Honorer Kemenag Curhat ke SDA - SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional

Honorer Kemenag Curhat ke SDA

Jombang-(satujurnal.com)
Perjuangan tenaga honorer Kemenag yang tak lolos K-1 dan belum terakomodir di database K-2,curhat Menteri Agama Surya Dharma Ali (SDA) di Balai Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek, Jombang (08/04/2013). Mereka menyampaikan uneg-unegnya meski tak diberi kesempatan dalam forum tanya jawab.

Dengan penuh kesabaran, ratusan honorer yang mengabdi di madrasah negeri ini mengikuti acara tersebut sampai selesai. Bahkan mereka merangsek ke depan dengan mengacungkan tangan berkali-kali. Dengan harapan mereka diberi kesempatan bertanya.

''Minta tolong pak Menteri, ini terkait nasib guru honorer K-1 yang sudah bertahun-tahun mengabdi,'' ujar Miftahul Jinan bersama Ketua Forum Honorer Indonesia (FHI) Jombang, Abdul Latif. Ironisnya, saat guru-guru ini menyampaikan statusnya sebagai K-1, sang menteri tidakfaham.

Setelah mendengarkan sekilas penjelasan guru-guru honorer, termasuk perjalanan mereka yang mengabdi bertahun-tahun, sesaat Suryadarma Ali mencari keberadaan Kepala Kemenag Jombang, HM Barozi yang tidak ada diruang ramah tamah. Sambil terus mendengarkan keluhan guru itu ia manggut-manggut setengah tak percaya.

Apalagi saat mereka mempertegas pengabdian yang sudah dilakukannya bertahun-tahun. Sementara mereka tidak masuk K-1 dan K-2. ''Nasib kami minta diperhatikan bapak, semenjak ada penyampaian hasil uji publik K-2 yang tidak menyertakan nama-nama kita, membuat posisi kita semakin terjepit,'' jelas  Jinan dengan nada serius.

Secara terpisah, Menteri Agama Surya Darma Ali, tidak mengelak masih banyaknya tenaga honorer lingkup Kementerian Agama yang belum bisa terakomodir. Hal tersebut disebabkan kesiapan anggaran dalam menggaji mereka yang tidak mencukupi. Sehingga pemenuhan persyaratan administrasi mereka menjadi terjanggal.

''Tidak hanya di Jombang, malah ada daerah lain yang jumlahnya lebih banyak,'' beber Suryadarma. Karena itu pihaknya masih mengupayakan pemenuhan persyaratan administrasi tersebut dengan cara lain agar ke depan keberadaan mereka bisa terakomodir. Bahkan SDA dengan tegas menyampaikan masih adanya harapan bagi honorer yang tidak memenuhi kriteria (TMK) (rg)

Artikel terkait lainnya

Baca juga artikel ini

Copyright © SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional