Headlines :
Home » , » Gelar Festival Sate dan Pesta Gizi III, Walikota : Agar Masyarakat Kian Sadar Gizi

Gelar Festival Sate dan Pesta Gizi III, Walikota : Agar Masyarakat Kian Sadar Gizi

Written By Satu Jurnal on Senin, 12 September 2016 | 22.39

Mojokerto-(satujurnal.com)
Festival Sate dan Pesta Gizi menyambut Hari Raya Idul Adha kembali digelar Pemkot Mojokerto, di pertigaan Jalan Gajahmada – Mayjend Sungkono Kota Mojokerto, Senin (12/9/2016) malam.
Festival yang diinisiasi Disporabudpar, Bagian Kesra dan Humas Pemkot Mojokerto ini sengaja digelar di tepian Sungai Brantas. Selain untuk syiar Idul Adha, festival bernuansa bakar sate massal ini juga untuk menggenjot dunia pariwisata di kota mungil dengan tiga kecamatan ini.

Nuasa religius di momen Hari Raya Kurban ini menjadi kental kala perkusi dari kelompok musik Kanjeng Sunan mengalun mengiringi Walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus berkeliling menilik setiap kesibukan setiap regu peserta yang digawangi sejumlah peserta dari unit kerja Pemkot Mojokerto, organisasi keagamaan dan ormas Islam tersebut.

Setiap regu peserta tidak hanya sibuk membolak-balik bakaran sate diatas panggangan arang api, namun juga berusaha tampil memikat. Karena ajang bakar sate massal jilid III berhadiah total Rp 15,35 juta ini memang menetapkan beberapa kriteria.

Selain cita rasa, tim juri dari sebuah sekolah perhotelan  di Surabaya, pemilik restoran ternama di Kota Mojokerto dan juri professional memberi penilaian dari sisi higinitas, kecepatan pembakaran , penyajian dan kostum serta yel-yel regu peserta.

Suguhan tarian sufi dan music etnik serta hiburan stand up comedy Gus Yuk Cilik Kota Mojokerto kian melengkapi festival yang dihampar sepanjang river side Brantas tersebut.

"Animo masyarakat di pesta gizi ketiga ini makin tinggi dibanding dua festival sebelumnya,” kata Walikota Mas'ud Yunus usai berkeliling ke seluruh stan dengan Istri serta pejabat teras dan unsur Forpimda.

Menurutnya, penampilan setiap peserta dari tiga kategori, SKPD Pemkot Mojokerto, sekolah, serta ormas dan umum cukup unik dan memikat.

“Menarik, unik dan masing-masing membawa pesan tersendiri,” ujarnya.

Festival sate dan pesta gizi ini yang ketiga sejak tahun 2014 ini, kata Mas’ud Yunus lebih lanjut, punya tujuan syiar Idul Adha, simbol kepedulian, juga bagian dari pengembangan wisata kuliner..

“Kegiatan ini bagian dari upaya memotivasi masyarakat Kota Mojokerto agar benar-benar sadar gizi, sehingga tidak ada lagi warga yang kekurangan gizi,” tandasnya.

Festival Sate dan Pesta Gizi ini ujar orang nomor wahid di Kota Mojokerto, juga untuk membangun kebersamaan. Sehingga kegiatan yang dijadikan agenda tahunan Pemkot Mojokerto ini pun harus digelar di tempat yang berbeda-beda.


“Agar terjadi pemerataan. Kalau yang pertama di jalan Gajahmada, yang kedua di Alun-alun, ketiga disini (jalan Hayamwuruk), berikutnya wilayah barat Prajurit Kulon,” tukas walikota. (one)
Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved