15 Tahun Mengabdi di Desa Terpencil, Bidan Cantik Ini Berjalan KakiBelasan Kilometer - SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional

15 Tahun Mengabdi di Desa Terpencil, Bidan Cantik Ini Berjalan KakiBelasan Kilometer

15 Tahun Mengabdi di Desa Terpencil, Bidan Cantik Ini Berjalan KakiBelasan Kilometer


 
Jombang-(satujurnal.com)
Berjalan kaki menuju tempat kerja dengan waktu tempuh sekira dua jam dilakoni Nurul Indawati, bidan desa yang ditugaskan di kawasan terpencil di wilayah Kabupaten Jombang.

Meski harus melewati jalan setapak berbahaya menembus belantara hutan. namun ia tak patah semangat.

Untuk menuju Desa Pojok Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang tempat ia mengabdi, ia berjalan kaki menembus belantara hutan dan lembah. Ini dilakoni sejak 15 tahun lalu. 

Memang, ia tak sendiri untuk menuju lokasi kerja. Ada seorang pembantu bidan yang mendampingi ia berjalan kaki 
menyusuri hutan dan harus menyeberangi tiga sungai untuk bisa sampai ditempat tujuan.

Tak jarang saat kondisi jalan berlumpur ia terpaksa harus ekstra hati-hati. Terlebih saat musim hujan, ia harus sesekali berhenti mengamati aliran sungai yang terkadang meninggi.

Bahkan jika air mencapai lebih dari satu meter sejumlah warga terpaksa menjemputnya dengan memakai tandu guna menaklukkan derasnya aliran sungai. 

Tantangan yang dihadapi perempuan tangguh ini tidak saja soal akses jalan menuju tempat kerja, namun juga merubah pola pikir warga desa tentang pentingnya kesehatan. Apalagi di kawasan tempat ia mengabdi, tidak pernah tersentuh fasilitas kesehatan sama-sekali sejak puluhan tahun lamanya.

Tidak adanya akses jalan dan fasilitas kesehatan di dusun Nampu membuat warga masih memakai cara-cara tradisional dalam proses pengobatan termasuk persalinan.

Nurul Indawati mengaku 15 tahun menjadi pejalan kaki banyak pengalaman yang bisa ia ambil, termasuk berubahnya pola hidup warga yang tradisional menjadi lebih maju. 

Bagi Nurul menjadi tenaga pelayanan kesehatan masyarakat yang bertugas di daerah terpencil merupakan tanggung jawab sosial yang senantiasa melekat pada dirinya, sekaligus sebagai wujud kesetiaan terhadap sumpah jabatan sebagai tenaga medis.

Adanya bidan desa ini pula pola hidup warga kini berubah, warga kini mendapatkan sejumlah pelayanan kesehatan cuma-cuma, baik untuk para perempuan, termasuk ibu hamil hingga anak-anak.

Berbekal paras cantik dan senyum Perempuan berparas cantik dan murah senyum ini rupanya mampu mengajak warga berpola hidup sehat. 

Tak jarang dari mereka saat sakit tak perlu lagi pergi menyusuri hutan dan warga hamil juga tak perlu lagi memakai tandu untuk sampai di puskesmas.

Semangat pantang menyerah bidan desa ini membuat warga cukup senang jika ia datang ke kampung. Semangat itu pula mengingatkan kita pada semangat RA Kartini dalam memperjuangkan impian dan merubah pemikiran masyarakat menjadi maju.(rg)

Artikel terkait lainnya

Baca juga artikel ini

Copyright © SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional