Headlines :
Home » » Paelan, Veteran Perang Menyambung Hidup Jadi Tukang Tambal Ban

Paelan, Veteran Perang Menyambung Hidup Jadi Tukang Tambal Ban

Written By Satu Jurnal on Rabu, 09 November 2016 | 22.38

Jombang-(satujurnal.com)
Paelan, seorang veteran perang yang pernah menjadi prajurit sukarelawan dalam pasukan Dwikora Brawijaya 1 asal Desa Kaliwungu, Kecamatan Kota Jombang harus bekerja keras demi menyambung hidup.

Di usia senjanya, bapak lima orang anak yang kini berusia 73 tahun ini masih mengandalkan tubuhnya yang rentah dengan bekerja serabutan. Bahkan jadi tukang tambal ban pun ia lakoni.

Ayah lima orang anak pensiunan pasukan sukarelawan beristrikan Siti Umaiyah kini hanya bisa pasrah menjalani sisa hidupnya yang serba pas-pasan.

Paelan bertutur, di tahun 1964 hingga 1966 dirinya merupakan prajurit garda depan yang bertugas mempertahankan setiap jengkal wilayah Nusantara.

Kala itu, bersama relawan lainnya ia gigih melawan pasukan Inggris yang ada di perbatasan wilayah NKRI dengan wilayah Malaysia. Ia sempat bertempur dengan pasukan inggris di atas kapal dan sempat menahan 5 orang yang dianggap pasukan elit Inggris.

Perang itu, ujar Paelan, merupakan perang untuk mengganyang pasukan udara musuh yang mau memasuki wilayah Indonesia. Kecanggihan pesawat tempur milik pasukan Inggris mampu diredam oleh Paelan bersama prajurit lainnya. Padahal senjata tempur milik pasukan Indonesia saat itu jauh kalah canggih dari senjata musuh. Namun karena tekad kuat mempertahankan negara Indonesia, Paelan dan kawan-kawan pejuang lain akhirnya mampu menjatuhkan pesawat musuh.

Paelan berharap pertempuran yang terjadi 50 tahun silam tersebut, bisa menjadi pelecut semangat generasi dalam berjuang mempertahankan negara.

Generasi sekarang yang dianggap cukup nyaman, kata Paelan, selayaknya bisa mengisi dan ikut andil membangun bangsa. Paelan juga berharap agar pemerintah bisa memperhatikan nasib para veteran saat ini yang rata-rata menjalani hidup serba kekurangan.

Tahun 1995 silam, Paelan mulai menerima dana pensiun sebesar  Rp 111 ribu perbulan. Namun di era Presiden Abdurrahman Wachid, dana pensiunnya dinaikkan menajdi Rp 1 juta dan pada tahun 2015 jumlahnya naik lagi menjadi Rp 2.150.000. (rg)


Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved