Gelar Aksi Damai, GEBRAK Desak Aparat Adil Tangani Kasus Korupsi - SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional

Gelar Aksi Damai, GEBRAK Desak Aparat Adil Tangani Kasus Korupsi

Gelar Aksi Damai, GEBRAK Desak Aparat Adil Tangani Kasus Korupsi

Mojokerto-(satujurnal.com)
Aksi damai memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia digelar LSM Gerakan Bersama Anti Korupsi (GEBRAK) dengan mendatangi sejumlah instansi di pemerintahan Kota dan Kabupaten Mojokerto, Kamis (12/12/2019).

Sejumlah alat peraga aksi diusung ratusan orang yang telibat aksi yang menyuarakan perlawanan terhadap tindak pidana korupsi yang mereka sebut telah mengakar.

Dengan menggunakan mobil trailer bak terbuka serta dua bus, sejumlah instansi pemerintahan mereka sambangi, seperti Kantor Inspektorat Kota Mojokerto, kantor BPJS Kesehatan, kantor Pemkot Mojokerto dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto.

Selain berorasi, mereka juga menyerahkan pernyataan sikap antikorupsi dengan membeber sejumlah kasus dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di wilayah pemerintahan Kota dan Kabupaten Mojokerto. Antara lain penolakan kenaikan tarif BPJS Kesehatan, pengadaan kontainer perpustakaan yang disinyalir menggunakan kontainer bekas, rangkap jabatan oknum Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di dua instansi.

Massa juga mendesak aparat menahan mantan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto yang telah ditetapkan menjadi tersangka oleh Kejari Kabupaten Mojokerto atas dugaan kasus korupsi senilai Rp 519 juta.

Koordinator aksi juga menyebut dugaan adanya ketidakadilan aparat penegak hukum dalam kasus ini. Mereka membandingkan adanya perlakuan yang berbeda terhadap sejumlah kades yang telah ditahan karena sangkaan terlibat korupsi Dana Desa (DD).

"Ini menjadi tanda tanya mengapa mantan Kadisperta tidak ditahan. Kami minta aparat tidak melakukan tebang pilih dalam perlakuan terhadap kasus dugaan korupsi," seru Matroji seorang aktivis dalam orasinya.

"Kami menolak kenaikan tarif BPJS karena memberatkan masyarakat, " tandas Yulis dan Urip Widodo seorang aktivis yang turut dalam aksi ini.

Dalam aksi yang mendapat pengawala ketat aparat kepolisian setempat tersebut, mereka memungkasi aksi damai di Alun-alun Kota dengan menggelar Seni Bantengan. (one)

Artikel terkait lainnya

Baca juga artikel ini

Copyright © SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional