'Kota Mojokerto Bersholawat', Gus Muwafiq : Majapahit Pusat Peradaban - SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional

'Kota Mojokerto Bersholawat', Gus Muwafiq : Majapahit Pusat Peradaban


Mojokerto-(satujurnal.com)

Pemerintah Kota  Mojokerto menggelar acara 'Kota Mojokerto Bersholawat' dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari  dan KH Ahmad Muwafiq, Kamis (21/10/2021).


Sedikitnya 100 masjid, musala dan surau di Kota Mojokerto secara serentak mengumandangkan selawat memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1443 Hijriah yang digelar secara hybrid yaitu luring dan daring tersebut.

Kegiatan berselawat dihadiri seluruh jajaran Forkopimda, OPD, serta tokoh agama Islam dari MUI, NU, PD Muhammadiyah, PD LDII, PC Muslimat, Aisyiyah, Fatayat, Anshor, IPPNU, serta IPNU.

Kehadiran beragam kelompok organisasi masyarakat dalam kegiatan tersebut tentu saja menunjukkan keberagaman di tengah masyarakat Kota Mojokerto. Namun Pemkot berhasil mempersatukan masing-masing kelompok sehingga dapat menciptakan situasi kondusif di tengah masyarakat.

Pesan persatuan juga nampak menjadi bahasan utama dalam mau'idzah hasanah yang dibawakan oleh Gus Muwafiq, KH Ahmad Muwafiq. 

Sosok Kyai muda Nahdhatul Ulama (NU) yang memiliki wawasan pengetahuan sejarah yang sangat luar biasa, 

memaparkan sejarah Majapahit secara runut hingga saat ini menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tersebut diakui Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita.

"Kami ingin ke depan beliau kami undang lagi, untuk bicara tentang Majapahit. Hal tersebut sejalan dengan program pembangunan kota Mojokerto yang mengangkat Spirit of Mojopahit," kata Ning Ita, Jumat (22/10/2021).

Ning Ita ingin apa yang disampaikan oleh Gus Muwafiq juga dapat dipahami oleh para penerus bangsa, terutama generasi milenial dan Z. Pemkot ingin para anak muda tidak lupa dengan sejarah dan budaya nusantara.

"Kami ingin pahamkan, sebagaimana yang dijelaskan Gus Muwafiq tadi. Majapahit adalah pusat peradaban semuanya. Berbagai perbedaan yang ada dulu dapat disatukan oleh Majapahit. Semangat tersebut harus bisa diteladani untuk masa sekarang dan ke depannya," paparnya.

Ning Ita juga menyatakan keinginannya untuk kembali mengundang Gus Muwafiq  untuk bicara tentang Majapahit. Hal tersebut sejalan dengan program pembangunan kota Mojokerto yang mengangkat ‘Spirit of Mojopahit’. "Apa yang disampaikan Gus Muwafiq juga dapat dipahami oleh para penerus bangsa, terutama generasi milenial dan Z,” ungkapnya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa banyak anak muda yang saat ini lebih bangga dengan budaya-budaya luar, tapi lupa dengan budaya sendiri.

“Semangat tersebut harus bisa diteladani untuk masa sekarang dan kedepannya. Karena saat ini, tidak bisa dipungkiri banyak anak muda yang saat ini lebih bangga dengan budaya-budaya luar tapi lupa dengan budaya sendiri. Rasulullah SAW telah meletakkan dasar-dasar bagi umat Islam, yakni Rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.

Ning Ita juga menekankan bahwa Rasulullah SAW telah meletakkan dasar-dasar bagi umat Islam, yakni rahmatan lil 'alamin. Yang mana hal tersebut sejatinya sejalan dengan spirit Bumi Majapahit, yang saat itu dapat berdiri di atas keberagaman yang ada. (one/ank/adv)


Artikel terkait lainnya

Baca juga artikel ini

Copyright © SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional