Kunjungi Kota Mojokerto, Dubes RI untuk Nigeria Jajaki Peluang Kerjasama B2B - SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional

Kunjungi Kota Mojokerto, Dubes RI untuk Nigeria Jajaki Peluang Kerjasama B2B


Mojokerto-(satujurnal.com)

Duta Besar LBBP Republik Indonesia untuk Republik Federal Nigeria, Dr. H. Usra Hendra Harahap M.Si. melakukan kunjungan ke Kota Mojokerto untuk menjajaki peluang kerja sama perdagangan antara pebisnis Nigeria dan pelaku IKM Kota Mojokerto, Rabu (8/11/2023).


Kunjungan Duta Besar RI untuk Negeria merangkap 14 negara di Afrika Barat ini disambut baik oleh Sekdakot Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo mewakili Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dan Kadis KoUMKMPerindag Ani Wijaya beserta puluhan perwakilan IKM.


Dalam pertemuan yang dilakukan secara audensi di ruang Sabha Mandala Madya Pemkot Mojokerto tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai pontesi-potensi apa saja yang bisa dijajaki untuk dilakukan kerja sama antara pebisnis Nigeria dan IKM Kota Mojokerto.

Selain membahas pemetaan berbagai komoditas yang diperlukan Nigeria, pertemuan juga mendengarkan gagasan Kota Mojokerto terkait peluang ekspor di negara Afrika Barat tersebut.  

Gaguk Tri Prasetyo memaparkan langkah-langkah pemberdayaan UMKM dan IKM pasca pandemi Covid-19 yang sempat membawa pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto minus 3,5 persen.

Perekonomian Kota Mojokerto, ujar Gaguk, berangsur meningkat berkat program inkubasi wirausaha yang digerakkan Wali Kota Ika Puspitasari secara masif.

“Dengan fasilitasi pelatihan, pendampingan, bantuan modal hingga pembentukan koperasi, kini ada sekitar 560 UKM dan IKM yang produktif yang siap melayani pasar domistik maupun internasional,” kata Gaguk.

Namun demikian, kata Gaguk lebih lanjut, ekosistem IKM memang perlu treatment lebih lanjut. Salah satunya memfasilitasi produk-produk IKM agar tembus pasar internasional.

“Dan yang sudah terealisasi, yakni ekspor produk alas kaki yang notabene produk unggulan Kota Mojokerto ke Timur Tengah, Eropa, Asia,” ungkapnya.

Bahkan 14 Nopember mendatang produk makanan ringan Kota Mojokerto menembus pasar internasional, antara lain Singapore, Hongkong, Taiwan, Chicago, Dubai dan Belanda.

Sementara itu, Usra Hendra Harahap mengatakan, kunjungan pihaknya bersama salah seorang pebisnis Nigeria, Mr Aminu untuk melakukan ‘factory visite’. “Kami mengunjungi pabrik-pabrik, UMKM dan produk-produk yang dibuat oleh anak bangsa,” katanya.

Nigeria, kata Usra, ingin membangun kerjasama di bidang ekonomi. Lantaran itu pula perlu bagi dirinya selaku duta besar untuk mengenalkan produk-produk anak bangsa ke Nigeria.

“Berbagai jenis produk yang diminati Nigeria, dari level tertinggi, pesawat, kapal, mobil sampai kepada UMKM,” sebut Usra.  

Alasan lain, katanya, karena orang Afrika merasa bahwa punya hubungan emosional dengan Indonesia. 

“Di tahun 1955 ada KAA, senasib. Sehingga perlu saling melengkapi dalam hal membangun bangsanya masing-masing,” tukasnya.

Usra menilai, produk IKM Kota Mojokerto tergolong inovatif.

“Saya kira bagus bagi kita untuk ekspos. Kita mencoba untuk mencarikan partner. Makanya saya mengajak Mr Aminu ,pebisnis Nigeria yang sudah terbiasa berbisnis dengan orang Indonesia. Mr Aminu bisa mengekspos produk-produk dalam negeri Indonesia, termasuk produk Kota Mojokerto,” cetusnya.

Sementara soal peluang produk IKM Kota Mojokerto menembus pasar Afrika Barat khususnya Nigeria, Usra menilai semua produk itu berpeluang. 

“Tetapi sementara ini yang paling berpeluang produk tekstil. Pebisnis Nigeria menginginkan batik versi mereka, yani motif etnik Afrika. Mereka ingin batik tulis, bukan printing. Dan Kota Mojokerto rupanya sanggup memenuhi,” katanya.

Kunci keberlangsungan bisnis yang harus dipegang, kata Usra, yakni trust, quality and prices. Sedangkan pola perdagangan yang dibangun yakni Business-to-business (B2B).

“Mekanisme yang saya bangun selama ini, jika sudah punya partner biasanya antar pebisnis berhubungan secara langsung. Kalau ada hal yang perlu diselesaikan, bisanya kami tengahi dengan zoom meeting,” ungkapnya.

Usra mengatakan, pihaknya dan Pemkot Mojokerto sepakat untuk menindaklanjuti hasil audiensi hari ini. 

“Pertemuan seperti ini sangat penting bagi pebisnis Nigeria untuk membangun networking atau jaringan. Apalagi yang mereka cari semuanya ada di Kota Mojokerto, termasuk batik,” terang Usra.

Sementara soal tindaklanjut pertemuan hari ini, Usra mengatakan, semuanya akan dipadankan antara keperluan pebisnis Nigeria dengan UKM Kota Mojokerto. 

“Kota Mojokerto memiliki IKM yang berpotensi sangat besar yang bisa disinergikan dengan pebisnis Nigeria,” tutup Usra. (one/adv)


Artikel terkait lainnya

Baca juga artikel ini

Copyright © SatuJurnal.com | Portal Berita Mojokerto, Jombang, Surabaya, Jawa Timur dan Nasional