Walikota Nilai Sulit Samakan UMK - SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional

Walikota Nilai Sulit Samakan UMK


Walikota Abdul Gani Suhartono
Mojokerto-(satujurnal.com)
Tuntutan aktivis buruh agar UMK Kota Mojokerto disamakan dengan UMK Kabupaten Mojokerto menurut Walikota Abdul Gani Suhartono sulit direalisasi. Menurutnya, meski secara geografis tak jauh beda, namun jenis industri di dua wilayah yang sangat berdekatan ini berbeda.

“Kalau (UMK) kota maunya seperti kabupaten tidak mungkin. Industrinya kabupaten itu industri berat, kalau kota tidak ada industrinya," kata Gani, Kamis (01/11/2012).

Siang tadi Gani memanggil Dewan Pengupahan Kota Mojokerto dan Apindo. Ia meminta kronologi dari survei yang dilakukan Apindo dan SPSI, meski pihaknya belum menerima surat revisi UMK dari pemprov Jatim.

"Kalau ada revisi, kita harus berbicara dengan berbagai pihak termasuk Apindo. Tapi masih menunggu karena dari pemprov belum dikembalikan. Nanti akan dilihat bagaimana revisi itu," kata Gani.

UMK Kota Mojokerto 2013 diprediksi bakal naik hanya Rp 65.000. Ini sesuai usulan Dewan Pengupahan Kota (Depeko) Mojokerto yang hanya menyodorkan angka UMK  Rp 940 ribu. Angka ini jauh dibawah tuntutan buruh yang meminta perbaikan upah sesuai dengan kebutuhan hidup layak (KHL). Dibanding dengan usulan UMK 2013 Kabupaten Mojokerto, Rp 1.408.399. UMK Kota Mojokerto jauh tertinggal. (one)

Artikel terkait lainnya

Baca juga artikel ini

Copyright © SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional