Wali Kota Mojokerto Takziah ke Rumah Duka Almarhumah Linda - SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional -->

Wali Kota Mojokerto Takziah ke Rumah Duka Almarhumah Linda


Mojokerto-(satujurnal.com)

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bertakziah ke rumah duka almarhumah Linda Pravitasari, 26, warga Lingkungan Panggreman,Kelurahan/ Kecamatan Kranggan Kota Mojokerto, korban tragedi maut terseret ombak di Pantai Bengkung, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang Selatan, Rabu 26 Mei lalu. 

Ning Ita, sapaan karib Wali Kota Ika Puspitasari menyampaikan belasungkaw dan memberi dukungan moral kepada keluarga Linda. 

"Memang umur itu milik Tuhan Yang Maha Kuasa. Kapan umur kita berakhir, kita tidak pernah tahu. Namun yang perlu jadi catatan dan garis bawah adalah terkait cara Alloh SWT memanggil kita," ujarnya.

Ning Ita menyebut, dari catatan BMKG,  saat ini sejumlah lokasi di Jawa Timur rawan potensi bencana gempa bumi dan tsunami. Ia meminta warganya untuk lebih waspada dan menghindari daerah-daerah yang rawan bencana.

"Kemungkinan potensi bencana ini masih mungkin terjadi di beberapa titik, khususnya di laut yang ada di seluruh Jawa Timur. Mungkin yang mau rekreasi, lebih baik jangan ke laut dulu. Ini agar tidak timbul korban lagi seperti almarhumah Linda ini," imbaunya.

Selain Linda, tragedi itu juga menimpa Aprilia Dwi Jayanti, 24, juga warga Kelurahan Kranggan Kota Mojokerto.

Terpisah, Lurah Kranggan, M. Rochman membenarkan jika dua warganya menjadi korban di Pantai Bengkung. Ia menjelaskan, jika keduanya tidak memiliki ikatan keluarga. 

"Almarhumah Linda dan Aprilia ini hanya tetangga saja. Keduanya berangkat rombongan satu mobil ke Pantai Bengkung pada Selasa (25/5) dini hari dengan menaiki sebuah mobil," terangnya.

Masih kata Rochman, mendiang Linda yang bekerja sebagai sales kaca mata ini berangkat liburan bersama enam orang tetangganya ke Malang. Mereka sengaja berangkat malam untuk mengejar momen sunrise atau matahari terbit di pantai Bengkung. 

"Dia terseret ombak bersama setidaknya lima orang lain. Infonya, saat hendak selfie di area bukit batu Bengkung untuk mengabadikan momen sunrise, tiba-tiba ombak besar datang dan menyapu enam wisatawan," pungkasnya.

Saat kejadian, ada enam wisatawan yang terdiri dari tiga rombongan. Tiga rombongan tersebut yakni dari Kota Mojokerto, rombongan dari Kota Batu dan rombongan wisatawan mahasiswa Institut KH Abdul Chalim yang ada Pacet, Kabupaten Mojokerto. (ank)

Artikel terkait lainnya

Baca juga artikel ini

Copyright © SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional