Headlines :
Home » » Tumbuhkan Keberaamaan, Ribuan Santri Tebuireng Jombang Nyate BarengDaging Kurban

Tumbuhkan Keberaamaan, Ribuan Santri Tebuireng Jombang Nyate BarengDaging Kurban

Written By Satu Jurnal on Sabtu, 02 September 2017 | 19.33



Jombang-(satujurnal.com)
Bakar sate bareng di Hari Raya Idul Adha jadi tradisi di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Ribuan tusuk sate daging kurban dipanggang bareng. 

Nuansa Idul Adha pun begitu kental di  lingkungan pondok di Desa Cukir Kecamatan Diejek tersebut.

Para santri di salah satu pondok besar di Jombang ini nampak begitu riang dan kompak. Rasa kebersamaan itu sperti terlihat takkala ribuan santri tersebut tengah asyik membakar dan menikmati sate daging kurban di halaman area Pesantren, Sabtu (02/09/17).

Tradisi membakar sate bersama saat Hari Raya Idul Adha ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir.

Menariknya, saat hari raya kurban, seluruh santri di pondok pesantren yang berdiri lebih dari satu abad ini  tidak diperbolehkan libur ataupun pulang ke kampung halaman.

"Ini sudah tradisi setiap tahun saat Hari Raya Idul Adha, seluruh santri kami larang untuk pulang, namun mereka kita ajak untuk membuat sate bersama-sama", ujar Lukman Hakim, salah satu pimpinan pondok yang didirikan KH Hasyim Ashari ini.

Dia menjelaskan, untuk tahun ini Pesantren Tebuireng menyembelih sekitar 19 ekor sapi dan sejumlah kambing. Selain dibagikan kepada ribuan warga sekitar Pesantren, para santri juga diberi jatah daging untuk bahan membuat sate.

"Setiap kelompok santri kami siapkan daging sekitar 5 kilogram, total seluruhnya yang disate santri kami sekitar 3 ekor sapi", terangnya.

Selain daging, bahan-bahan dapur lainya termasuk arang dan panggangan juga disediakan pihak Pondok.

"Jadi santri tinggal memasak atau membakar saja", imbuh Lukman.

Meski tidak diperbolehkan pulang, namun hal itu tidak mengurangi kegembiraan para santri. 

Rizky, salah satu santri asal Jawa Barat mengaku senang dengan tradisi nyate bareng ini. Dia mengaku, momen tahunan ini mampu menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan antar santri.

Sementara, selain diarea halaman Pesantren, tradisi nyate bareng para santri juga dilakukan disejumlah halaman sekolah dibawah naungan Pesantren Tebuireng. 

"Biasanya tradisi ini kami lakukan tepat di Hari Raya Idul Adha. Namun karena bertepatan dengan Hari Jumat, sehingga nyatenya kami undur hari ini (Sabtu)", pungkas Lukman Hakim. (tar)
Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved