copy dan paste berita, dengarkan disini!


 

GRATIS langganan via e-mail

Ponpes Amanatul Ummah Pacet Terbakar, Seorang Santriwati Meninggal

Mojokerto-(satujurnal.com)
Pondok Pesantren (ponpes) Amanatul Ummah, pondok pesantren bertaraf internasional di Desa Kembang Belor Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto ludes terbakar.

Kebakaran yang terjadi jum'at (15/8/2014) dini hari itu menghanguskan seluruh lantai dua yang berada di gedung akselerasi santri wanita, tepat di sebelah masjid induk ponpes.
 
Dalam peristiwa ini puluhan korban luka dan satu orang santriwati tewas terjebak dalam gedung yang berada di lantai dua.

Seluruh gedung lantai dua ludes hingga atap gedung ambruk seluruhnya.

Jauhnya lokasi kebakaran dari wilayah kecamatan, bahkan dari jangkauan masyarakat Kembang Belor menyebabkan pemadaman oleh tim pemadam kebakaran tidak bisa menyelamatkan kebakaran gedung ponpes tersebut.

Petugas baru bisa memadamkan api tatkala api sudah mengecil dan gedung sudah ludes terbakar. Petugas tetap melakukan pembasahan serta  pencarian korban yang tewas terpanggang di dalam gedung lantai dua tersebut.

Tak lama kemudian petugas menemukan korban meninggal dunia langsung di evakuasi ke rumah sakit Sumber Glagah, Kecamatan Pacet, kabupaten Mojokerto dengan menggunakan mobil ambulan.

Korban meninggal Lailatul Masruroh (13), siswi kelas VII asal Banyuwangi. Sedangkan korban luka berat bernama Farah Syaifie Savani (13) dirujuk ke RS Dr Soetomo Surabaya. Selain itu korban sebanyak 35 siswi menjalani rawat inap.

Rifai, salah satu pengurus Ponpes Amanatul Ummah, kebarakan terjadi sekitar pukul 2:00 WIB. Api diketahui muncul dari arah gedung akselerasi wanita. Dugaan sementara kebakaran dari konsleting listrik yang berada dalam gedung. (wie)
uang gratismu ada disini, mulailah menambang cryptocurrency sekarang
Labels: peristiwa

Terima Kasih Telah Membaca Ponpes Amanatul Ummah Pacet Terbakar, Seorang Santriwati Meninggal. Silahkan Berbagi...!

0 Comment for "Ponpes Amanatul Ummah Pacet Terbakar, Seorang Santriwati Meninggal"

Back To Top