Serahkan Bantuan untuk Lansia dan Anak Yatim Nonpanti, Begini Pesan Walikota - SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional

Serahkan Bantuan untuk Lansia dan Anak Yatim Nonpanti, Begini Pesan Walikota


Mojokerto-(satujurnal.com)
Pemerintah Kota Mojokerto menggulirkan bantuan sosial untuk 1.023 warga lansia kurang mampu dan 292 anak yatim nonpanti.  Masing-masing lansia mendapatkan Rp 500 ribu dan anak yatim Rp 1 juta.

Bantuan dari pundi APBD pada pos Dinas Sosial tersebut secara simbolis diserahkan oleh Walikota Mojokerto Ika Puspitasari kepada tiga penerima sasaran bantuan di Kantor Pos Mojokerto, Selasa (21/5/2019) pagi.

Walikota yang didampingi Kadinsos Kota Mojokerto Sri Mujiwati berpesan kepada para penerima untuk memanfaatkan bantuan yang diberikan dengan sebaik mungkin. Pun agar bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan lebaran.

“Bantuan sengaja diberikan sebelum lebaran, karena segala sesuatu pasti naik sehingga diharapkan bisa untuk memenuhi kebutuhan untuk lebaran,” ujar kepala daerah yang akrab disapa Ning Ita tersebut.

Menurutnya, penerima bantuan tidak perlu membuka rekening seperti halnya bantuan sosial lainnya. “Karena bantuan ini diberikan satu tahun sekali,” imbuhnya.
Ke depan Ning Ita berencana memberikan bantuan yang bersifat untuk meningkatkan produktifitas warga.

“Berdasarkan data yang ada, saat ini ada lebih dari 6000 orang warga miskin di Kota Mojokerto. Kedepan akan kami pilah kembali mana yang masih bisa produktif, maka akan kita arahkan untuk bantuan pemberdayaan tetapi kalau memang sudah tidak mampu akan kami berikan bantuan yang bersifat konsumtif,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pos Mojokerto, Y Teguh Santoso menyampaikan, bantuan untuk 1.023 lansia kurang mampu dan  292 anak yatim nonpanti akan didistribusikan selama tiga hari. Dimulai hari ini serta pada tanggal 23 dan 24 Mei mendatang.

“Bagi penerima yang tidak hadir pada waktu yang ditentukan maka pegawai dari kantor pos akan melakukan klarifikasi secara langsung ke rumah penerima. Kalau ternyata sedang sakit, bantuan akan diberikan. Tetapi jika ternyata penerima bantuan sudah meninggal maka akan dibawa dan dilaporkan kepada manajemen sosial untuk dilakukan validasi data, sehingga datanya benar-benar riil,” katanya. (one)

Artikel terkait lainnya

Baca juga artikel ini

Copyright © SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional