Headlines :
Home » » BNNK Mojokerto Ingatkan Bahaya Jamur Tahi Sapi

BNNK Mojokerto Ingatkan Bahaya Jamur Tahi Sapi

Written By Satu Jurnal on Rabu, 30 Maret 2016 | 22.24

Mojokerto-(satujurnal.com)
Masyarakat penyuka jamur untuk dikonsumsi harus lebih waspada. Pasalnya, jamur tahi sapi termasuk dalam Genus Psilocybe yang bisa menyebabkan halusinogen (halusinasi) bahkan bisa mematikan.

Biasanya, di musim penghujan jamur jenis ini tumbuh di kebun-kebun. Penyuka jamur pun biasanya memetik untuk dijadikan sayur makanan. Padahal tanaman dengan nama latin Psilocybe Cubensis yang tumbuh dan hidup di atas permukaan kotoran hewan ini memabukkan dan masuk golongan psikotropika golongan I.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Mojokerto, AKBP Suharsih mengatakan, jamur jenis ini banyak tumbuh di kotoran sapi, kerbau, banteng dan lain-lain. "Jamur ini dapat tumbuh subur pada iklim manapun, terlebih di musim hujan, baik di pegunungan maupun di pinggir pantai," ungkapnya, Rabu (30/3/2016).

Disebut Suharsih, di dalam jamur tahi sapi ini mengandung Psilosibina dan Psilosina yang termasuk ke dalam Psikotropika golongan I. Efek penggunaan jamur ini sama dengan efek menggunakan Psikotropika jenis heroin atau LSD sehingga menyebabkan orang yang mengkonsumsi jamur kotoran sapi tersebut dapat terhalusinasi.

"Dia juga mengalami euforia dan bisa mengalami kesedihan yang berlebihan. Pada indra perasa, terutama kulit dan lidah akan menjadi lebih sensitif. Seseorang yang sedang dalam pengaruh jamur tahi sapi, penggunanya akan menjadi lebih individual dan asyik dengan dunianya sendiri serta jarang mau bersosialisasi dengan masyarakat," katanya.


Dipaparkan, bentuk jamur ini kecil dan jika dikonsumsi langsung dalam jumlah berlebihan bisa menyebabkan kematian. (one)
Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved