KH Abdul Wahab Abdullah dan Pondok Pesantren Tambak Beras - SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional

KH Abdul Wahab Abdullah dan Pondok Pesantren Tambak Beras

KH Abdul Wahab Abdullah dan Pondok Pesantren Tambak Beras

Jombang-(satujurnal.com)
Kabupaten jombang dikenal memiliki sejarah tersendiri dalam dunia Islam di Indonesia, Kabupaten islam yang terletak di Propinsi Jawa Timur ini dikenal sebagai tempat kelahiran Nahdlatul Ulama pada tahun 1926 lalu, di masa pendudukan penjajahan belanda.

Jombang terpilih menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-33 atau untuk pertama kali sejak ormas Islam ini berdiri di kota ini.

Muktamar juga digelar di empat pondok pesantren, salah satunya di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras, Jombang yang pernah dipimpin KH Abdul Wahab Abdullah, salah satu pendiri ormas NU.  Kala itu ia bersama KH Hasyim Asyari dan KH Bisri Syamsuri mendirikan ormas Islam yang kini menjadi ormas Islam terbesar tersebut. 

Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak pertama kali didirikan KH Abdussalam, kakek Kiai Wahab. 

Pondok pesantren yang terletak sekitar tiga kilometer dari jantung kota ini berdiri pada tahun 1825. Semula bernama Pondok Selawe. 

Pesantren ini kemudian dinamai Pesantren Bahrul Ulum dengan dipimpin Kiai Wahab kiai sepulang dari belajar di Mekkah.

Pesantren ini kemudian mengenal sistem pendidikan madrasah disamping pendidikan salafi yang masih dipegang teguh.

Selain mengasuh pesantren, KiaibWahan juga  kiai dikenal aktif dalam berbagai organiasasi menentang penjajahan.

Pendiri Nzu ini juga merupakan panglima Laskar Mujahidin atau Hizbullahvlaskar mujahidin  atau ketika melawan penjajah Jepang.

Di kalangan NU, Kiai Wahab merupakan pelopor kebebasan berpikir di kalangan umat Islam Indonesia. Ia dikenal sebagai seorang ulama besar yang menekankan pentingnya kebebasan dalam keberagamaan terutama kebebasan berpikir dan berpendapat.

Salah satu awal kiprahnya, yakni mendirikan tashwir Akfar pada tahun  1914 di Surabaya. 

Organisasi penentang penjajah ini kemudian berubah menjadi organisasi Nahdlatul Waton tahun 1916.

Pada awal 1926 Kiai Wahab kemudian membentuk Komite Hijaz bersama dengan sejumlah ulama lain, termasuk KH Hasyim Asyari.

komite ini bertugas menentang rezim Wahabi yang hendak menggusur makam Nabi Muhammad SAW.

Gayung bersambut, oleh kesepakatan para kiai komite tersebut berubah menjadi Nahdlatul Ulama dengan dipimpin KH Hasyim Asyari sebagai pemimpin besar atau Rais Akbar.

Sepeninggal Kiai Hasyim, Kiai Wahab kemudian dipilih menjadi Dewan Syuro atau Rais Am pada muktamar NU pertama.
Dalam perjalanannya, sebagai salah satu pelopor berdirinya NU? kini Pondok Pesantren Tambak Beras ponpes memiliki sedikitnya 16 pelayanan pendidikan, mulai dari PAUD paud  perguruan tinggi.

Meski kian berkibar namun pondok pesantren ini tetap tidak meninggalkan dasar-dasar pengajaran ala pondok pesantren jaman dahulu. seperti ngaji kitab kuning (Arab gundul) , sorogan dan bandongan.

Kiai Wahab yang lahir pada 31 Maret 1888 wafat pada 19 Desember 1971 dalam usia 83 tahun. 

Dalam kepemimpinan Presiden Joko Widodo KH Abdul Wahab Hasbullah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 7 november 2014.

Kini pasca didirikan pada tahun 1926 lalu, Nahdlatul Ulama kembali ke kota santri Jombang dalam muktamar yang ke 33. Tema muktamar 'Dengan Islam Nusantara Cita-cita Para Pendiri NU Terus Diperjuangkan'.(rg)

Artikel terkait lainnya

Baca juga artikel ini

Copyright © SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional