Headlines :
Home » » Pastikan Layanan Medis, Wawalikota Sidak Puskesmas dan RSU

Pastikan Layanan Medis, Wawalikota Sidak Puskesmas dan RSU

Written By Satu Jurnal on Kamis, 10 Maret 2016 | 15.55


Mojokerto-(satujurnal.com)
Wakil Walikota (Wawali) Mojokerto, Suyitno menggelar sidak di dua tempat layanan kesehatan, Puskesmas Blooto, Prajurit Kulon dan RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kamis (11/3/2016) pagi. 

Antrian pasien dan terbatasnya ruang tunggu jadi amatan pertama orang nomor dua di lingkup Pemkot Mojokerto tersebut.

Bergeser ke pintu ruang dokter, mantan Sekkota Mojokerto yang didampingi Inspektor Achnan, Kepala BKD, Endri Agus dan Kabag Humas, Heryana Dodik Murtono ini membaca name board lima dokter. Namun ia hanya menemui seorang dokter perempuan. Pun saat di ruang layanan, hanya ada beberapa tenaga paramedis. Sejumlah meja kerja tampak kosong. 

Semula, tak ditemuinya dokter dan paramedis di ruang kerjanya sempat jadi tanda tanya wawalikota. Namun kala kepala Puskesmas dr Faridah menjelaskan jika dokter tengah visite ke pasien rawat inap, pun paramedis tengah berada di masing-masing ruang layanan, wawali mengaku mahfum. 

Seusai melihat apel pagi, Suyitno menyisir sejumlah prasarana dan ruang rawat inap. 

Saat di ruang rawat inap, wawali berdialog dengan sejumlah pasien, mempertanyakan kualitas layanan puskesmas. 

Ia mengaku masih mendapati persoalan klasik yang dinilainya mengganggu layanan kesehatan masyarakat.

"Ada pegawai yang masih telat, antrian pasien yang meluber karena fasilitas yang tidak lagi memadai serta prasarana gedung kantor seperti kursi tunggu yang sudah tidak layak pakai harus menjadi perhatian SKPD yang bersangkutan. Yang kurang-kurang harus segera dibenahi," ujarnya sebelum kemudian beringsut menuju RSU. 

Saat sidak di RSU, ia menuju ruang rawat inap kelas 1 Tribuwana. Satu persatu dari belasan ruang rawat inap ia telisik. Pagi tadi ruangan yang seluruhnya dilengkapi AC ini hanya dihuni dua pasien. 

Sepinya pasien ini pun dipertanyakan. 

"Ada laporan miring soal ketersediaan kamar di bagian ini. Seringkali pasien ditolak karena kamar penuh. Tapi tak jarang, jika yang memesan orang tertentu, tiba-tiba kamar tersedia," telisik dia. 

Kepala ruangan pun berkilah, sejauh ini tidak ada pasien yang ditolak jika kamar masih ada. Yang terjadi justru ketidaksabaran pasien menunggu kamar kosong dengan rentang beberapa jam kemudian. 

"Justru kita sidak ini untuk mengetahui secara langsung kondisi di lapangan, terkait Informasi masyarakat yang masuk. Saya minta jangan mempersulit masyarakat yang membutuhkan layanan," tekan Suyitno. 

Ditegaskan, pola sidak akan terus dilakukan pihaknya. Selain tempat layanan masyarakat, lokasi mega proyek, seperti proyek Rejoto, GMSC, Gamapala dijadikan atensi dan dipastikan akan mendapat giliran sidak.(one)






Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved