Headlines :
Home » » Kirab Bumi, Puluhan Patung Dewa Diarak Keliling Desa

Kirab Bumi, Puluhan Patung Dewa Diarak Keliling Desa

Written By Satu Jurnal on Minggu, 04 Oktober 2015 | 18.27


Jombang-(satujurnal.com)
Puluhan Dewa dari berbagai klenteng dikirab jemaat Tri Dharma (agama Tios, Budha, dan Konghucu) dari Klenteng Klenteng Hong San Kiong, Gudo, Jombang, Minggu (4/10/2015).

Kirab ritual dan budaya yang disebut kirab bumi ini diikuti klenteng dari berbagai kota se Jawa.

Sepanjang prosesi kirab, banyak jemaat yang memberi angpao dan berbagi rejeki kepada penonton disepanjang jalan. 

Sebelum kirab, jemaat Tri Dharma Klenteng Hong San Kiong 
melakukan sembahyang didepan altar Dewa Kong Co Tik Tjoen Ong dan puluhan dewa dari klenteng dari berbagai kota se Jawa. 

Setelah melakukan sembahyang puluhan dewa dibawa ke kursi tandu yang akan dipakai untuk kirab keliling desa.

Para jemaat Tri Dharma mengelu-elukan dewanya masing masing.

Kirab ritual dan buadaya ini untuk mempererat tali persaudaraan antar pengurus klenteng se Jawa.

Seluruh masyarakat, baik jemaat Tri Dharma atau bukan, larut dalam kirab ritual budaya yang dilakukan setiap tahun ini. 

Klenteng Hong San Kiong hong dibangun pada tahun 1700. Layaknya tempat ibadah Tri Dharma lainnya yang serba berwarna merah, di dalam klenteng ini terdapat beberapa altar untuk masing-masing dewa. Altar yang berada di paling depan adalah altar Dewa Kong Co Kong Tik Tjoen Ong. 

Toni Hartono, pegurus klenteng Tri Dharma Gudo mengatakan, kirab ritual budaya berlangsung penuh khidmat, meskipun banyak warga lain agama tampak sangat antusias mengkuti jalananya kirab dewa dari berbagai kota.

Dalam kirab ini pembawa dewa selalu menunjukkan kebolehannya di tengah masyarakat.

Dalan kirab itu banyak warga Tionghoa yang memanfaatkan untuk memberi angpao kepada barongsay yang meranaikan kirab. Selain itu jemaat Tri Dharma juga membagikan bungkusan makanan ringan kepada para penonton, akibatnya warga pun berebut.

Kirab ritual dan budaya digelar di Gudo karena Dewa Kong Co Kong Tik Tjoen Ong adalah dewa tertua. Setelah keliling desa Gudo, gkirab berakhir di klenteng Hong San Kiong, Gudo (rg)



Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved