Soal Aksi Demonstrasi Mahasiswa, Ini Kata Ahmad Basarah - SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional

Soal Aksi Demonstrasi Mahasiswa, Ini Kata Ahmad Basarah

Soal Aksi Demonstrasi Mahasiswa, Ini Kata Ahmad Basarah

Ahmad Basarah saat menyerahkan cinderamata kepada  Ketua DPRD Kota Mojokerto Sunarto

Mojokerto-(satujurnal.com)
Ketua Umum DPP Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Ahmad Basarah menilai aksi demonstrasi mahasiswa di depan gedung parlemen maupun aksi yang dilakukan di sejumlah daerah menuntut pembatalan pengesahan sejumlah rancangan undang-undang sebagai gerakan moral yang efektif dan sehat dalam Negara demokrasi seperti di Indonesia.

“Kami mengapresiasi gerakan mahasiswa yang melakukan social control terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah, termasuk mengkritisi rencana DPR untuk mengesahkan lima rancangan undang-undang, termasuk diantaranya RKUHP. Dan saya kira dengan telah dibatalkannya pengambilan keputusan tentang lima rancangan undang-undang yang akan disahkan oleh DPR itu membuktikan bahwa sosial control mahasiswa itu efektif,” kata Ahmad Basarah usai memberikan materi sosialisasi 4 Pilar MPR RI dan pembekalan kader  GMNI yang dihadiri Walikota Mojokerto Ika Puspitasari dan Ketua DPRD Kota Mojokerto Sunarto di Balai Kota Graha Praja Wijaya, Pemkot Mojokerto, Rabu (25/9/2019).

Gerakan mahasiswa, sambung politisi PDI Perjuangan yang kini duduk di kursi Wakil Ketua MPR tersebut, merupakan gerakan moral yang dapat memberikan suatu kritik dan masukan kepada pemerintahan yang sedang berjalan.

“Dan itu adalah situasi yang sehat dalam Negara demokrasi seperti di Indonesia,” tandasnya.

Pria yang berlatarbelakang aktivis gerakan reformasi yang pernah memegang jabatan Ketua Umum GMNI itu pun mengingatkan agar GMNI sebagai wadah mahasiswa yang wajib melaksanakan ajaran Bung Karno itu harus menjadi kekuatan social control yang solid.

“Harus tetap menjadi kekuatan-kekuatan yang dapat mengkritisi jalannya kekuasaan Negara, karena posisinya sebagai gerakan moral, moral force. Oleh karena itu GMN harus memiliki kemurnian dalam menjalankan fungsi kontrolnya, fungsi gerakan moralnya, jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki agenda-agenda diluar peran sosial control yang dimiliki oleh gerakan mahasiswa, termasuk oleh GMNI,” harap dia.

Penyandang gelar Doktor Hukum Tata Negara itu pun mengajak mahasiswa untuk kembali ke kampus.

Dan sekarang saatnya mahasiswa kembali ke kampus untuk melaksanakan tugas pokoknya yaitu menyelesaikan studinya masing-masing . Karena tuntutannya telah dikabulkan oleh pemerintah dan DPR yaitu tidak disahkannya lima rancangan undang-undang oleh DPR pada periode saat ini,” cetus Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR RI tersebut. (one)


Artikel terkait lainnya

Baca juga artikel ini

Copyright © SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional