Headlines :
Home » » Protes Tragedi Kemanusiaan Muslim Rohingya, Mahasiswa Jombang Robek Bendera Myanmar

Protes Tragedi Kemanusiaan Muslim Rohingya, Mahasiswa Jombang Robek Bendera Myanmar

Written By Satu Jurnal on Rabu, 06 September 2017 | 15.33

Jombang-(satujurnal.com)
Ratusan mahasiswa Jombang, melakukan aksi turun jalan di bundaran Taman ASEAN setempat, Rabu (6/09/17).

Mereka yang sejumlah organisasi yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) tersebut melakukan aksi solidaritas atas tragedi kemanusiaan yang menimpah muslim Rohingya sembari membentang spanduk bertuliskan "Save Genosida, Save Rohingya” atas pembantaian yang dilakukan yang dialami muslim Rohingya.

Dalam aksi yang diwarnai dengan perobekan replika bendera Myanmar tersebut, para aktivis meminta Pemerintah menyelamatkan muslim Rohingya dan mengusir Kedubes Myanmar dari Indonesia.

Bahkan, Para mahasiswa juga mengancam akan menurunkan bendera Myanmar, salah satu dari 10 bendera Negara ASEAN yang berkibar di taman ASEAN Jombang.

Salah satu pendemo, Kiki Humairoh Janah, mengatakan, dalam beberapa bulan, konflik di Rohingya Myanmar kembali memanas.

Ratusan muslim Rohingya terbunuh akibat agresi militer Myanmar. Mereka terpaksa mengungsi akibat konflik berkepanjangan tersebut.

Menurut Kiki, kejahatan genosida yang dilakukan oleh militer Myanmar tersebut merupakan pelanggaran HAM berat. Dia menilai, dalam konteks tersebut, PBB mandul dalam menghadapi koflik ini.

“Disini kita dari Gerakan Aktivis Mahasiswa ingin menurunkan bendera Myanmar dari ASEAN, itu tekad kita dan  mengusir Kedubes Myanmar dari ASEAN. Myanmar itu ada di ASEAN, karena kenapa ASEAN yang memiliki julukan kedamaian kenapa tetap diam saja melihat Negaranya  yang hancur seperti itu, seharusnya ASEAN mengeluarkan Myanmar”, kata Kiki Humairoh.

Menurut mahasiswa, pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi yang menjadi icon pejuang demokrasi yang telah mendapatkan nobel perdamaian, sangat tidak layak menyandang nobel perdamaian karena telah membiarkan konflik ini terus memanas. Sehingga, banyak muslim Rohingya yang tertindas dan kehilangan nyawa.

“Untuk itu kami juga meminta nobel perdamaian itu dicabut dan Myanmar dicoret dari ASEAN”, imbuhnya.

Aksi mahasiswa tersebut pun mendapat pengawalan ketat puluhan aparat Kepolisian Jombang. (tar)



Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved