Headlines :
Home » » Pasca Kebakaran Pasar Loak Cakarayam, Pemkot Batasi Jumlah Bedak Penampungan Sementara

Pasca Kebakaran Pasar Loak Cakarayam, Pemkot Batasi Jumlah Bedak Penampungan Sementara

Written By Satu Jurnal on Senin, 13 Oktober 2014 | 18.03



Walikota Mas'ud Yunus saat meninjau lokasi kebakaran Pasar Loak Cakarayam, Jum'at (10/10/2014)
Mojokerto-(satujurnal.com)
Pemkot Mojokerto membatasi pendirian bedak penampungan sementara untuk pedagang korban kebakaran Pasar Loak Cakarayam sesuai jumlah pedagang, bukan sejumlah bedak yang terbakar. Sosialisasi pembangunan penampungan sementara akan digelar Rabu (15/10/2014) lusa.

"Sesuai data UPTD Pasar, terdapat 32 pedagang yang menempati bedak-bedak di tiga lajur di area (Pasar Loak Cakarayam) yang terbakar. Nantinya jumlah bedak yang didirikan di area penampungan sementara ya sejumlah pedagang atau 32 bedak," kata Kabag Humas Pemkot Mojokerto, Heryana Dodik, Senin (13/10/2014).

Pertimbangan Pemkot hanya menyediakan 32 bedak, meski terdapat 80 jumlah bedak yang terbakar dalam insiden kebakaran Kamis (09/10/2014), ujar Dodik, karena yang menjadi dasar pendirian sementara yakni kelangsungan usaha pedagang.

"Kita fokus pada kelangsungan usaha para pedagang. Jadi ya dikalkulasi secara proporsional," tukasnya.

Soal area yang difungsikan untuk penampungan sementara, menurut Dodik, masih disekitar lokasi yang terbakar. "Rencananya  di badan jalan ( jalan Prapanca). Kalau posisi ini yang difinalkan, maka jalan Prapanca sementara difungsikan satu jalur," terangnya.
Sementara dana yang digunakan untuk pembangunan penampungan sementara tersebut, kata Dodik, yakni dari pos dana tak terduga.

“Sosialisasi penampungan sementara digelar Rabu lusa,” imbuhnya.

Kebakaran Pasar Loak Cakarayam, jalan Prapanca, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Kamis (09/10/2014) menyebabkan 80 bedak luluh lantak.

Sodikin, Kepala UPTD Pasar, Diskoperindag Kota Mojokerto menyebut, meski jumlah tempat dagangan yang hangus terbakar sebanyak 80 bedak, namun pemilik bedak hanya sebanyak 33 orang. Ini karena satu pedagang di area jual beli onderdil sepeda motor bekas dan jasa pengecatan motor ini bisa menguasai 2 sampai 3 bedak.

“Dari 3 lajur ada 80 petak atau bedak, 33 pemilik,” kata Sodikin.  Belakangan, jumlah pemilik itu diralat menjadi 32 orang.

Perbedaan antara jumlah petak dan pemilik, menurut Sodikin, terjadi lantaran puluhan petak di tiga lajur di lokasi paling utara bekas pasar hewan yang akrab disebut Pasar Pon itu tak banyak diminati pedagang.

Fasilitas dagang yang diberikan Pemkot Mojokerto dengan pengenaan retribusi itu semula memang dimanfaatkan pedagang. Namun kemudian, sebagian enggan menempati hingga terjadi pemindatanganan petak dari satu pedagang ke pedagang lainnya.

“Karena ada pedagang yang melepas dan ada yang memanfaatkan petak untuk memperluas tempat dagangannya, ya terjadi pengusaan lebih dari satu petak oleh beberapa pedagang,” terangnya.

Sementara soal jumlah tempat penampungan sementara yang akan dibangun, menurut Sodikin, lebih pas jika dibangun sejumlah pedagang yang ada. “Kalau pedagangnya 33 orang, apa tetap minta 80 petak, tentunya ya harus ditata ulang,” tukasnya. (one)
Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved