Ini Masukan DPRD Kota Mojokerto di Musrenbang RKPD Tahun 2020 - SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional

Ini Masukan DPRD Kota Mojokerto di Musrenbang RKPD Tahun 2020

Ini Masukan DPRD Kota Mojokerto di Musrenbang RKPD Tahun 2020

Mojokerto-(satujurnal.com)
Ketua DPRD Kota Mojokerto Febriana Meldyawati, SH menyampaikan pokok-pokok pikiran DPRD dalam sambutan kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Mojokerto yang digelar Bapeko setempat di di Hotel Ayola, Mojokerto, Senin (25/3/2019).

Pokok-pokok  pikiran yang disampaikan dalam kegiatan yang dihadiri Walikota Mojokerto Ika Puspitasari, kepala OPD, tokoh masyarakat dan unsur Forkompimda itu diharapkan jadi pertimbangan dalam pembahasan pembangunan satu tahun yang tertuang dalam RKPD 2020 mendatang.

“Kami beharap usulan-usulan yang disampaikan dalam musrenbang untuk dapat direalisasikan dan tidak menjadi tahapan formalitas belaka. agar pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Aspirasi yang disampaikan masyarakat dituangkan dalam pokok-pokok pikiran DPRD mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, kesejahteraan rakyat, kepegawaian serta keamanan dan ketertiban.

“Di bidang pendidikan kami berharap perhatian untuk sekolah inklusi agar didukung sarprasnya agar supaya mereka nyaman. Karena mereka memiliki hak yang sama,” ujar Melda, sapaan akrab Febriana Meldyawati.

DPRD, ujarnya lebih lanjut, juga mendorong pemerintah untuk memberikan kesempatan kerja yang sama untuk penyandang disabilitas di lingkungan pemerintahan dan perusahaan.

Selain itu apresiasi disampaikan untuk upaya sertifikasi kepemilikan lahan SD dan SMP di Kota Mojokerto. Hingga akhir tahun 2018 tercatat sudah 29 sekolah yang tersertifikasi sebagai aset pemerintah Kota Mojokerto.

‘’Untuk bidang kesehatan, pentingnya peran puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan harus mendapatkan penguatan. Harus ada sebuah layanan aplikasi yang menghubungkan antara puskesmas dan rumah sakit di seluruh Kota Mojokerto. Mulai dari sistem rujukan, informasi ketersedian kamar, dan informasi layanan medis lainnya,” cetusnya.

Dengan adanya aplikasi itu, diharapkan tidak ada warga yang sakit  namun terlantar dengan alasan kamar rawat inap.

Sedangkan merebaknya warga Kota Mojokerto yang terjangkit TBC sangat disayangkan kalangan legislatif. Terlebih 25 % dari jumlah penderita penyakit ini merupakan anak-anak.

“Untuk mengatasi masalah tersebut , sudah sepantasnya Pemerintah Kota Mojokerto melakukan langkah serius dengan membuat payung hukum yang menegaskan komitmen pemerintah penanggulangan tuberculosis dengan menerbitkan perwali,” tandas Melda.
Adanya produk hukum tersebut, sambung ia, mampu untuk menggerakkan kesadaran masyarakat untuk melakukan langkah nyata bersama dalam penanggulangan tuberculosis.

Demikian juga dengan kasus demam berdarah dengue (DBD), yang berujung meninggalnya salah satu warga.

“Merebaknya DBD dengan meninggalnya ananda Aini Aliah Safira warga Kedungkwali tidak saja menyulut keprihatinan, namun kasus ini harus diberi atensi khusus. Penanganan DBD yang lebih konkrit, tegas dan tidak setengah-setengah oleh Pemerintah Kota Mojokerto agar tidak terjadi lagi koban seperti almarhumah,” ujarnya.
Persoalan infrastruktur penanganan banjir tak luput disampaikan.

‘’Dibutuhkannya kajian teknis terkait penangan banjir secara menyeluruh dan lengkap mengingat karakteristik topografi Kota Mojokerto yang merupakan daerah cekungan seperti “mangkok,” paparnya.

Keputusan Pemerintah Kota Mojokerto untuk tidak membuka rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) sangat disayangkan.

“Secara tidak langsung kita melewatkan satu momen kesempatan untuk menambah sumber daya manusia (SDM) dibidang pendidikan, kesehatan, dan pertanian yang selama ini masih kurang. Seharusnya kita dapat memanfaatkan rekrutmen PPPK tersebut untuk tenaga K2,” tandasnya.

Dalam kesempatan ini pihaknya juga menyampaikan terimakasih kepada Walikota Mojokerto beserta jajaran dan kepada masyarakat atas kerjasama selama hampir 5 tahun ini untuk membangun Kota Mojokerto. “Dukungan masyarakat Kota Mojokerto sangat kami harapkan untuk kemajuan Kota Mojokerto.’’ tutupnya. (one/adv)


Artikel terkait lainnya

Baca juga artikel ini

Copyright © SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional