Headlines :
Home » » Baru Dua Bulan Digarap, Proyek Pemeliharaan Jalan Jatikulon Rusak Lagi

Baru Dua Bulan Digarap, Proyek Pemeliharaan Jalan Jatikulon Rusak Lagi

Written By Satu Jurnal on Jumat, 03 Februari 2017 | 21.10



Mojokerto-(satujurnal.com)
Proyek pemeliharaan jalan
Jatikulon, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto menuai penilaian minor warga . Pasalnya, belum genap dua bulan tambal sulam digelar Dinas PU setempat, jalan yang sempat ditanami pohon pisang dan drum rusak lagi. Malah lebih parah dari sebelumnya.

Tak pelak keseriusan perbaikan instansi teknis ini dipertanyakan. "Rusak lagi, malah lebih parah. Aspalnya KW mungkin," ujar Hari Bowo, pengguna jalan yang melintas, Jum'at(3/2/2017) .

Sejumlah warga mengungkapkan,
jalan itu direhab namun tidak total. Hanya di bagian sisi saja bekas tanaman pisang. Sedangkan kerusakan bagian lainnya sepanjang kurang lebih 25 meter dibiarkan.

"Ini kan namanya perbaikan ala kadarnya. Nyatanya, sekarang kerusakannya malah parah," keluh Anis warga setempat.

Ia berharap, Pemkab Mojokerto tak mengabaikan kerusakan jalur vital disebelah eks pabrik spiritus dan alkohol ini.

"Jalan ini membahayakan bagi pengendara roda dua, karena hancur dan tergenang dikala hujan. Jangan sampai makan korban," tandasnya.

Ditemui sebelumnya, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Mojokerto, Alfiyah Ernawati berjanji meneruskan keluhan warga ini ke instansi terkait.

Dalam kesempatan itu, Erna mengatakan anggaran fisik tahun ini banyak terpotong akibat kebijakan pusat. "APBD tahun ini berkurang 10 persen, dan itu bukan jumlah yang sedikit," tandasnya.

Meski demikian ia mengungkapkan bahwa fokus anggaran tahun ini masih ke infrastruktur dan hasilnya akan dinikmati masyarakat. 

Seperti diketahui, kerusakan jalan raya Jatikulon, makin parah akibat minimalisnya saluran air di lokasi setempat.

Akibat timbulnya genangan air setiap kali hujan turun, aspal jalan diperbatasan Kabupaten-Kota Mojokerto rusak dan mengelupas. Kini badan jalan tinggal sekitar 1,5 meter saja.

Sebelumnya, jalan yang ramai dilalui warga dari wilayah Kecamatan Tarik, Sidoarjo seluas kurang lebih 3 meter.

Sejumlah warga berinisiatif memasang tanda bahaya dengan menanam pohon pisang di tengah jalan dan memberi drum bekas aspal.

"Biar pengguna jalan waspada dengan kerusakan jalan ini. Sebab, saat banjir lubang jalan ini tidak kelihatan sehingga sangat membahayakan pengguna roda dua," kata  warga setempat.

Ia mengungkapkan, panjang pengelupasan aspal jalan ini mencapai hampir 25 meter. "Dari pertigaan jalan Ijen ini sampai GKJW, hampir 25 meteran," tambahnya. (one)


Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved