Headlines :
Home » » Pantau US SD/MI, Walikota Mojokerto : Jangan Sampai Dikotori Kecurangan

Pantau US SD/MI, Walikota Mojokerto : Jangan Sampai Dikotori Kecurangan

Written By Satu Jurnal on Senin, 15 Mei 2017 | 15.18


Mojokerto-(satujurnal.com)
Walikota Mojokerto, Mas'ud Yunus memantau pelaksanaan ujian sekolah (US) tingkat SD/MI hari pertama di dua sekolah, Senin (15/5/2017).

Dua sekolah yang didatangi orang nomor satu di Pemkot Mojokerto tersebut yakni SDN Balongsari VI Kecamatan Magersari dan SDN Mentikan 2 Kecamatan Kranggan. 

Selain memastikan tidak ada kendala dalam US yang diikuti lebih dari 2.900 siswa yang tersebar di 76 SD/MI tersebut, Walikota berharap US tingkat SD/MI aman dari kebocoran soal. 

"Ujian akhir sekolah atau US ini harus berlangsung dengan baik sesuai ketentuan. Jangan sampai terjadi kecurangan atau pun kebocoran soal. Saya tidak ingin hasil US dikotori kecurangan atau rekayasa," kata Mas'ud Yunus usai  menantau pelaksanaan US di SDN Balongsari VI.

Dikatakan, berbeda dengan UN SMP dan SMA/SMK yang sudah ada melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), US tingkat SD masih dilaksanakan secara paper based test (kertas dan pensil). 

"Mudah-mudahan tahun depan kita akan mampu melaksanakan UNBK SD/MI, seperti yang diprogram Kemendiknas," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto, Novi Raharjo yang mendampingi Walikota mengutarakan, penyusunan soal ujian SD berbeda dengan penyusunan soal UN SMA/SMK dan SMP. ‘

’Kalau UN SMP dan SMA, seluruh soalnya 100 persen disusun Kemendikbud. Sedangkan naskah soal ujian SD untuk tiga mata pelajaran yakni Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 75 persen disusun Dispendik sebagai otonomi daerah dan 25 persen disusun Kemendikbud,” kata Novi.

Meski penyusunan naskah soal US sebagian besar diserahkan daerah, namun ia menjamin tidak akan terjadi kebocoran. 

Antisipasinya, lanjut Novi, naskah soal US yang dicetak di sebuah percetakan di luar wilayah Kota Mojokerto tersebut, melalui mekanisme pengawasan 24 jam dengan melibatkan aparat kepolisian.

Naskah ujian disimpan di kantor Dispendik Dinas setempat.

Sedangkan pola pendistribusian naskah US, ujar Novi, dengan melibatkan kepala sekolah secara langsung. 

Setiap kepala sekolah harus mengambil naskah soal US yang diujikan hari itu dengan membawa surat pertanggungjawaban mutlak, tanpa pengawalan polisi. 

Pengambilan naskah disesuaikan dengan mata pelajaran yang diujikan.

’’Selama pelaksanaan US berlangsung, masing-masing kepala sekolah akan mengambil soal di Kantor Dinas Pendidikan dengan membawa surat pertanggungjawaban mutlak," tukasnya.

Ia pun menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpancing atau termakan isu soal bocor. “Jangan terpancing isu. Semua naskah soal US dijamin kerahasiaannya sampai ke meja peserta US," tandasnya. 

Sementara, mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia pada 15 Mei 2017, Matematika pada 16 Mei 2017, Ilmu Pengetahuan Alam pada 17 Mei 2017. 

Pada hari keempat dilanjutkan dengan US dengan materi 5 mata pelajaran muatan lokal. (one)



Share this article :

1 komentar:

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved