Pasca Kecelakaan Maut Di Jalan Empunala : Dewan Desak Pelarangan Truk Masuk Kota - SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional

Pasca Kecelakaan Maut Di Jalan Empunala : Dewan Desak Pelarangan Truk Masuk Kota

foto ilustrasi (doc.istimewa)
Mojokerto-(satujurnal.com)
Komisi II (perekonomian dan pembangunan) DPRD mendesak Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi(Dishubkominfo) Kota Mojokerto mensteril Kota ini dari kendaraan jenis truk. 

Desakan legislatif ini akan akan disampaikan melalui hearing dengan instansi itu menyusul insiden kecelakaan maut  Jumat pekan lalu. Dua nyawa warga Kota ini melayang akibat terlindas kendaraan besar itu di Jalan Empunala. Peristiwa ini mengulang kejadian sebelumnya di témpat kejadian perkara (TKP) yang sama, beberapa waktu silam.

“Nyawa warga Kota ini lebih berharga daripada nilai retribusi truk masuk kota. Laka lantas yang berulang ini jangan sampai terjadi lagi. Karenanya kami mendesak Dishub mengambil langkah preventif denganmelarang truk masuk Kota," tekan anggota Komisi II, Paulus Suwasono, Selasa(12/11/2013).

Politisi Partai Demokrat ini memberi gambaran tindakan tegas juga diperlakukan beberapa daerah lainnya.  
“Banyak daerah melakukan pelarangan. Dan kita juga akan memberlakukan aturan yang sama pula. Ini demi keselamatan warga kita,” ujar Paulus. 

Ia menilai, masuknya truk dalam kota tidak saja menjadi biang kemacetan lalu lintas, namun juga pemberi kontribusi rusaknya jalan utama, kendati pun  kapasitas tonase jalan memadai.

Untuk merealisasikan penutupan akses masuk kota untuk angkutan truk maupun truk gandeng, Komisi II akan segera memanggil Dishubkominfo "Kita segera menggelar hearing dengan Dishub terkait teknis penutupan jalur tersebut,” imbuhnya.

Sekretatis Komisi II, Sony Basuki Rahardjo mengungkapkan memang sudah waktunya kendaran besar jenis truk maupun bus tidak masuk wilayah kota seiring dengan lebih meningkatnya pengguna jalan protokol. 
Apa lagi di Jalan Empunala, di sepanjang jalan tersebut

banyak berdiri  sekolah dasar yang dipastikan jalur tersebut dipadati pelajar saat jam masuk maupun pulang sekolah. "Saat jam masuk sekolah jalan Empunala dipadati pelajar baik yang naik sepeda angin maupun kendaraan roda dua. Karena jalur tersebut merupakan akses utama menuju beberapa sekolah baik tingkat SD hingga SMA,”pungkas Sony.

Sebelumnya Dinas Perhubungan pernah melakukan pelarangan truk masuk Jalan Gajah Mada Kota Mojokerto namun kenyataannya masih banyak angkutan truk yang melanggar masuk kota. Bahkan tanda larangan di ujung jembatan Gajah mada tak digubris oleh pengendara truk yang masukdi jalan tersebut. (one)

Artikel terkait lainnya

Baca juga artikel ini

Copyright © SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional