Headlines :
Home » » Temui Warga Lakardowo, Ini yang Digagas Gus Ipul

Temui Warga Lakardowo, Ini yang Digagas Gus Ipul

Written By Satu Jurnal on Jumat, 12 Mei 2017 | 20.25

Mojokerto-(satujurnal.com)
Wakil Gubenur Jawa Timur, Saifullah Yusuf turun lapangan menemui warga Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jum’at (12/5/2017).

Orang nomor dua di Jawa Timur tersebut ingin mendengar langsung aspirasi warga setempat terkait aktivitas PT Putra Restu Ibu Abadi (PT PRIA), perusahaan pengelola limbah B3 yang berada di desa mereka.

Soal kebutuhan air bersih dan kesehatan masyarakat mengemuka dalam dialog yang digelar Masjid Baiturrohim Dusun Kedungpalang, Desa Lakardowo tersebut.

Gus Ipul, sapaan populer wakil gubernur dua periode tersebut menyatakan apresiasinya terhadap aspirasi yang disampaikan warga Lakardowo.

Polemik limbah B3 yang mereka hadapi, ujar Gus Ipul, sudah dibicarakan di tingkat pemerintah pusat. Sehingga ia meminta warga agar menghormati dan menghargai proses yang masih berlangsung.

“Dalam masalah ini kita tidak mencari siapa yang salah tapi mengungkap fakta sebenarnya. Oleh sebab itu mari kita tunggu dan hargai prosedur yang sedang berlangsung,” ucapnya.

Mantan  Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal yang didampingi Kepala BLH Prov. Jatim Bambang Sadono,  basis band Slank, Ivan Kurniawan Arifin pun mengemukakan  program jangka pendek dan jangka panjang  untuk mengeliminir permasalahan limbah B3 di Lakardowo.

“Prioritas program jangka pendeknya ialah kebutuhan air bersih untuk warga harus dibantu oleh pemerintah hingga masalahnya bisa terselesaikan,” cetusnya.

Program jangka pendek yang kedua, lanjut Gus Ipul, yakni pengecekan massal kesehatan warga yang banyak mengalami dermatitis atau iritasi kulit, khususnya anak-anak. Pengecekan kesehatan tersebut nantinya akan dilakukan langsung oleh tim Dinas Kesehatan Prov. Jatim. 

“Berdasarkan informasi dalam satu bulan satu dusun mengeluarkan biaya sekitar R. 4,5 juta untuk kebutuhan air bersih. Air ini digunakan untuk masak dan minum, sedangkan untuk mandi warga masih menggunakan air sumur yang ada,” katanya.

Untuk program jangka panjang, lanjut dia, akan segera dilakukan penelitian ulang yang melibatkan tim independen, semisal dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

“Penelitian dari tim independen merupakan langkah tepat karena  bisa menjadi pembanding hasil penelitian sebelumnya. Dengan demikian diharapkan hasil yang diperoleh lebih obyektif,” tukasnya

Menurut Gus Ipul, permasalahan limbah termasuk salah satu masalah utama di Jawa Timur. Setiap tahun tidak kurang dari 170 ton limbah B3 yang harus dikelola secara khusus. Namun, data Badan Lingkungan Hidup (BLH) Propinsi Jawa Timur menyebutkan, saat ini baru 39 persen limbah B3 yang dibuang ke Cileungsi Bogor. Sedangkan 61 persen sisanya masih diteliti lewat manifestnya.


“Salah satu pabrik pengolahan limbah B3 di Jatim adalah PT. PRIA, jadi sebenarnya keberadaannya dibutuhkan,” pungkasnya. (one)
Share this article :

0 komentar:

Berikan komentar posistif Anda.

Mohon jangan melakukan SPAM !

 
Copyright © 2012 SatuJurnal.com - All Rights Reserved