copy dan paste berita, dengarkan disini!


 

GRATIS langganan via e-mail

Pilwali Mojokerto, Suara Nadliyin Jadi Rebutan Pasangan Calon


Mojokerto-(satujurnal.com

Suara kaum Nahdliyin akan diperebutkan kontestan Pilwali Mojokerto.2018. 

Setidaknya, tiga pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota dipastikan akan mendulang dukungan NU. Karena secara basis massa, warga Kota Mojokerto mayoritas warga NU. 

Ita, sapaan Ita Puspitasari, bakal calon walikota yang diusung Partai  Golkar dan Partai Gerindra menyatakan suara kaum nahdliyin akan  menjadi sumber kontribusi terbesar untuk melenggangkan langkahnya  menuju kursi walikota. 

“Keluarga besar saya nahdliyin. Mulai dari orangtua dan mbah adalah aktivis serta tokoh agama. Dan saya lihat, terbesar adalah warga nahdiyin. Makanya jadi target utama,” kata kandidat calon walikota yang berpasangan dengan Akhmad Rizal Zakariah tersebut. 

Adik kandung Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasha yang mengaku sudah  memegang kendali Fatayat NU Kabupaten Mojokerto satu dekade terakhir ini pun mengaku sangat optimis akan mampu mampu merebut suara warga nahdliyin. 

“Tapi semua kalangan pasti akan kita rangkul. Karena,  kota Mojokerto bukan hanya punya NU, tapi punya seluruh warga,’’ sergahnya. 

Tiga partai pengusung paslon Andy Soebjakto Molanggato-Ade Ria Suryani, yakni PKB, PPP dan Partai Demokrat juga dipastikan akan membidik suara warga nahdliyin. 

Kehadirian Ketua PC NU Kota Mojokerto, KH Soleh Hasan dan 9 kiai, diantaranya saat deklarasi paslon di kantor PKB Kota Mojokerto jalan Brawijaya, sesaat sebelum mendaftar ke KPU Kota Mojokerto, Rabu (10/1/2018) menjadi ‘legitimasi’ dukungan para kyai NU. 

Diantara kiai yang menghadiri deklarasi, yakni KH Faqih Usman, pengasuh pondok pesantren Nurul Huda, KH Ismail Adnan, KH Wahib Wahab, KH Syafi Ludfin, Gus Qodri, dan Gus Sofwan. 

Pun paslon jago PDI Perjuangan, Akmal Boedianto dan Rambo Garudo bakal memenuhi lumbung suara dukungan dari warga nahdliyin. Ribuan jamaah pengajian Al Ummahat yang dimotori KH Mas’ud Yunus, Walikota Mojokerto yang notebene kader partai banteng moncong putih diharapkan akan melimpahkan suaranya pada pasangan berlatarbelakang mantan birokrat dan dokter tersebut. 

Menanggapi ini, Ketua PCNU Kota Mojokerto KH Soleh Hasan saat dikonfirmasi menegaskan, secara kelembagaan, NU tidak diperbolehkan berpihak terhadap salah satu kandidat. Nilai-nilai semangat kembali ke khittah menjadi alasan mendasar bagi NU untuk tidak berpolitik praktis. Menurutnya, NU merupakan organisasi untuk seluruh umat. 

’Tapi, kalau perorangan, terserah mau ke mana,’’ terangnya. 


Soal kehadiran dirinya saat deklarasi paslon Andy – Ade Ria, ia mengaku karena diundang secara khusus. 

’’Siapapun yang mengundang,  saya pasti datang. Partai apapun,’’ katanya. 

Pun demikian dengan pengakuan Ita atas keaktifannya sebagai kader NU. 

Kata KH Soleh Hasan, sejauh ini, ia melihat jika Ita merupakan anak dari seseorang yang aktif di ke-NU-an. 

’’Ita hanya dekat dengan NU. Karena orang tuanya yang NU,’’ tegas dia. 


Diakui, klaim dukungan NU dari paslon, partai pengusung maupun dari tim sukses paslon acap muncul di momen pilkada seperti saat ini. 

’’Saya tegaskan, NU secara kelembagaan harus netral. Kalau soal klaim saya pikir itu sudah biasa,’’ tukasnya. (one) 
uang gratismu ada disini, mulailah menambang cryptocurrency sekarang

0 Comment for "Pilwali Mojokerto, Suara Nadliyin Jadi Rebutan Pasangan Calon "

Back To Top