Headlines :
Home » » Forpimda dan Tokoh Agama Serukan Damai Pascatragedi Tolikara

Forpimda dan Tokoh Agama Serukan Damai Pascatragedi Tolikara

Written By Satu Jurnal on Kamis, 23 Juli 2015 | 18.40

Mojokerto-(satujurnal.com)
Pernyataan sikap dan seruan damai pascatragedi Tolikara dicetuskan unsur Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) dan tokoh lintas agama se Kabupaten Mojokerto di gedung Satya Bhina Karya Pemkab Mojokerto, Kamis (23/7/2015),

"Forpimda Mojokerto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyatakan sikap damai pascatragedi di Tolikara," kata Kapolres Mojokerto AKBP Budi Herdi Susianto.

Seruan damai, katanya, untuk menekan gejolak agar tragedi Tolikara, Papua.

Sedang pertemuan tersebut membahas bagaimana menciptakan kondisi Mojokerto yang aman. "Karena selama ini, Mojokerto kondusif dan komunikasi antarumat beragama sudah terjalin baik," imbuhnya.

Dandim 0815 Letkol Inf Djohan Darmawan yang hadir mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpancing. Pasalnya, kondisi yang ada di Papua sudah aman dan dapat dinetralisir. 

Sementara Pendeta Windrayadi yang hadir,mengapresiasi kerja Polres Mojokerto cepat merespons untuk memberi kesejukan. 

"Sebagai umat Kristen berterima kasih pada polres yang mengutus langsung  polsek dan para kasat untuk mengamnakan gereja di Mojokerto," terangnya.

Dalam audiensi yang bertema  "Pernyataan Sikap Pemkab Mojokerto dengan Elemen Masyarakat Menyikapi Merusuhan di Kabupaten Tolikara Provinsi Papua" yang  dimoderatori Asisten I Pemkab Mojokerto, Ahmad Jazuli tersebut berlangsung gayeng. 

Beberapa tokoh masyarakat diminta memberi masukan untuk menciptakan kondisi yang aman.

"Kami semua berkumpul disini untuk menyatukan sikap damai. Silakan memberi masukan demi terciptanya kondisi aman dan damai," paparnya.

Dari MUI Mojokerto, H Choirul W, menjelaskan, pemerintah harus memgambil sikap agar persoalan serupa tidak terjadi di daerah lain. Karena semua itu untuk kesatuan NKRI. Selain itu, pemerintah agar cepat bergerak untuk mengungkap di balik peristiwa itu.
"Sikap damai harus dijaga," tandasnya.

Rohaniawan Budha Tidur, Trowulan, Biksu Nyana Wira, mengharapkan permasalahan di Tolikara harus tidak disalahartikan. Seperti pepatah yang ada,  musuh mudah dicari dan kalau teman susah dicari. (one).
Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved