Setelah Kampung Sepatu Miji, Pemkot Garap Kampung Pendidikan Pulorejo - SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional

Setelah Kampung Sepatu Miji, Pemkot Garap Kampung Pendidikan Pulorejo

Setelah Kampung Sepatu Miji, Pemkot Garap Kampung Pendidikan Pulorejo

Mojokerto-(satujurnal.com)
Kawasan Pulorejo, Kelurahan Polurejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto diplot jadi kampung pendidikan. Kampung pendidikan garapan Pemkot Mojokerto ini merupakan kampung khusus kedua setelah sentra alas kaki kawasan Miji dijadikan kampung sepatu.

"Kita jadikan kawasan Pulorejo sebagai kampung pendidikan, karena infrastruktur dan SDM relatif cukup lengkap. Dari level TK sampai SMA (SMK) ada di kawasan ini," kata Walikota Mojokerto, Mas'ud Yunus disela-sela meninjau rehab dua ruang kelas di SMPN 6, Pulorejo, Selasa (09/09/2014).

Mas'ud Yunus mengklaim, kampung pendidikan Pulorejo sudah digarap sejak beberapa tahun lalu tatkala dirinya menjabat Wawalikota.

"Kampung pendidikan di kawasan Pulorejo ini bukan dimunculkan tiba-tiba, tapi karena kawasan ini layak untuk diberi prediikat itu," tandasnya.

Jadi, lanjut dia, kampung pendidikan ini digarap serius. "Dan yang pasti bukan duplikasi daerah lain yang memiliki kampung semacam. Karena kita punya ikon yang tidak dimiliki daerah lain," tukasnya.

Kendati menjadikan kawasan Pulorejo sebagai kampung pendidikan namun Pemkot tidak memberi perlakuan khusus terkait anggaran maupun regulasi. "Tidak ada perlakuan khusus, karena potensinya menopang. Demikian juga untuk regulasi, sampai saat ini kita rasa belum perlu," kilahnya.

Yang terus didorong, ujar Mas'ud Yunus, peran serta dan partisipasi masyarakat. "Masyarakat bisa berperan dalam hal penggiatan lembaga swadaya di bidang pendidikan," imbuhnya.

Memperkuat keberadaan kampung pendidikan, Pemkot mendesain SMPN 6 sebagai sekolah Adiwiyata. "SMPN 6 kita plot sebagai sekolah Adiwiyata, sebagai sekolah yang akan menyatu dengan lingkungan sekitar," tandasnya.

Ia meyakini, perwujudan kampung pendidikan tidak butuh waktu lama, karena anggaran pendidikan yang dipasang di APBD 2015relatif ideal. "Dari total anggaran APBD 2015, duapuluh lima persen untuk bidang pendidikan. Jadi bukan hal sulit untuk kepentingan ini (kampung pendidikan)," pungkas Mas'ud Yunus. (one)

Artikel terkait lainnya

Baca juga artikel ini

Copyright © SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional