Headlines :
Home » » Walikota Tawarkan Perempuan Lansia Sebatangkara Ini Tinggal di Wisma Panti Jompo

Walikota Tawarkan Perempuan Lansia Sebatangkara Ini Tinggal di Wisma Panti Jompo

Written By Satu Jurnal on Kamis, 30 Juni 2016 | 20.47

Mojokerto-(satujurnal.com)
Seorang perempuan lanjut usia (lansia), warga kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto tiba-tiba jadi perhatian Walikota Mas’ud Yunus ditengah meninjau pembagian zakat fitrah untuk ratusan warga di aula kelurahan setempat, Kamis (30/6/2016).

Kala menyerahkan beras zakat fitrah dan uang tunai, Mas’ud Yunus menanyakan kondisi kesehatan dan tempat tinggal perempuan lansia bernama Siti tersebut.  Ia terkejut begitu mendapat jawaban, jika  sang nenek yang berjalan dengan menggunakan alat bantu atau kruk tersebut selama ini hidup sebatangkara. Tak ada sanak saudara yang mengurus hidup perempuan berusia diatas tujuhpuluh tahun tersebut.

Birokrat berlatarbelakang ulama ini pun menawarkan sang nenek agar tinggal di Wisma Panti Jompo milik Pemkot di lingkungan Balongrawe Baru.

“Monggo tinggal di wisma panti jompo. Semua fasilitas tersedia untuk ibu. Juga akan ada petugas yang merawat dan menjaga kesehatan ibu,” ujar Mas’ud Yunus memberi tawaran.

Sang nenek tak mengiyakan, namun juga tak menolak. Ia hanya tersenyum. Tersembul roma kebahagiaan ditengah keringnya perhatian sanak saudaranya. “Alhamdulillah,” ucapnya singkat.

Mas’ud Yunus pun meminta perangkat kelurahan dan dinas sosial memberi perhatian lebih kepada sang nenek.

“Pemkot punya wisma panti jompo yang diperuntukkan bagi lansia sebatangkara seperti ibu ini. Saya tidak ingin ada warga, terutama lansia sampai terlantar. Makanya, kalau ibu ini hidup sebatangkara dengan segala keterbatasannya, saya tawarkan untuk tinggal di wisma,” katanya.

Sementara itu, selain meninjau pembagian zakat di kelurahan Mentikan, Mas’ud Yunus yang juga Pembina Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mojokerto juga mengunjungi lokasi pembagian zakat di sejumlah kantor kelurahan. Ini untuk memastikan jika  pembagian zakat fitrah yang dihimpun Baznas dari berbagai kalangan tersebut tepat sasaran dan dibagi tepat waktu.

Setiap warga penerima zakat mendapatkan 7,5 kilogram beras dan uang tunai Rp 50 ribu. Di kelurahan mentikan tercatat ada 460 warga penerima zakat.

"Ya termasuk warga terdampak penutupan Balongcangkring kita berikan juga zakat fitra," imbuhnya.


Menurutnya, saat ini di Kota Mojokerto tercatat ada 6.300 Kepala Keluarga (KK) yang masuk dalam kategori miskin. Dari jumlah itu, lebaran tahun 2015 lalu ada 4.000 KK mendapat bantuan Baznas. Sedangkan tahun ini naik menjadi 5.000 KK penerima zakat.

"Insya Allah tahun depan seluruh warga miskin di Kota Mojokerto ini bisa menerima Zakat fitra," tukasnya. (one)
Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved