Lambat Ungkap Kasus Pembunuhan, Polres Didemo - SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional

Lambat Ungkap Kasus Pembunuhan, Polres Didemo



Mojokerto-(satujurnal.com)
Puluhan warga Dusun Klagen, Desa Tawar, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto menggelar aksi demo di Mapolres Mojokerto di Mojosari, Senin (07/01/2013). Aksi yang sama sebelumnya digelar di Mapolsek Gondang.

Aksi yang dilakukan warga yang tergabung dalam aksi solidaritas untuk Jakfaril lantaran kecewa dengan lambannya Polres dalam mengungkap pembunuh Jafaril, pemuda Desa Tawar yang terbunuh. pada 19 Nopember 2012 lalu. Jafaril ditemukan tak bernyawa di sebelah rumahnya.

Mereka berdemo dengan membawa berbagai poster dan foto Jafaril serta berorasi di depan pintu pagar Polres Mojokerto mulai pukul 11.30 WIB. Aksi ini sempat memacetkan jalur Mojokerto-Pasuruan, lantaran massa memblokir ruas jalan.
Menurut Ulil Absor, koordinator aksi ini, Jakfaril ditemukan tewas di samping rumahnya mengenakan pakaian lengkap, sarung dan sandal. Saat dilakukan penyelidikan oleh kepolisian, ternyata Jakfari murni tewas dibunuh.

"Selama ini belum ada kejelasan perihal kasus ini. Kita meminta agar pelaku segera ditangkap dan diadili," kata Ulil di sela-sela aksi.

Kapolres Mojokerto AKBP Eko Puji Nugroho saat menemui pendemo mengatakan, sejauh ini polisi sudah memeriksa 13 orang saksi.

"Namun belum mengarah ke pelaku pembunuhan itu," aku Eko.

Polisi, kata Eko, sangat serius menangani kasus pembunuhan Jakfaril ini. Bahkan yang diterjunkan bukan hanya anggota dari unsur polsek, namun juga tim Satreskrim Polres Mojokerto. "Jadi bukan hanya polsek, polres pun ikut menangani secara langsung guna menungkap kasus pembunuhan ini," tandas.

Diungkap Eko, pihaknya sudah mencari motif-motif yang ada. Termasuk motif asmara. Namun, polisi masih membutuhkan bukti-bukti kuat lainnya untuk menangkap tersangka kasus pembunuhan ini.

"Hasil visum memang ada kekerasan, hanya tidak dijelaskan secara spesifik. Ini tugas kami untuk memperjelas dari hasil visum ini," tukasnya.

Namun, Kapolres Eko menegaskan, pihaknya tidak ada niatan untuk menghentikan upaya pengungkapan kasus ini.

Usai mendapat penjelasan dari Kapolres Mojokerto, massa pun membubarkan diri, pada pukul 12.45 wib. (wie)

Artikel terkait lainnya

Baca juga artikel ini

Copyright © SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional