Tumbang Lagi, Korban Cukrik Maut Bertambah Menjadi 17 Orang - SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional

Tumbang Lagi, Korban Cukrik Maut Bertambah Menjadi 17 Orang


Mojokerto-(satujurnal.com)
Korban minuman keras jenis arak jowo (arjo) atau cukrik terus berjatuhan. Dua korban miras cukrik yang sempat menjalani rawat inap di RSI Hasanah, Senin (06/01/2014)  akhirnya tewas menyusul 15 korban meninggal mulai Sabtu (04/01/2014) dini hari.

Total korban tewas akibat miras oplosan saat ini 17 orang. Sementara 7 orang yang luput  dari maut masih menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit di kota dan kabupaten Mojokerto.

"Sampai saat ini korban yang meninggal sebanyak 17 orang," kata AKP Luwi Nur Wibowo, Kasat Reskrim Polres Mojokerto, Senin (06/01/2014).

Data Polresta Mojokerto menyebutkan, korban ke-15 dan ke-16 Totok Arianto 35, warga Gedeg, Kabupaten Mojokerto, dirawat dan di RSI Hasanah, Kota Mojokerto. Binarto, 38, Sinoman Gg 8 No 45 dirawat dan meninggal di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.

Dan korban ke 17, yakni Effendi, dirawat dan meninggal di RSI Hasanah, Kota Mojokerto. Korban terakhir ini belum masuk dalam catatan polisi. Sehingga hingga saat ini masih sebanyak 8 korban yang luput dari maut dan dirawat di beberapa rumah sakit di Mojokerto.

Sementara itu, dari hasil pengembangan kasus cukrik maut, Luwi mengatakan saat ini pihaknya tengah memeriksa secara intensif pasangan suami istri , Roni dan Nuraini, warga Kedungsari, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto yang diduga kuat sebagai pemasok miras yang membawa belasan korban meninggal tersebut.

"Keduanya kami periksa secara intensif setelah kami menyita barang bukti puluhan liter miras jenis arak,beberapa bahan campuran di kediamannya," ujar Luwi.

Kuat diduga pasutri ini yang menjadi pemasok utama.Dan yang pasti  keterangan dari beberapa saksi korban mengarah kepada keduanya. "Segera kami tetapkan sebagai tersangka," tandas Luwi.

Sementara, hingga saat ini masih ada tiga korban yang dirawat di RSU Dokter Wahidin Sudiro Husodo, Kota mojokerto.Kondisi ketiga korban saat ini mulai membaik, namun kesemuanya  masih mengalami gangguan  penglihatan  hingga belum bisa melihat keadaan di sekitarnya. Dari kesimpulan tim dokter , sebagian besar korban dibawa ke rumah sakit sudah dalam kondisi akut.

Dari analisa tim dokter diduga korban tewas akibat miras oplosan tersebut. Mereka meninggal akibat menenggak minuman yang mengandung ethanol hingga menyebabkan korban mengalami disfungsi organ. Apalagi hampir seluruh korban terlambat mendapatkan pertolongan medis hingga cairan ethanol telah menyebar ke seluruh bagian tubuhnya.

Dr Sahid Suparasa ahli penyakit dalam rumah sakit plat merah tersebut mengatakan,  pasien korban cukrik yang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit kota mojokerto 3 orang, yakni M.arif, 16, warga Balongrawe, Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Asidiki, 24, warga Kelurahan Surodinawan dan Farisal warga Kranggan, Kecamatan Prajurit Kulon Mojokerto. (wie/rg)

Artikel terkait lainnya

Baca juga artikel ini

Copyright © SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional