Walikota Mojokerto Imbau Pengelola Minimarket dan Apotik Selektif Jual Alat Kontrasepsi - SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional

Walikota Mojokerto Imbau Pengelola Minimarket dan Apotik Selektif Jual Alat Kontrasepsi

Walikota Mojokerto Imbau Pengelola Minimarket dan Apotik Selektif Jual Alat Kontrasepsi

Mojokerto-(satujurnal.com)
Walikota Mojokerto Ika Puspitasari menaruh atensi khusus terhadap penjualan kondom dan alat kontrasepsi lain yang dijual bebas di minimarket atau toko modern serta apotik. 

Pengelola pasar berkonsep waralaba dan apotik itu dihimbau untuk selektif dalam hal penjualan alat kontrasepsi sekaligus tidak memajang di rak yang mudah terlihat dan dijangkau anak dibawah umur dan remaja. 

Surat himbauan orang nomor wahid di Kota Mojokerto itu disampaikan aparat Satpol PP dan Disperindag setempat ke sejumlah minimarket, Rabu (12/2/2020).

“Surat himbauan kepada pengelola minimarket agar membatasi penjualan alat kontrasepsi serta menempatkan secara tidak mencolok ini tidak hanya berlaku di momen tertentu, seperti hari Valentine, tapi seterusnya,” kata Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono.

Menurut Dodik, selain tidak etis, display alat kontrasepsi yang mencolok berpontensi memicu orang berpikiran negatif.

Termaktub dalam surat himbauan Walikota yang karib disapa Ning Ita tersebut, agar pengelola minimarket dan apotik tidak menunjukkan secara jelas produk alat kontrasepsi atau alat bantu seksual di rak - rak toko. Hal ini, untuk mencegah terjadinya penyalahguaan alat bantu tersebut terjual bebas kepada anak - anak dibawah umur yang mampu merusak moral dan masa depan generasi penerus bangsa. 

Imbauan tersebut juga tidak lepas dari fenomena pergaulan bebas di antara remaja yang saat ini tidak mampu dibendung. Untuk mencegah hal tersebut melanda Kota Mojokerto.

Penjualan produk - produk alat bantu kontrasepsi hanya dikhususkan bagi orang dewasa atau yang sudah menikah. Sehingga pencegahan dalam menyalahgunakan alat bantu seksual dapat dicegah sejak dini. 

"Saya prihatin sekali melihat peletakan alat bantu seksual yang bisa dijangkau oleh anak - anak dibawah umur. Terlebih, mereka bisa membelinya dengan bebas. Untuk itu, kami ingin membatasi peredarannya. Jika mereka coba - coba membeli maka harus menunjukkan kartu identitas,” kata Ning Ita dalam himbauannya. 

"Untuk anak - anaku semua, khususnya para remaja di Kota Mojokerto, Valentine itu bukan budaya kita, bukan budaya timur. Ayo hindari sifat hura - hura, jangan terperosok dalam pergaulan bebas, jangan merusak moral yang sudah tertanam baik dalam diri kalian. Manfaatkan momen tersebut dengan hal - hal positif, berbagi dengan sesama atau kumpul dengan keluarga. Jangan merusak masa depan dengan kegiatan yang tidak berguna," katanya. (one/hms)

Artikel terkait lainnya

Baca juga artikel ini

Copyright © SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional