Sosialisasi Pilgub di Lapas : Tak Kenal Cagub, Pertanyakan Uang Coblos - SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional

Sosialisasi Pilgub di Lapas : Tak Kenal Cagub, Pertanyakan Uang Coblos

Komisioner KPU Kota Mojokerto, Miftah Amanoe saat sosialisasi di Lapas  Mojokerto, Selasa 
Mojokerto-(satujurnal.com)
Figur empat pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Timur ternyata tak begitu dikenal para penghuni Lembaga Pemsyarakatan (Lapas) kelas II Mojokerto. Justru yang muncul dibenak para narapidana (napi) dan tahanan, pada momen pemilukada ini mereka akan mendapatkan uang coblos.   

Hal itu mengemuka saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Kota Mojokerto melakukan sosialisasi pemilihan gubernur (Pilgub) 2013 di lapas di jalan Taman Siswa Kota Mojokerto itu, Rabu (17/4/2013).

“"Saya tidak tahu dan tidak kenal wajahnya (cagub),” aku Agus, salah satu napi kasus narkoba. 

Senada juga dilontarkan napi perempuan. “Wajahnya, siapa dia, apa programnya saya tidak tahu,” aku perempuan berusia sekitar tigapuluh tahun ini.

Kendati demikian, ia yang sudah masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pilgub Jatim itu mengaku akan menggunakan hak suaranya. “Ya lihat dulu. Tapi saya tetap nyoblos. Karena tidak tahu, ya tergantung hati saja. Yang paling sreg yang saya coblos,” katanya.

Sebagian penguni Lapas ini bahkan menanyakan apakah mereka mendapat uang jika ikut nyoblos dalam Pilgub. Seorang penghuni Lapas memberanikan diri bertanya. "Kalau saya nyoblos, apa nanti saya dapat uang?.”

Komisioner KPU Kota Mojokerto, Miftah Amanoe tak kalah sigap merespon pertanyaan ‘nakal’ mereka. Ia menjawab diplomatis. "Memberikan hak suara atau nyoblos adalah hak setiap warga negara. Silakan dimanfaatkan atau tidak, kami serahkan sepenuhnya kepada warga Lapas," kata Manu.

Apakah akan dapat uang bila nyoblos, Manu tidak menjawab. Dia lebih menekankan kepada seluruh warga Lapas agar menggunakan hak pilihnya.

“Terdapat empat calon gubernur dan calon gubernur Jawa Timur, lanjut Amanoe, silahkan gunakan hak pilih sesuai hati nurani,” kata Amanoe dihadapan 478 napi dan tahanan yang sudah masuk DPT.

Meski tanpa alat peraga, namun Amanoe tampak berupaya memperkenalkan keempat calon pempimpin Jawa Timur yang bakal running Pilgub 29 Agustus mendatang. “Sosialisasi ini untuk mengenalkan siapa calon, kapan mencoblos dan lainnya.

Soal figur kandidat gubernur dan calon gubernur, Amanoe mengatakan pihaknya segara akan memasang poster para pasangan kandidat agar lebih dikenal oleh warga lapas. "Ya nanti izin ke pihak lapas agar bisa pasang gambar, karena memang banyak yang belum tahu," tambahnya.

Saat pencoblosan, ujar Amanoe, akan ada tempat pemungutan suara (TPS) di lapas, yakni TPS Kelurahan Purwotengah, Kecamatan Magersari Kota Mojokerto. Jumlah DPT yang ia sebut, bisa saja bertambah, namun akan tetap didasarkan pada aturan yang ada.

“DPT yang tercatat penghuni lapas ya setidaknya hingga tanggal 29 Agustus 2013 mereka masih ada di lapas. Kalau mereka bebas pas tanggal pencoblosan, ya nyoblosnya di lapas. Dan kalau ada warga ‘baru’ setelah sosialisasi ini, ya nanti akan disesuaikan aturan dan bisa juga mencoblos di sini. Yang penting hak pilih para napi dan tahanan terakomodir," tukasnya. (one)

Artikel terkait lainnya

Baca juga artikel ini

Copyright © SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional