Headlines :
Home » » Mulai Agustus Air PDAM Maja Tirta Mengucur 24 Jam

Mulai Agustus Air PDAM Maja Tirta Mengucur 24 Jam

Written By Satu Jurnal on Selasa, 22 Juli 2014 | 22.04

Mojokerto-(satujurnal.com)
Air PDAM Tirta Kota Mojokerto bakal mengucur 24 jam nonstop. Ini jika instalasi dua unit mesin pompa air bantuan pemerintah pusat sudah dioperasionalkan. 

Kabar baik bagi sekitar 4.000 pelanggan air bersih produk perusahaan plat merah ini diutarakan Kepala PDAM Maja Tirta, Sutrisno, Selasa (22/07/2014). 

“Dalam waktu dekat, rencana dan target distribusi air bersih selama 24 jam nonstop akan bisa terealisasi. Karena bantuan dua unit mesin pompa air dari pemerintah pusat sudah kami terima dan sudah dalam tahap pemasangan,” katanya.

Ia memperkirakan, setidaknya Agustus nanti pengucuran air nonstop bisa dimulai. ’’Kalau sudah selesai semua instalasinya, langsung kami geber dengan memberikan pelayanan nonstop,’’ imbuhnya.

Selain kuantitas yang bagus, kata Sutrisno, dia juga cukup yakin mampu meningkatkan produksi air bersih yang lebih baik. Jika selama ini pelanggannya kerap mengeluh karena keruhnya air PDAM, diprediksi bakal bisa diminimalisir.

Tak hanya dua alat itu saja. Untuk mengurangi beban pembiayaan listrik, PDAM Maja Tirta juga telah mendapat sokongan panel inverter. Alat ini berguna untuk meringankan beban listrik yang selama ini kerap dikeluhkan petugas PDAM. ’’Aliran listrik lebih irit dengan alat itu,’’ tukasnya.

Selama ini, kualitas air PDAM seringkali nge-drop. Biang buruknya kualitas air saat ini karena dua unit pompa distribusi air yang dimiliki PDAM sudah berusia lanjut dan tidak bisa kerja maksimal. PDAM hanya bekerja tidak lebih dari 20 jam per hari.

Dioperasikannya dua alat itu, untuk substitusi dua dari empat unit pompa distribusi air buatan Jerman tahun 1996 yang sudah loyo. Satu unit rusak parah, satu unit menyusul, karena baling-balingnya pecah. Dua unit mesin pompa yang masih laik pun tidak bisa dioperasikan secara maksimal. 

Dari kapasitas air 150 meterkubik per detik, dua pompa distribusi yang masih diaktifkan itu hanya mampu menyebar 50 -100 meterkubik per detik saja. Efek lain, kualitas air yang terdistribusi jadi tidak bagus.

Terkait dengan panel inverter yang mampu menguragi beban pembiayaan listrik, dipastikan mampu mengurangi beban PDAM. Selama ini, persoalan tagihan listrik rata-rata Rp 55 juta. (one)

Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved