Headlines :
Home » » Metode Totok Saraf Ala Masudin Jadi Pelabuhan Terakhir Para Pasien

Metode Totok Saraf Ala Masudin Jadi Pelabuhan Terakhir Para Pasien

Written By Satu Jurnal on Rabu, 22 Februari 2017 | 21.29


Jombang-(satujurnal.com)
Kediaman Mister Masudin, pakar terapi saraf telinga di Dusun Ketanen Desa Banyuarang Kecamatan Ngoro, Jombang, ini hampir setiap hari tidak pernah sepi dari pengunjung. 

Mereka datang dari berbagai penjuru hanya ingin mendapatkan kesembuhan gangguan saraf telinga yang telah diderita sejak lama melalui metode totok saraf ala Masudin. 

Rata-rata, para pasien ini mengaku sudah berobat kemana-mana, baik ke medis ataupun pengobatan alternatif lainya namun tanpa hasil.

Salah satu keluarga pasien asal Jakarta yang enggan disebutkan namanya mengaku sangat senang ketika melihat detik-detik pertama putri mereka yang duduk di Sekolah Luar Biasa (SLB) bisa mendengar dan merespon setiap panggilan usai diterapi Mister Masudin. 

"Saya senang campur heran, kok bisa padahal ditotoknya nggak lama, hanya beberapa dekit lalu sudah dites pedengaran anak saya dan dia merespon", kata ibu muda yang juga sebagai anggota Polri ini, Rabu (22/02/17).

Dia bercerita, awalnya sempat ragu untuk datang dan mengobatkan putrinya ke Masudin. Sebab, dia sudah membawa putrinya yang berusia 11 tahun ini kemana-mana yang tanpa hasil. Namun, setelah berfikir panjang akhirnya dia nekat membawanya terapi ke Masudin.

"Ada teman yang menyarankan saya untuk ke pak Masudin. Namun beberapa teman lain ada pula yang meragukannya ", ungkapnya.

Berkat keyakinan itu, katanya lagi, akhirnya putri saya ada perubahan yang cukup signifikan pada gangguan pedengaranya. 

Hal senada juga diungkapkan Faedhoni Yusuf (62), pensiunan jaksa asal Kecamatan Lowokwaru Kabupaten Malang. Pria paruh baya ini mengakui dengungan pada telinganya banyak berkurang setelah sekali diterapi oleh Mister Masudin.

"Alhamduillah dengungan yang saya rasakan sejak setahun terakhir sudah jauh berkurang. Kini mungkin tinggal 10 persen saja, padahal ini baru saja diterapi", katanya. 

Meski demikian dia dan ratusan pasien lainya harus rela bersabar untuk mendapat penanganan. Sebab, Masudin tidak ingin tergesa-gesa dalam menangani setiap pasiennya.

"Untuk hasil maksimal saya harap para pasien saya mau bersabar dan terutama paham dengan metode yang saya pakai untuk terapi saya ini", kata Masudin. (rg)


Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved