Mojokerto-(satujurnal.com)
Proyek revitalisasi Taman Kehati (Keanekaragaman Hayati) di jalan Raya Ijen,
Wates, Kota Mojokerto dinilai minor oleh kalangan Dewan setempat. Selain
konsep taman yang masih mentah, proyek senilai Rp 300 juta itu diperkirakan
bakal mangkrak.
Penilaian
itu mengemuka dalam sidak Komisi II (perekonomian dan pembangunan) DPRD Kota
Mojokerto, di taman yang berdekatan dengan play ground tersebut, Rabu
(7/9/2016).
“Proyek
ini masih mentah. Jadi proyek yang tanggung. Semestinya dana Rp 300 juta itu
dimaksimalkan, bukannya pecah-pecah anggaran seperti proyek multiyears saja,”
lontar Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto, Abdullah Fanani yang turun bersama
Komisi II diamini Ketua Komisi II, Aris Satriyo Budi.
Bahkan,
proyek dibawah Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Mojokerto itu disebutnya
rawan mangkrak.
“Sebab,
mengacu master plant LH, masih ada proyek tahap II dan III. Sementara, rehab
tahap I ini banyak item finishing yang tak tuntas. Kecuali jika KLH bisa mempresentasikannya
dengan baik. Pihak KLH tidak bisa hanya memenuhi kewajiban membuat hutan kota
tanpa tahu manfaatnya,” tandasnya.
Disayangkan
pula, proyek taman itu tidak dilengkapi area parkir. “Kalau parkir dibebankan
di bahu jalan, tentunya akan menyalahi aturan,” imbuhnya.
Menurut
politisi PKB tersebut, pihak KLH terkesan hanya fokus pada proyek awal ini. “Padahal
tahun depan Satker itu bakal dimerger dengan DKP (Dinas Kebersihan dan
Pertamanan),” tukasnya.
Dikonfirmasi di lokasi proyek, Kepala KLH Anis Mindarti mengatakan, sejumlah alasan terkait pembongkaran sejumlah aset taman. Taman itu dibongkar karena tidak mempunyai nilai Adipura.
“Pembongkaran
taman ini hasil konsultasi tim penilai adipura. Karena tidak ada nilai Adipura
dan cenderung dijadikan tempat pacaran muda-mudi yang menjurus ke hal-hal negative,”
sergah Anis.
Pembongkaran aset-aset lama seperti apel raksasa, kolam air mancur dan gasebo, katanya, sudah dilengkapi dokumen penghapusan aset.
”Sudah
ada penghapusan asetnya DPPKA. Masak ada BAP nya tidak ada penghapusan
asetnya,” pungkasnya.
Soal fasilitas parkir, pihak LH berjanji akan mengakomodasi permintaan Dewan itu dengan membuatnya pada proyek lanjutan. (one)
Social