Ratusan Honorer K-2 di Jombang Demo Tolak Rekruitmen CPNS - SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional

Ratusan Honorer K-2 di Jombang Demo Tolak Rekruitmen CPNS

Ratusan Honorer K-2 di Jombang Demo Tolak Rekruitmen CPNS


Jombang-(satujurnal.com)
Ratusan tenaga honorer kategori 2 (K-2) di Kabupaten Jombang menggelar aksi demo di Kantor Pemkab setempat, Rabu (3/10/2018). Mereka menolak Pemerintah yang membuka penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) baru. Sementara disatu sisi, masih banyak tenaga honorer K-2 yang hingga kini belum jelas statusnya.

Koordinator aksi, Ipung Kurniawan mengatakan, di Kabupaten Jombang saat ini masih ada sekitar 875 lebih tenaga honorer K-2 yang tersebar di sejumlah instansi. Mereka rata-rata sudah mengabdi selama lebih dari 13 tahun dengan gaji yang jauh dibawah upah minumum kabupaten (UMK) setempat.

“Nasib para pegawai honorer K-2 tahun 2013 hingga saat ini masih tergantung dan tidak jelas, namun Pemerintah malah membuka rekrutmen CPNS dengan kuota lebih dari separuh tenaga k-2 yang ada. Untuk itu, kami mendesak Pemerintah menyelesaikan persoalan K-2 ini dan segera mengangkat mereka menjadi PNS,” lontar Ipung Kurniawan.

Intinya, kata Ipung Kurniawan lebih jauh, kami menolak CPNS umum, sebab selama ini yang mengisi kekosongan pegawai di instansi umum adalah honorer, jadi kalau omong soal kekurangan pegawai memang betul tapi sudah terisi oleh tenaga honorer.

“Kalau Pemerintah ini tetap memaksa untuk mengangkat pegawai baru itu akan memaksa kami untuk digeser atau dikeluarkan. Karenannya dengan tegas kami menolak adanta CPNS umum, selesaikan dulu permasalahan tenaga honorer K-2 khususnya", cetus dia.

Selain itu, Ipung Kurniawan meminta Pemkab Jombang juga membuat payung hukum untuk seluruh tenaga honorer. Baik yang masuk kategori 2 maupun non Kategori. Payung hukum yang dimaksud diantaranya menyangkut besaran gaji yang minimal sesuai UMK maupun statusnya melalui SK Bupati.

Ipung Kurniawan dan sejawatnya mengancam akan terus melakukan aksi dan mogok kerja, jika tuntutan mereka tidak segera dikabulkan.

Aksi yang dilakukan ratusan pegawai honorer dengan mengusung berbagai alat peraga demo tersebut mendapat pengawalan ketat puluhan personil Polisi. (tar)

Artikel terkait lainnya

Baca juga artikel ini

Copyright © SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional