Truk Jagung Dibajak, Sopir dan Kenet Dibuang di Desa Sendi - SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional

Truk Jagung Dibajak, Sopir dan Kenet Dibuang di Desa Sendi




Mojokerto-(satujurnal.com)
Naas dialami sopir dan kenek truk, Heni Susanto dan Chusnun Ain. Truk bermuatan jagung seberat 9 ton yang dibawa dibajak enam orang di Jalan Raya Sembayat Gresik, Senin (27/05/2013) malam. Hingga saat ini belum diketahui dilarikan kemana kendaraan berikut isinya tersebut.

Oleh kawanan pembajak, Heni Susanto (35) asal Dusun Wedong, Desa Sedayu Lawas, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan dan Khusnul Ain (42) asal Desa Lembor, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan dibuang di kawasan Desa Sendi, perbatasan Pacet dan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Sesaat sebelum dibuang di kawasan Sendi, keenam pelaku yang membawa mobil Toyota Avansa terlebih dahulu menganiaya korban. "Saya dan supir dipaksa turun.  Kami berdua diseret ke dalam mobil avanza. Kami ditodong pistol dan dihajar," tutur Heni saat menjalani perawatan di Puskesmas Pacet, Selasa (25/05/2013).

Dikatakan Heni, begitu melihat pelaku menenteng senpi, ia dan Chusnun tak berkutik. Chusnun pun dipukul dengan gagang pistol yang digenggam salah satu pelaku. “Saya dan Chusnun  dikiat tangan dan kakinya. Mata dan mulut dilakban. Ngeri kalau mengingat. Seperti dalam adegan filem saja,” ujarnya.  

Baik sopir dan kenek dalam kondisi tangan kaki diikat tersungkur di hutan Pacet. Untuk melepaskan ikatan tali, kata kernet Heni, dia terus menerus menggosokan tali ke bebatuan di tepi jalan raya Sendi. Ini perbatasan Cangar dan Pacet. Hanya ada villa dan sepi warga.

Heni Susanto saat ini masih dirawat di Puskesmas. Sementara sopir Chusnul sudah diamankan dan dimintai keterangan di Polsek Pacet. Mereka tidak percaya dengan pembajakan yang menimpanya. "Perasaan saya, pembajak membawa keliling kurang lebih 4 jam. Tahu-tahu saya dibuang di kawasan Sendi, hutan Pacet ini," kata Chusnul.
Chusnul mengungkap, truk yang dikemudikannya bernopol S 9073 UK berangkat dari Brondong, Lamongan, dipotong lajunya oleh enam pelaku yang membawa mobil Toyota Avanza.

Kapolsek Pacet AKP Bambang Sujatmiko menyatakan kesulitan untuk melacak posisi truk. Bahkan kelompok pembajak ini juga masih belum jelas. "Kami masih memeriksa korban. Hanya ciri-ciri sosok yang bisa disampaikan. Kami juga akan koordinasi dengan lintas sektoral polisi," kata Bambang.

Sementara kerugian akibat pembajakan, Bambang menyebut sekitar Rp 326 juta. “Nilai jagung Rp 26 juta dan nilai truk sekitar Rp 300 juta,” tukasnya. (wie)


Artikel terkait lainnya

Baca juga artikel ini

Copyright © SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional