Mantan Walikota Mojokerto KH Mas’ud Yunus Tutup Usia - SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional

Mantan Walikota Mojokerto KH Mas’ud Yunus Tutup Usia

 Mantan Walikota Mojokerto KH Mas’ud Yunus Tutup Usia


Mojokerto-(satujurnal.com)

Mantan Walikota Mojokerto 2013-2018 KH Mas’ud Yunus meninggal dunia di RS Mitra Keluarga Sidoarjo, Kamis (27/8/2020) siang pukul 13:00 WIB.

Birokrat berlatarbelakang ulama kelahiran Mojokerto 1 Januari 1952 yang karib disapa Kyai Ud ini meninggal dunia akibat terpapar covid-19. 

Tatkala tiba di rumah duka sekitar pukul 17:45 WIB, jenazah Kyai Ud, tidak disemayamkan, namun berada dalam ambulans. Pintu ambulans dibuka sebelum salat jenazah digelar di halaman rumah dengan imam salat KH Faqih Usman, Ketua MUI Kota Mojokerto.

Duka mendalam dari berbagai pihak mengiringi prosesi pemakaman Kyai Ud. Ratusan warga, kerabat, kolega dan pejabat pemerintahan Kota Mojokerto turut menghantarkan jenazah hingga ke pemakaman yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah duka, Kedung Mulang, Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon Kota Mojokerto.  

Standar protokol kesehatan covid-19 yang ketat menyebabkan ratusan pelayat tidak bisa mendekat di titik jenazah almarhum dimakamkan. Terkecuali, dua putra almarhum dan petugas pemakaman yang mengenakan pakaian hazmat lengkap. 

Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Ahmad Jazuli mewakili keluarga menyampaikan, Kyai Ud menjalani perawatan di RS Mitra Keluarga Sidoarjo setelah kondisi kesehatannya menurun akibat corona virus. 

“Almarhum dinyatakan terpapar covid-19 sebelum akhirnya tutup usia,” ujar keponakan Kyai Ud tersebut. 

Jazuli menuturkan, Kyai Ud statusnya sebagai terpidana kasus tindak pidana korupsi yang melilitnya di ujung masa pemerintahannya.

“Sebagai manusia, almarhum pun tidak bersih dari noda dosa. Kyai Ud punya khilaf saat menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah. Almarhum menebus dosanya, secara hukum negara dengan menjalan hukuman badan yang dijatuhkan. Sepanjang menjalani hukuman di Lapas Kelas 1 Porong, Sidoarjo, almarhum mengkhatamkan Alquran seratus lima puluh kali, menulis tigabelas buku dan rutin mengajar ngaji. Semoga almarhum husnul khotimah,” ucap Jazuli diamini seluruh pelayat.

Wakil Walikota Mojokerto Ahmad Rizal Zakariyah saat menyampaikan kata sambutan mengutarakan, almarhum memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan Kota Mojokerto. Banyak teladan yang ditinggalkan almarhum. 

“Sumbangsih dan perjuangan beliau untuk pembangunan Kota Mojokerto begitu besar. Kami atas nama pemerintah dan warga masyarakat menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah dan diampuni segala kesalahannya, Amin,” ujar Ahmad Rizal. 

Suami Siti Amsah telah meninggalkan banyak legacy baik di masyarakat tersebut berkarir di bidang pendidikan, sebelum terjun ke dunia politik hingga menjadi kepala daerah. 

Informasi yang didapat satujurnal.com dari berbagai sumber, Kyai Ud pernah menjadi kepala sekolah SMP Islam Brawijaya Kota Mojokerto selama tujuhbelas tahun mulai tahun 1983 sampai tahun 2000. 

Di tahun 2000 ia diangkat menjadi Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Mojokerto. Ditahun yang sama ia diangkat menjadi pengasuh pendidikan Ma’arif kota dan kabupaten Mojokerto. 

Ia mulai terjun di dunia politik praktis tahun 1982 menjadi bagian dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Namun, intent di dunia politik tatkala menduduki jabatan Ketua Dewan  Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mojokerto 2003 – 2005. 

Sosok yang murah senyum dan tak pernah lepas dari peci hitam ini pun kemudian muncul dalam momentum pilkada kala terpilih menggantikan posisi kakak kandungnya, Nurcholis sebagai calon wakil walikota Mojokerto mendampingi Abdul Gani Suhartono di ajang Pilwali Mojokerto 2008.

Setelah lima tahun mendampingi Abdul Gani Suhatono, ia masuk di bursa Pilwali 2013 dengan menggandeng Suyitno, Sekda Kota Mojokerto.

Pasangan berjuluk MY (Mas.ud - Yitno) yang diusung PDI Perjuangan ini akhirnya memenangi Pilwali Mojokerto menyisihkan lima pasangan kandidat lainnya. MY pun memegang kendali birokrasi Pemkot Mojokerto kurun 2013 - 2018.

Meski ia diberangkatkan partai nasionalis, namun selama menduduki jabatan puncak di birokrasi,  ia menelurkan banyak kebijakan yang dilandasi nilai-nilai religius. Ini tidak lepas dari latarbelakang pria yang terlahir dan besar di lingkungan pesantren tersebut.

Dimata kelompok religius, sosok Kyai Ud memiliki tempat tersendiri. Ia dinilai memiliki  komitmen yang kuat lantaran sangat serius mengurus persoalan keumatan, terutama persoalan pendidikan dan perekonomian ummat. Ia  menggandeng Badan Amin Zakat Nasional (Baznas) dan BPRS milik Pemkot Mojokerto untuk dua kepentingan itu. (one) 


Artikel terkait lainnya

Baca juga artikel ini

Copyright © SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional