Headlines :
Home » » Open House, Walikota Mojokerto Jamu Warga Soto APBD Bukan Ikan Rengkik.Ini Alasannya

Open House, Walikota Mojokerto Jamu Warga Soto APBD Bukan Ikan Rengkik.Ini Alasannya

Written By Satu Jurnal on Sabtu, 09 Juli 2016 | 22.07


Mojokerto-(satujurnal.com)
Walikota Mojokerto Mas'ud Yunus  menggelar open house untuk warga masyarakat dikediaman pribadinya di Kedungmulang gang 2 Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon mulai Kamis (7/7/2016 hingga Minggu (10/7/2016) besok.

Nasi soto dijadikan hidangan untuk menjamu warga yang bersilaturahmi dengan orang nomor wahid di Kota Mojokerto ini.

Uniknya, ia memberi embel-embel APBD dibelakang nama menu berkuah yang disajikan, lantaran belanja nasi soto itu dari pundi APBD. 

"Yang datang di atas pukul sembilan pagi akan saya suguhi soto APBD. Ini soto dari uang rakyat akan disuguhkan untuk seluruh masyarakat Kota Mojokerto yang hadir di rumah saya di Kedungmulang gang dua Surodinawan,” tutur Mas'ud Yunus, lugas. 

Ia memilih nasi soto jadi santapan pelengkap open house, bukan olahan ikan rengkik, ikan yang dijadikan ikan khas Kota Mojokerto. 

"Bukan (ikan rengkik), tapi nasi soto. Soto kan juga makanan rakyat," kilahnya menanggapi pertanyaan soal tidak dimunculkannya hidangan ikan rengkik ditengah helatan bareng warga tersebut.

Tidak ada jawaban yang pasti soal tidak adanya olahan rengkik dijamuan lebaran ini. 

"Masih terus dicoba untuk dibudidayakan," ucapnya. 

Padahal birokrat ulama ini menggadang-gadang ikan rengkik, sejenis ikan patin yang hidup di sungai Brantas itu jadi ikan  dan ikon khas Kota Mojokerto. 

Bahkan salah satu seragam kerja pakaian PNS Pemkot Mojokerto ditetapkannya bernotif ikan rengkik dengan warna oranye yang dominan. 

Saking getolnya mempromosikan ikan rengkik, di berbagai kesempatan ia berkelakar , menyebut orang luar Kota Mojokerto baru 'sah' berkunjung ke daerahnya jika sudah mencicipi hidangan ikan rengkik. 

"Orang luar daerah yang belum menikmati ikan rengkik tidak sah," selorohnya. 

Namun diakui untuk menjadikan ikan rengkik sebagai ikan khas Kota Mojokerto bukan perkara sipil. Karena karakter ikan ini beda dengan ikan patin yang sudah bisa dibudidayakan. 

"Ya kita tetap menjadikan ikan rengkik yang hidup dan berkembang di sungai Brantas sebagai ikan khas Kota Mojokerto, meskipun untuk mendapatkan ikan ini masih dengan cara tradisional seperti memancing dan menjaring tapi kita optimis bisa mengembangbiakkan ikan rengkik dengan cara budidaya," akunya.

Dinas Pertanian Kota Mojokerto pun didapuk untuk mengembangkan ikan tawar sungai Brantas tersebut. (one)


Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved