Forum Lalin Kota Mojokerto : KTL Bebas Kendaraan Muatan Besar - SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional

Forum Lalin Kota Mojokerto : KTL Bebas Kendaraan Muatan Besar

Mojokerto-(satujurnal.com)
Kawasan tertib lalu lintas di wilayah Kota Mojokerto disterilkan dari kendaraan muatan besar, seperti dump truk dan truk gandeng. Kendaraan jenis ini hanya boleh melintas di jalur tertentu saja. 

Forum Lalu Lintas Kota Mojokerto menelurkan ketentuan itu, menyikapi maraknya kendaran bermuatan besar yang melintas di KTL maupun jalan protokol lainnya di wilayah Kota Mojokerto, seperti dinyatakan Kepala Dishubkominfo Kota Mojokerto,Agus Endri, Jum’at (22/11/2013). 

“Paling lambat bulan depan, regulasi KTL bebas kendaraan bermuatan besar sudah efektif diberlakukan. Untuk kepentingan ini, kami akan menyiapkan perangkat rekayasa lalu lintas pendukung,” kata Agus Endri. 

Menurut Agus Endri, dalam pembahasan bersama forum lalu lintas, usulan pembatasan jalur kendaraan besar seperti dump truk dan truk gandeng mendapat respon positif.  

’’Kalau seluruh akses bagi truk besar ditutup total memang tidak memungkinkan. Karena, mereka mengangkut berbagai barang ke kota sehingga tetap dibutuhkan,’’ katanya.
Forum Lalin, lanjut Agus Endri, pembatasan jalur truk berupa pengaturan jam operasi truk besar di lingkup kota.
’’Waktunya kita batasi. Pada jam-jam sibuk dan jam sekolah dilarang melintas. Jadi, pada pukul 06.00 hingga 18.00, truk tidak boleh melintas,’’tandas Agus Endri.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Kasatlantas Polres Mojokerto Kota AKP Triyanto mengatakan, pembatasan tersebut hal paling memungkinkan. 

Disamping, mencegah kecelakaan juga menekan potensi kemacetan di kawasan kota. Kendati demikian, pihaknya mendorong Dishub segera melakukan evaluasi dan kajian di beberapa jalan termasuk Jalan EmpuNala terkait pembatasan truk.

’’Analisa kepadatan lalu lintas dan keramaiannya perlu dikaji. Jadi, kita harus turun dan cek ke lapangan. Atas dasar itu, kita akan putuskan kebijakan yang sesuai bagaimana. Termasuk, dampak-dampak (pembatasan) kebijakan itu,’’ katanya.(one)

Artikel terkait lainnya

Baca juga artikel ini

Copyright © SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional