Pedagang Pasar Kliwon Ragukan Konsep Pasar Syariah - SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional

Pedagang Pasar Kliwon Ragukan Konsep Pasar Syariah

Pedagang Pasar Kliwon Ragukan Konsep Pasar Syariah

Mojokerto-(satujurnal.com)
Gagasan Walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus menjadikan Pasar Kliwon sebagai pasar syariah rupanya tidak mendapat sambutan positif. Sejumlah pedagang malah meragukan konsep pasar syariah bisa mendongkrak pasar yang mati suri pasca dibangun dengan dana miliaran rupiah tersebut. 

Khoirul, salah satu pedagang di Pasar Kliwon mengatakan, pola bagi untung dengan konsep syariah untuk pedagang yang dibebaskan sewa tempat itu akan sulit dijalankan. Karena, roda perdagangan belum berputar. 

“"Konsep pasar syariah malah bikin kita tambah rugi karena harus bagi hasil dengan Pemkot atau yang lain. Setiap harinya, kita bisa untung saja sudah bagus kok," kata Khoirul, Kamis (23/4/2015).

Menurut ia, rehab pasar tradisional ini menjadi pasar modern sejauh ini belum mampu kejayaan Pasar Kliwon era tahun 90'an. Kondisi pasar yang terletak di jantung kota ini kita sangat sepi. "Sekarang sepi. Sangat jarang ada pembeli mau kemari. Apanya yang mau dibagi untung?," singgung dia. 

Amatan di lapangan, sejumlah los di pasar dua lantai ini banyak yang tutup. Pemandangan tak lazim, di sudut-sudut pasar ini malah digunakan tidur siang penghuni pasar ini.

Ditemui sebelumnya, Walikota Masud Yunus mencetuskan ide menjadikan Pasar Kliwon menjadi Pasar Syariah. Orang nomer satu di Pemkot Mojokerto ini optimis yakin, dengan pola syari maka pedagang akan diuntungkan. 
"Kita kumpulkan pedagang yang ada. Kita inisiasi dengan sistem syariah maka pasar ini akan kembali rame," katanya.

Menurut Walikota, dengan konsep pasar tradisional tidak akan dapat meramaikan pasar ini kendati sudah direhab dan menelan dana sangat besar. 

"Kita jadikan pasar modern. Pembayarannya satu pintu di kasir. Saya yakin pasar ini akan kembali ramai," jelas walikota optimis.

Ia juga mengatakan, akan memberlakukan konsep bagi keuntungan antara pengelola dengan pedagang. Sehingga, akan menguntungkan kedua belah pihak. 
Untuk itu, Pemkot akan membentuk tim dan segera mensosialisakan ke pedagang. (one)

Artikel terkait lainnya

Baca juga artikel ini

Copyright © SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional