Headlines :
Home » » Warga Kedundung Gelar Aksi Bentang Spanduk Penolakan Graha Poppy Karaoke

Warga Kedundung Gelar Aksi Bentang Spanduk Penolakan Graha Poppy Karaoke

Written By Satu Jurnal on Jumat, 22 April 2016 | 23.17


Mojokerto-(satujurnal.com)
Warga Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto menggelar aksi bentang  spanduk penolakan keberadaan Graha Poppy Karaoke di Kota Mojokerto, Jum'at (22/4/2016).

Spanduk dibentang di tiga titik strategis berjarak beberapa meter dari bangunan Graha Poppy Karaoke. Spanduk berukuran panjang dua meter itu diantaranya bertuliskan, "Warga Kedundung, Harga Mati Tutup Graha Poppy",  "Stop Hiburan Malam di Wilayah Kami", Pak Wali Segera Tutup Tempat Maksiat di Desa Kami".

Mereka mengaku terpaksa pasang spanduk penolakan lantaran gerah dengan sikap Pemkot yang tak kunjung merespon keluhan warga terkait keberadaan karaoke terbesar di Kota Mojokerto yang berada di tengah pemukiman tersebut.

"Kami pasang spanduk penolakan keberadaan Graha Poppy Karaoke agar Pemkot segera mengambil sikap tegas. Kami tidak ingin lagi berdialog dengan Pemkot, karena sudah cukup menyampaikan aspirasi," cetus Pecok.

Ditegaskan ia, jika aksi warga ( pasang spanduk penolakan) tak direspon, maka warga akan dilakukan penyegelan. 

"Kalau aksi kami masih juga tidak digubris, ya akan kami lakukan penyegelan," ancam dia.

Seperti diketahui, puluhan warga Kedundung melayangkan pengaduan ke Pemkot dan DPRD Kota Mojokerto, Senin (11/4/2016) terkait aktivitas Graha Poppy Karaoke yang mereka nilai meresahkan. Mereka mendesak agar Graha Poppy Karaoke yang sebelumnya dibawa bendera manajemen Graha Istana ditutup. "Kami meminta Graha Poppy dipindah karena menganggu ketertiban. Mereka beroperasi melewati jam 24.00 WIB sehingga melanggar ketentuan," ungkap Pecok. Ia menyebut akses kendaraan roda empat tamu tempat hiburan ini juga menganggu arus lalu lintas di jalan Muria Raya. Sebab, terbatasnya area parkir ditempat itu memaksa tamunya menaruh mobilnya di bahu jalan.  "Akses keluar masuk parkir membuat lalu lintas macet. Juga GP meresahkan karena sering tawuran antar tamu mabuk," tandasnya. 

Penampilan pemandu lagu atau purel juga mereka soal lantaran mereka nilai seronok. 

Kedatangan warga itu ditemui Walikota Mojokerto, Masud Yunus dalam ruang dinasnya. Pertemuan tersebut berlangsung tertutup.

Dewan setempat pun merespon dan menggelar hearing dengan dengan manajemen Graha Poppy Karaoke dan warga Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari di ruang sidang Dewan, Kamis (15/4/2016).

Diujung hearing, Dewan menyatakan akan menelurkan rekomendasi ke walikota. (one)








Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved