,” tukasnya.

Sementara itu, Walikota Ika Puspitasari menyampaikan ucapan selamat dan pesan kepada CJH.

“Haji mabrur tentu menjadi cita-cita panjenengan. Tentunya untuk memperoleh predikat tersebut, mari kita awali dengan niat yang tulus untuk mengharap ridha Allah subhanahu wata’ala kemudan diikuti dengan melaksanakan seluruh rangkaian haji sesuai dengan syarat dan rukun haji,” kata Ning Ita, sapaan karib Ika Puspitasari.

Yang tidak kalah penting, lanjutnya, dalam menjalankan ibadah haji adalah menghindari hal-hal yang membatalkan haji tersebut.

Ia pun berpesan kepada seluruh calon jamaah haji agar selalu berbesar hati dalam menghadapi umat muslim dari seluruh dunia. Bermacam-macam budaya, latar belakang dan suku.

“Oleh karena itu diperlukan kebesaran hati , kesabaran untuk saling menolong saling menghormati apapun perbedaannya yang ada diantara tamu Allah,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu kunci dalam menjalankan ibadah haji adalah sabar. Karena hanya dengan kesabaran maka kondisi apapun yang dirasakan di sana akan tetap membuat senantiasa ikhlas menerima apapun keadaannya.

Diingatkan pula agar seluruh CJH Kota Mojokerto menjaga kesehatan karena dalam melaksanakan ibadah haji memerlukan kondisi fisik dan stamina yang kuat.

“Saya berpesan, jaga kesehatan utamakan hal-hal yang wajib. Jaga makanan dan minuman yang dikonsumsi dan yang tidak kalah penting adalah mengatur waktu istirahat. Sebisa mungkin pada waktu yang memungkinkan istirahatkan tubuh, fisik panjenengan. Agar ketika kembali melaksanakan rangkaian ibadah haji memiliki kekuatan, memiliki energi untuk menjalankan sesuai syarat dan rukun sesuai yang ditentukan,” katanya.

Diujung sambutannya, ia memohon doa dari para CJH untuk mendoakan agar Pemkot Mojokerto, seluruh pejabat dan perangkat daerahnya diberikan kekuatan untuk mengemban amanah yang sebaik-baiknya sehingga bisa melakukan pembangunan yang maksimal dan mensejahterakan Kota Mojokerto. (one)

KPU Kota Mojokerto Tetapkan 25 Caleg Terpilih, Berikut Nama dan Perolehan Suaranya

Mojokerto-(satujurnal.com)
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mojokerto menetapkan 25 anggota terpilih DPRD Kota Mojokerto hasil Pemilu 2019 dalam rapat pleno terbuka penetapan perolehan kursi parpol dan caleg terpilih di De Resort Hotel Mojokerto, Senin (22/7/2019).

Dari 16 partai peserta pileg, hanya 9 partai yang berhasil mengantarkan calegnya duduk di keanggotaan DPRD Kota Mojokerto.

Berturut-turut, sesuai perolehan kursi terbanyak, PDI Perjuangan ditetapkan sebagai partai yang terbanyak mengantarkan calegnya dalam Pileg yang digelar 17 April silam. Partai besutan Megawati Soekarno Putri ini meraih 5 dari 25 kursi DPRD Kota Mojokerto.

Menyusul, PKB dan Partai Golkar masing-masong 4 kursi, PAN dan Partai Demokrat sama-sama mendapat 3 kursi. Lalu Partai Gerindra dan PKS masing-masing 2 kursi.  Dan PPP dan Partai Nasdem  yang sama-sama mendapatkan satu kursi.

Partai Berkarya, Partai Garuda, Partai Perindo, PSI, Hanura, PBB dan PKPI dinyatakan tidak mendapatkan kursi dalam perhitungan perolehan kursi partai model Sainte Lague  yang kali pertama diterapkan dalam pemilu tersebut.

Ketua KPU Kota Mojokerto, Saiful Amin mengatakan, digelarnya rapat pleno penetapan kursi parpol dan caleg terpilih berdasar PKPU No.14/2019 tentang Perubahan Kelima atas PKPU No.7/2017 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan umum Tahun 2019 dan Surat Edaran (SE) KPU No.1027/PL.01.9-SD/03/KPU/VII/2019  tertanggal 17 Juli 2019 tentang Penetapan Perolehan Kursi dan Penetapan Calon Terpilih dalam Pemilu Tahun 2019.

"Sesuai dengan PKPU tahapan, dan SE yang memberi batas waktu lima hari, maka kita bisa lakukan penetapan hari ini,” imbuhnya.

Dalam rapat pleno yang dibuka Wakil Walikota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria tersebut, Amin mengatakan, pihaknya akan mengusulkan 25 anggota DPRD Kota Mojokerto terpilih itu untuk dilantik oleh Gubernur Jawa Timur.

"Mengusulkan terhadap 25 calon terpilih kepada Gubernur Jatim melalui Walikota untuk kemudian dilantik," kata Amin.

Sementara itu, Wakil Walikota Mojokerto Ahmad Rizal Zakariah saat membuka rapat pleno yang juga dihadiri jajaran Forkompimda setempat mengajak semua pihak, baik yang setuju maupun yang tidak setuju dengan hasil pemilihan legislatif untuk bahu membahu membangun Kota Mojokerto lebih baik lagi.

Ia pun menekankan pentingnya integritas bagi penyelenggara pemilu, parpol maupun calon terpilih.

“Dalam sistem demokrasi, pemimpin yang berintegritas hanya mungkin lahir dari pemilihan yang berintegritas. Pemilihan yang berintegritas hanya mungkin terwujud dari penyelenggara yang berintegritas dan calon terpilih yang berintegritas. Jadi tidak cukup kalau hanya penyelenggaranya saja yang berintegritas,” tandasnya.

Supaya terwujud pemilihan yang berintegritas, lanjut ia, maka peserta pemilihannya yaitu partai politik dan calon terpilihnya juga haruslah orang-orang yang berintegritas.

“Menjadi catatan penting bagi kita bahwa dalam sistem pemilu seperti saat ini hanya mungkin lahir dari partai politik yang berintegritas,” tutup Cak Rizal, sapaan karib Achmad Rizal Zakaria.  (one)


Berikut nama calon anggota legislatif terpilih DPRD Kota Mojokerto berikut perolehan suara sah yang ditetapkan dalam Keputusan KPU Kota Mojokerto No. 75/HK.03.1-Kpt/KPU.Kot/2019 tanggal 22 Juli 2019


PDI Perjuangan
Dapil 1
Suliyat (1.580 suara)
Sunarto (1.275 suara)
Dapil 2
Ery Purwanti (2.603 suara)
Febriana Meldyawati (1.799 suara)
Dapil 3
Moch. Rizky Fauzi Pancasilawan (1.475 suara)

PKB
Dapil 1
Junaidi Malik (1.732 suara)
Wahyu Nur Hidajat (774 suara)
Dapil 2
Sulitiyowati (1.101 suara)
Dapil 3
Choiroiyaroh (1.163 suara)

Partai Golkar
Dapil 1
Agus Wahjudi Utomo (2.045 suara)
Sonny Basoeki Rahardjo (1.561 suara)
Dapil 2
Riza Ibnu Yulianto (867 suara)
Dapil 3
Jaya Agus Purwanto (1.520 suara)

PAN
Dapil 1
Suyono (1.599 suara)
Dapil 2
Moeljadi (1.429 suara)
Dapil 3
Miftah Aris Zuhuri (883 suara)

Partai Demokrat
Dapil 1
Udji Pramono (1.858 suara)
Dapil 2
Deny Novianto (2.196 suara)
Dapil 3
Agung Hendriyo (1.142 suara)

Partai Gerindra
Dapil 1
Sugiyanto (977 suara)
Dapil 2
Mochamad Harun (1.269 suara)

PKS
Dapil 1
Budiarto (527 suara)
Dapil 3
Agung Soecipto (999 suara)

Partai Nasdem
Dapil 1
Indro Tjahjono (1.561 suara)

PPP
Dapil 3
M. Gunawan (1.103 suara)







Walikota Mojokerto Terima Penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik



POSKO PAMAN Kota Mojokerto meraih penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Kemenpan RB 2019.  Penghargaan diterima Walikota Mojokerto Ika Puspitasari dari Menpan RB, Syafruddin, di Semarang, Kamis (18/7/2019) malam.

POSKO PAMAN, akronim dari Program Oke Singkirkan Kesakitan Diare dengan Observasi Pangan Aman, Mencuci Tangan Pakai Sabun dan Air Minum Aman hasil inovasi Puskesmas Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari ini berhasil masuk Top 99 dari 3.156 proposal inovasi pelayanan publik yang terekam dalam Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) yang diajukan 331 instansi. 

“Penghargaan ini untuk warga Kota Mojokerto,” kata Ika Puspitasari.

Walikota perempuan pertama di Kota Mojokerto yang karib disapa Ning Ita tersebut juga mengapresiasi kerja keras, kegigihan dan dedikasi jajaran Dinas Kesehatan yang tentunya dibarengi dengan partisipasi masyarakat, sehingga mampu membuahkan penghargaan di bidang inovasi pelayanan publik.

“Melalui POSKO PAMAN kita wujudkan generasi muda di Kota Mojokerto bebas dari segala penyakit melalui pola hidup bersih dan sehat,” katanya.

Ning Ita memaparkan POSKO PAMAN dihadapan tim panel independen di Ruang Sriwijaya, Kantor Kementerian PANRB RI, Jalan Sudirman Kav. 69 Jakarta, Kamis (12/7/2019).

POSKO PAMAN sejak tahun 2016 sudah ditiru oleh 3 posyandu di Kota Mojokerto, antara lain posyandu Raung Merapi, Batok Bromo dan Panderman. Dan dari tahun ke tahun semakin banyak diadopsi oleh Posyandu di Kota Mojokerto hingga bulan Juli 2019 sudah diadopsi oleh 20 posyandu dan menargetkan akan diadopsi oleh 26 Posyandu.

Selain diadopsi oleh Posyandu, POSKO PAMAN juga telah diadopsi oleh PKK Kota Surabaya, PKK Kabupaten Nganjuk dan Disperta Kota Bandung.

“Dengan keberhasilan yang telah dicapai dengan POSKO PAMAN kami harap POSKO PAMAN juga dapat diadopsi oleh daerah-daerah lain di luar Kota Mojokerto, sehingga semakin meningkatkan kesehatan penduduk Indonesia,” harap Walikota.

Sementara itu Menpan RB Syafrudin menyampaikan bahwa terobosan yang lahir dari Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2019 ini tidak hanya fokus pada penerapan sistem informasi, tetapi banyak juga bergerak dalam pemberdayaan masyarakat, mengakomodir kearifan lokal, serta kolaborasi dengan kaum muda atau milenial. “Orientasinya bukan lagi sekedar untuk menjembatani kehadiran program pemerintah, tetapi juga mengakomodir kebutuhan dan kecenderungan karakter, budaya, dan ‘DNA millenial’, yaitu pelayanan yang semakin cepat, mudah, aksesibilitas tinggi,” ujar Syafruddin.

Pada Top 99 inovasi ini, terdapat sebanyak 19 inovasi dari 12 kementerian. Sementara 8 pemerintah provinsi menghadirkan 12 inovasi. Dari 18 pemerintah kota menyumbangkan 21 inovasinya. Terbanyak adalah 27 pemerintah kabupaten yang menciptakan 41 inovasi pelayanan publik. Kompetisi ini juga diikuti oleh lembaga dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Kepala Lembaga Administrasi Negara Adi Suryanto, Direktur Utama Taspen Iqbal Lantaro, Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Toni Harmanto, tampak hadir diantara para penerima penghargaan inovasi pelayanan publik. (one)

POSKO PAMAN Kota Mojokerto Masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik


Mojokerto-(satujurnal.com)
Program Oke Singkirkan Kesakitan Diare Dengan Observasi Pangan Aman, Mencuci Tangan Pakai Sabun Dan Air Minum Aman (POSKO PAMAN) masuk dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik  Tahun 2019 Kementerian PAN RB.

Program hasil inovasi Puskesmas Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari ini berhasil masuk Top 99 dari 3.156 proposal inovasi pelayanan publik yang terekam dalam Sistem Informasi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) yang diajukan 331 instansi.  

Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari memaparkan POSKO PAMAN dihadapan tim panel independen di Ruang Sriwijaya, Kantor Kementerian PANRB RI, Jalan Sudirman Kav. 69 Jakarta, Kamis (12/7/2019).

Dalam paparannya, Walikota yang akrab disapa Ning Ita menjelaskan, POSKO PAMAN sudah dilaksanakan oleh Puskesmas Wates sejak 3 tahun yang lalu.

“Kelurahan Wates bebas buang air besar sembarangan atau open defecation free (ODF) 12 Nopember 2014, dan secara bertahap menurunkan angka penyakit diare dari  827 kasus pada tahun 2015, menjadi 822 kasus pada 2016, 797 kasus pada 2017 dan 665 kasus pada tahun 2018,” terang Ning Ita.

Lebih lanjut Ning Ita menjelaskan, melalui POSKO PAMAN, Puskesmas Wates dapat menurunkan kebiasaan konsumsi makan tidak aman dari 56,56% (2015) menjadi 42,86% (2016), 25.93% (2017), dan 27,54 % (2018) serta menurunkan kebiasaan tidak mencuci tangan pakai sabun dari 51,85% (2015) menjadi 50% (2016), 44,45% (2017) dan 24,64% (2018). “Dengan POSKO PAMAN juga berhasil menurunkan kebiasan mengkonsumsi air minum tidak aman,” terang Ning Ita.

Lima pilar STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) secara utuh sebagaimana Perwali Nomor 1 tahun 2015 tentang STBM, yakni tidak BAB sembarangan (ODF/jamban sehat), cuci tangan pakai sabun, mengolah air minum (PAM RT) dan makanan dengan cara aman, mengelola sampah rumah tangga dengan aman, bank sampah 128 se-kota, dan mengelola limbah cair rumah tangga dengan aman (mandi, cuci, ipal komunal).

POSKO PAMAN juga memberikan akses kemudahan mengujikan makanan yang diduga mengandung bahan tambahan makanan berbahaya secara gratis. 

“POSKO PAMAN dijumpai di sekolah, kegiatan cuci tangan pakai sabun, pembinaan kantin sekolah dan pedagang kaki lima di depan sekolah,” lanjut Ning Ita.

Dengan adanya POSKO PAMAN, ujarnya lebih jauh, selain meningkatkan harapan hidup warga Kota Mojokerto juga berpengaruh secara ekonomi seperti meningkatkan  kepercayaan konsumen terhadap pedagang makanan sehingga meningkatkan pendapatan pedagang makanan.

“Kader POSKO PAMAN pada saat ini terdiri dari anggota TP PKK sebanyak 10 orang, kader motivator kesehatan 25 orang, guru 20 orang, tokoh masyarakat 8 orang, tiwisada 138 orang dan kader kesehatan remaja 25 orang,” ulasnya.

Diujung pemaparannya Ning Ita menjelaskan, POSKO PAMAN sejak tahun 2016 sudah ditiru oleh 3 posyandu di Kota Mojokerto, antara lain posyandu Raung Merapi, Batok Bromo dan Panderman. Dan dari tahun ke tahun semakin banyak diadopsi oleh Posyandu di Kota Mojokerto hingga bulan Juli 2019 sudah diadopsi oleh 20 posyandu dan menargetkan akan diadopsi oleh 26 Posyandu.

Selain diadopsi oleh Posyandu, POSKO PAMAN juga telah diadopsi oleh PKK Kota Surabaya, PKK Kabupaten Nganjuk dan Disperta Kota Bandung.

Dengan keberhasilan yang telah dicapai dengan POSKO PAMAN kami harap POSKO PAMAN juga dapat diadopsi oleh daerah-daerah lain di luar Kota Mojokerto, sehingga semakin meningkatkan kesehatan penduduk Indonesia,” harap dia.(one)



Hukum & Kriminal

Peristiwa

Wisata

Pendidikan

Serba-serbi

Olahraga

Pemkab Mojokerto

Pemkab Jombang

Pemkot Mojokerto

Copyright © SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional