SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional

Politik & Pemerintahan

INDEKS TERBARU

Dua Kepala SKPD Digeser Jadi Staf Ahli, Pemkot Mojokerto Mutasi Ditengah Wabah Corona

Mojokerto-(satujurnal.com) 
Gerbong mutasi di lingkup Pemkot Mojokerto kembali bergerak.  Dua kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) masuk dalam daftar 13 pejabat yang dimutasi ditengah pandemi covid-19 saat ini.

Prosesi pelantikan yang digelar di halaman rumah dinas walikota yang acap disebut 'rumah rakyat' Jumat (3/4/2020) pagi tersebut
dilakukan dengan cara menjaga jarak (physical distancing) sesuai dengan protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

"Sebagaimana diketahui, saat ini kita tengah menghadapi wabah Virus Corona. Namun pelantikan ini dilaksanakan agar roda pemerintahan tetap berjalan dan sesuai amanah undang-undang. Untuk itu kami harus menyesuaikan dengan kondisi saat ini dalam rangka pencegahan Virus Corona dengan protokol kesehatan dan menerapkan physical distancing. Semoga musibah ini bisa segera berakhir," kata Walikota.

Menurut walikota yang karib disapa Ning Ita tersebut,  mutasi itu merupakan upaya penyegaran yang dilakukan dalam rangka percepatan pembangunan di Kota Mojokerto sekaligus untuk meningkatkan kinerja.

"Oleh karenanya, jabatan ini harus disyukuri serta dapat dijaga dan diimbangi dengan kejujuran, keiklasan serta prestasi dalam bekerja, " tandasnya.

Kepada para pejabat baru, kata Ning Ita lebih lanjut, laksanakan tugas sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing sesuai aturan. Dan hendaknya bisa bersinergi, jaga kedisiplinan, dan junjung tinggi integritas.

"Seorang ASN harus siap beralih tugas dan ditempatkan dimana saja dalam sebuah organisasi, sebagaimana telah diatur dalam pasal 23 Undang-Undang nomor 5 tahun 2014 tentang ASN dan PP nomor 11 Tahun 2017 tentang manajemen PNS," tandasnya.

Sementara itu,  dari 13 pejabat yang dimutasi, dua di antaranya adalah pejabat pimpinan tinggi pratama.. Yakni, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Anang Fahruroji berganti tugas sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik. Yang kedua adalah Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Mojokerto  Hariyanto yang sekarang menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.

 "Pejabat pimpinan tinggi pratama ini merupakan hasil uji kompetensi (assessment) jobfit, yang dilaksanakan awal bulan Maret kemarin. Dimana, pada jobfit ini diikuti empat orang pejabat pimpinan tinggi pratama untuk mengisi dua jabatan kosong di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto. Dan dari hasil jobfit tersebut sudah mendapat rekomendasi dari komisi aparatur sipil negara (KASN) untuk dilantik," jelasnya.

Dua posisi staf ahli yang kini dipegang Anang Fahruroji dan Hariyanto lama dibiarkan kosong. Sedangkan pengosongan jabatan kepala Bakesbangpol dan Kadis Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja menurut sumber di internal Pemkot Mojokerto,  terkait rencana penataan kelembagaan baru di tubuh Pemkot Mojokerto. (one/hms) 

Rusunawa Cinde Disiapkan Jadi Tempat Karantina ODR Covid-19

Mojokerto-(satujurnal.com)
Walikota Mojokerto Ika Puspitasari menyiapkan Rusunawa (rumah susun sederhana sewa Cinde di jalan Cinde, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon sebagai tempat karantina bagi warga yang berstatus ODR (orang dalam resiko) yang pernah berhubungan dengan PDP (pasien dalam pengawasan).

Inisiatif tanggap darurat dan usaha preventif dengan menggunakan rusunawa itu seiring ditetapkannya RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto sebagai rumah sakit rujukan, sepekan lalu. 
“RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo sudah ditetapkan melalui SK Gubernur Jawa Timur sebagai rumah sakit rujukan. Karena RSU sudah di-SK-kan sebagai rumah sakit rujukan, maka kami minta rumah sakit swasta juga memiliki kesiapan yang sama,” kata Walikota disela-sela meninjau Rusunawa Cinde, Kamis (2/4/2020).

“Saat ini sudah disiapkan 55 ruang isolasi di seluruh rumah sakit di Kota Mojokerto. Tetapi, kami juga harus menyiapkan ruang karantina dari hasil tracing, bagi mereka yang pernah berhungan langsung atau kontak fisik dengan pasien dalam pengawasan atau PDP. Dari hasil tracking tersebut, mereka yang pernah berhubungan dengan PDP harus segera dilakukan isolasi atau diperkenankan mengisolasi mandiri sesuai dengan SOP kesehatan yang diawasi ketat oleh petugas," jelas Ning Ita, sapaan walikota.

Ning Ita melihat kondisi fisik dan fasilitas rusunawa bersama Wakil Walikota Achmad Rizal Zakaria, Kepala Dinas PUPR Mashudi, Kepala Dinas Perhubungan Gaguk Tri Prasetyo dan Kepala Dinas Kesehatan Christiana Indah Wahyu.

Menurutnya, sebanyak 116 ruangan di Rusunawa Cinde berlantai 4 itu disiapkan untuk digunakan sebagai ruang karantina atau isolasi. 

“Kondisi bangunan yang masih baru dan kelengkapan fasilitas pendukung lainnya, menjadi kriteria utama sebagai ruang isolasi orang dalam resiko (ODR). Dan gedung ini, bisa digunakan kapan saja jika dibutuhkan," tegasnya. (one) 

Hari Ini Pemkot Gelar Doa Serentak Bersama Secara Live Streaming, Warga Bisa Ikuti Melalui Link Ini

Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Pasetyo
Mojokerto-(satujurnal.com)
Pemerintah Kota Mojokerto bersama pemuka lintas agama dan Forkopimda mengajak seluruh warga untuk mengikuti doa serentak bersama dari rumah yang akan dipandu secara langsung oleh pemuka agama masing-masing secara live streaming melalui laman gemamedia.mojokertokota.go.id.

Cara live streaming dijalankan sesuai kebijakan pemerintah terkait physical distancing atau jaga jarak fisik akibat merebaknya virus corona.

Doa serentak bersama melalui live streaming dari rumah masing-masing ini digelar setiap hari Kamis pukul 18.00 – 19.30 WIB, dimulai Kamis (2/4/2020) hari ini, seperti termaktub dalam ‘maklumat bersama’ tokoh lintas agama dan Forkompimda Kota Mojokerto bertanggal 31 Maret 2020.

Melalui laman milik Diskominfo Kota Mojokerto tersebut, warga dapat memilih dan mengakses link sesuai dengan agama yang dianut.

Demikian dikatakan juru bicara Satgas Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo, Kamis (2/4/2020).

“Untuk mendukung kegiatan doa bersama akan dilakukan penutupan jalan-jalan masuk menuju Kota Mojokerto dimulai pukul 17.30 WIB sampai 19.30 WIB,” terang Gaguk.

Ditandaskan, mulai 1 April 2020 kemarin, Walikota Ika Puspitasari telah menetapkan status keadaan darurat bencana wabah penyakit covid-19.

“Dihimbau masyarakat agar tidak panik, tetap disiplin dalam menjaga serta mengikuti cara-cara memutus mata rantai covid-19 sesuai yang diajurkan pemerintah. Untuk informasi peta persebaran covid-19 dan informasi lainnya dapat diakses secara langsung di website gugus tugas, yakni  covid19.mojokertokota.go.id," imbuh Gaguk. 

Gaguk yang menjabat Plt Kadis Infokom dan Kepala Dishub Kota Mojokerto lebih lanjut mengatakan,  Pemkot juga menelurkan berbagai kebijakan untuk menekan penyebaran corona, mulai meliburkan siswa agar bisa belajar di rumah melalui sistem daring. Melakukan penyemprotan cairan disinfektan di perkantoran dan area publik dan lingkungan warga. Deteksi suhu tubuh juga diterapkan di sejumlah tempat perbelanjaan. Juga penyediaan bilik sterilisasi di terminal, stasiun kereta api, pasar tradisional serta tempat cuci tangan pakai sabun (CTPS) hingga hand sanitizer dan masker untuk dibagikan kepada warga. (one)


Tokoh Lintas Agama dan Forkompimda Kota Mojokerto Keluarkan Maklumat Bersama Perangi Covid-19

Mojokerto-(satujurnal.com)
Tokoh lintas agama dan Forkompimda Kota Mojokerto Maklumat Bersama  bertanggal 31 Maret 2020, menyusul penetapan status keadaan darurat bencana wabah penyakit akibat corona.

Termaktub dalam maklumat bersama yang dibaca Walikota Mojokerto Ika Puspitasari di perkantoran Pemkot Mojokerto, Rabu (1/4/2020), tokoh lintas agama dan forkompimda bersepakat lima hal.

Pertama, Sholat Jumat diganti dengan sholat dhuhur di rumah atau tempat kerja masing-masing.

Kedua, Sholat Maktubah secara berjamaah di masjid dan musholla sementara diganti pelaksanaannya dengan sholat di rumah masing-masing.

Ketiga, Berbagai kegiatan keagamaan (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Khonghucu) dan kegiatan lain yang yang menimbulkan kerumunan massa untuk sementara ditunda.

Keempat, berkaitan dengan pelanggaran terhadap 3 poin sebelumnya akan bersekuensi hukum sesuai peraturan yang berlaku.

Kelima, setiap Kamis pukul 18.00 – 19.30 WIB dilakukan doa bersama seluruh umat beragama se-Kota Mojokerto di rumah, yang dipandu secara live streaming oleh pemuka agama masing-masing.

“Maklumat ini berlaku sejak tanggal ditetapkan hingga pencabutan kondisi darurat Covid-19. Demikian maklumat ini dibuat dan disampaikan untuk dipatuhi oleh seluruh masyarakat yang berada di Kota Mojokerto,” kata Walikota.

Walikota berharap, semua pihak benar-benar mengindahkan maklumat bersama.

"Semoga dengan kolaborasi, sinergi dan kegotongroyongan dari seluruh elemen masyarakat, wabah Covid-19 dapat kita kalahkan bersama-sama," harapnya. (one)

Cegah Corona, Pemkot Pasang Bilik Sterilisasi dan CTPS di Pasar Tradisional

Mojokerto-(satujurnal.com)
Pemerintah Kota Mojokerto memasang bilik sterilisasi dan tempat cuci tangan pakai sabun (CTPS) di beberapa pasar tradisional sebagai upaya memutus mata rantai virus corona biang covid-19,, Rabu (01/04/2020).

Walikota Ika Puspitasari meninjau sekaligus mencoba bilik sterilisasi yang dipasang di pintu masuk dan pintu keluar Pasar Tanjung Anyar, pasar tradisional terbesar di Kota Mojokerto didampingi Wakil Walikota Achmad Rizal Zakaria, Wakil Ketua  DPRD Kota Sonny Basoeki Rahardjo, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Ruby Hartoyo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ikromul Yasak, Kepala Bappeko Agung Moeljono dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Mashudi.

"Kami siapkan sedikitnya tiga unit bilik sterilisasi beserta cairan disinfektan, di pintu masuk dan keluar pasar yang sering dilalui pengunjung dengan jumlah paling banyak. Tidak semua pintu masuk dan keluar kami siapkan bilik sterilisasi ini, untuk itu kami juga menyiapkan sedikitnya sepuluh tempat cuci tangan pakai sabun atau biasa kami sebut CTPS di setiap sudut pasar," kata Ning Ita, sapaan akrab walikota, saat konferensi pers.

Sebelumnya, bilik sterilisasi juga sudah dipasang Pemkot Mojokerto di terminal bus dan stasiun kereta api setempat.

Pemberian bilik sterilisasi dan CTPS tersebut  menurut Ning Ita merupakan upaya Pemerintah Kota Mojokerto dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 di area publik. Untuk itu, melalui satuan gugus tugas (satgas) percepatan penanganan Covid-19, ia berharap seluruh masyarakat dapat bekerjasama dengan pemerintah daerah dalam menanggulangi penyebaran Covid-19, dengan mentaati semua peraturan yang ditetapkan, sesuai dengan protokol kesehatan.

"Saya himbau kepada masyarakat, untuk tetap waspada, tenang dan tidak panik. Serta, jangan mudah terpengaruh berita-berita yang belum terverifikasi kebenarannya. Pastikan, informasi yang diperoleh adalah bersumber dari unsur perangkat daerah yang berwenang dan juga media-media resmi pemerintah," tegasnya. (one/hms)


Hukum & Kriminal

Peristiwa

Wisata

Pendidikan

Serba-serbi

Olahraga

Pemkab Mojokerto

Pemkab Jombang

Pemkot Mojokerto

Copyright © SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional