Headlines :
Home » » Jelang Muktamar NU ke-33, Atribut Parpol Dicopot Paksa

Jelang Muktamar NU ke-33, Atribut Parpol Dicopot Paksa

Written By Satu Jurnal on Minggu, 26 Juli 2015 | 16.34


Jombang-(satujurnal.com)
Sejumlah spanduk dan baliho Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang terpasang di area Muktamar NU ke-33 di Jombang dicopot paksa oleh para santri dalam aksi sweeping dibawah komando Abdul Latif Malik, Humas Yayasan Bahrul Ulum Tambak Beras.

Selain beralasan agar muktamar steril dari kampanye parpol, juga merupakan hasil musyawarah keluarga yang menginginkan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, satu dari empat pondok pensatren yang dijadikan ajang muktamar bersih dari area kampanye parpol.

Tak hanya di PP Bahrul Ulum, aksi serupa juga terjadi di PP Tebu Ireng. Keberadaan spanduk ini disebut sebagai upaya intervensi terhadap pelaksanaan muktamar.

Mereka menyisir sejumlah lokasi di areal pesantren. spanduk dengan logo PKB serta serta foto Ketua DPC PKB Bangkalan yang juga Wakil Bupati Bangkalan, H Mondzir Rofii tak luput dari sasaran sweeping.

"Kita sudah sepakat bahwa di lokasi muktamar PPBU tidak boleh ada atribut partai. Makanya hari ini kita lakukan sweeping," kata Gus Latif, sapaan karib Abdul Latif Malik, Minggu (26/7/2015).

Ditegaskan Gus Latif, sebenarnya tidak hanya di dua pondok pesantren saja yang harus steril spanduk parpol, tapi area muktamar secara keseluruhan. “Soal sweeping gambar parpol di area lain bukan kewenangan kami. Tapi seharusnya seluruh areal muktamar di dalam pesantren harus steril dari spanduk berbau partai politik. Ini untuk menjaga muktamar dari tudingan campur tangan pihak tertentu seperti partai politik,” katanya.

Sementara itu, Saifullah Yusuf Ketua Panitia Daerah Muktamar Nu Ke 33 menyayangkan aksi sweping yang dilakukan oleh sejumlah pihak. “Kalau ada yang keberatan, ya silahkan memasang sendiri atribut partainya. Siapapun bebas memasang bendera partainya, asal dibiaya sendiri,” lontar Gus Ipul, sapaan popular Wakil Gubernur Jawa Timur tersebut.

Ditandaskan pula, tak hanya bendera PKB, seluruh parpol pun dipersilahkan memasang atribut sepanjang untuk mensukseskan dan menyemarakkan muktamar.

Keberadaan bendera PKB yang disandingkan dengan bendera NU memicu polemik sejak sepekan lalu. Tudingan miring ada intervensi dari partai terhadap pelaksanaan muktamar menguat. Namun Gus Ipul memastikan panitia muktamar terbebas dari segala bentuk intervensi dari manapun.

Muktamar ke-33 NU digelar mulai 1 hingga 5 Agustus 2015 di Jombang. Para muktamirin ditempatkan di empat pesantren. Masing-masing Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan, Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, serta Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. (rg)
Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved