Mayat Dalam Glansing Mahasiswi UNIPA - SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional

Mayat Dalam Glansing Mahasiswi UNIPA

Mendiang Vita Fitria Dewi
Mojokerto-(satujurnal)
Identitas mayat perempuan dalam karung  yang ditemukan warga di Dusun Claket, Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Senin (11/11/2013) terkuak karena beberapa ciri fisik korban. Selain itu, teman kos korban mengenali dari pakaian terakhir yang digunakan korban.

Korban adalah Vita Fitria Dewi (21) mahasiswi Universitas PGRI Adi Buana (UNIPA) jurusan tata busana semester VII asal Jember. Ia   mempunyai ciri-ciri fisik  betis banyak bulu, goresan bekas luka di kaki sebelah kanan, tanda lahir di punggung dan lengan kanan,

"Ciri-ciri fisik dan pakaian terakhir yang digunakan saat berpamitan menunjukkan korban adalah Vita. Betisnya banyak bulu, ada goresan bekas luka di kaki sebelah kanan, tanda lahir di punggung dan lengan kanan, rambut sebahu, tinggi 155 cm, memakai blazer warna krem dan CD warna pink," ungkap, teman kos korban, Rini Selasa (12/11/2013) tadi siang..

Vita Fitria Dewi  merupakan foto model jurusan. Dia sering menjadi model karena wajahnya yang mulus dan bersih serta betisnya berbulu sering digunakan teman-temannya untuk jadi model busana.

Sementara itu Kapolres Mojokerto, AKBP Muji .Ediyanto  Selasa(12/11/2013) memastikan jika mayat dalam karung yang ditemukan di Dusun Claket, Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Senin (11/11/2013) kemarin, adalah Vita Vita Fitria Dewi  mahasiswi di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya. Ia meninggal karena kekurangan oksigen. Yang  disebabkan mulut dibungkam.

Terkait perut yang membesar saat ditemukan akibat  korban tidak bisa bernafas bukan hamil..

"Kita masih melakukan pengembangan untuk menyelidiki kasus ini, kita tidak mau berandai-andai," kata Muji Ediyanto

Masih kata Kapolres, identifikasi identitas korban yang dilakukan pihaknya telah selesai. Sementara itu, hasil otopsi korban diketahui jika korban meninggal karena kekurangan oksigen akibat kekerasan yang dialami korban. (wie)

Artikel terkait lainnya

Baca juga artikel ini

Copyright © SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional