Buruh Demo, Tolak Inpres Tuntut Kenaikan UMK - SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional

Buruh Demo, Tolak Inpres Tuntut Kenaikan UMK

Mojokerto-(satujurnal.com)
Puluhan aktivis buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Madani K-S-N Jawa Timur  menggelar aksi demo di gedung DPRD Kabupaten Mojokerto, Kamis (26/09/2013). 

Mereka menuntut UMK sebesar Rp 3, 5 juta serta menolak Instruksi Presiden dan SK Gubernur Jatim tentang UMK 2014.

Para aktivis buruh yang berseragam kaos merah ini mengawali aksi dengan long mach dari depan Kantor Pemkab Mojokkerto di jalan A Yani menuju gedung DPRD Kabupaten Mojokerto di jalan Veteran. 

Mereka langsung menggelar orasi di depan pagar gedung wakil rakyat itu terkait tuntutan buruh sebelum akhirnya beberapa perwakilan mereka diterima anggota Dewan.

Poin tuntutan terkait UMK Rp 3, 5 juta, didasari alasan perhitungan kebutuhan hidup keluarga atau UMK Kabupaten Mojokerto 2014  dua kali lipat dari UMK tahun 2013.

Sementara soal standar pengupahan, mereka menuntut Dewan Pengupahan bersikap obyektif dan transparan. Ini lantaran para buruh mensinyalir jika Dewan Pengupahan menjualbelikan hasil survei kebutuhan hidup layak (KHL) dengan Apindo. “Kami berharap Dewan Pengupahan netral dan melindungi hak buruh,” lontar Sulaiman, koordinator aksi.

Mereka pun mendesak Pemkab Mojokerto menerbitkan rekomendasi ke Gubernur Jatim agar tuntutan mereka dapat dikaji dan upah buruh tahun 2014 bisa dinaikkan. “Secara prinsip kami para buruh menolak Inpres tentang pembatasan kenaikan atau nilai upah buruh,” cetus Sulaiman. (wie)

Artikel terkait lainnya

Baca juga artikel ini

Copyright © SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional