Nomor Porsi 314834 Terancam Tak Berangkat Haji - SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional

Nomor Porsi 314834 Terancam Tak Berangkat Haji

Jombang-(satujurnal.com)  
Ada baiknya para calon jamaah haji (CJH) yang sudah melunasi biaya haji mengecek nomor porsinya sebelum menggelar syukuran haji. Sebab bisa jadi termasuk CJH yang dicoret akibat pengurangan kuota haji oleh Arab Saudi. ’’Di Jatim ada sekitar 3.935 CJH yang sudah melunasi tapi bisa gagal berangkat karena imbas pengurangan kuota,’’ kata Nur Habib Adnan, kasi haji Kemenag Jombang.


Namun sampai hari ini , data CJH yang terkena pembatalan itu masih di Kanwil Kemenag Jatim. Belum diserahkan ke kasi haji di Kemenag masing-masing kab/kota. ’’Rencananya hari ini kasi haji se-Jatim di kumpulkan di Jatim, tapi karena Kabid Haji Kanwil masih di Jakarta, akhirnya rapat tidak jadi,’’ bebernya.

Tahun ini, kuota jamaah haji Jatim mencapai 34.165 orang. Namun dari jumlah itu, sebanyak 2.913 CJH tidak melunasi biaya haji sampai batas akhir pelunasan 12 Juni kemarin. Sehingga yang sudah melunasi namun tetap terancam gagal berangkat karena imbas pengurangan kuota itu hanya 3.935 CJH. ’’Sebenarnya yang bisa tak berangkat meski sudah melunasi sekitar enam ribu lebih, tapi karena terpotong yang tak melunasi, tinggal sekitar 3.935 jamaah,’’ bebernya.

Pencoretan jamaah itu dilakukan dengan sejumlah kriteria. Pertama yakni melihat porsi pendaftarannya. Yang dicoret diprioritaskan nomor porsi paling akhir. Dari kuota Jatim itu, nomor porsi terakhir yang mestinya berangkat tahun ini yakni 1300-318-769. Sedangkan nomor porsi awal yang berangkat adalah 1300-284-604. ’’Yang kemungkinan tidak jadi berangkat tinggal mengurangkan nomor akhir itu dengan 3.935,’’ bebernya. Jika ditarik mundur sebanyak hitungan 3.935 dari nomor porsi 1300-318-769, maka porsi paling rendah yang bakal ikut kecoret adalah 1300-314-834.

’’Tapi kepastian nama-namanya masih menunggu informasi dari Kanwil, kalau sudah pasti nanti akan segera kita sampaikan pada yang bersangkutan,’’ paparnya.

Namun pencoretan tak mutlak mengacu nomor porsi. Meski nomor porsi akhir, jika usianya diatas 83 akan tetap diberangkatkan. Sebab pencoretan diprioritaskan bagi yang berusia muda. (rg)

Artikel terkait lainnya

Baca juga artikel ini

Copyright © SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional